tirto.id - Pengelola jalan tol menyiapkan skenario untuk menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Yogyakarta. Salah satunya melalui pengoperasian fungsional jalan tol segmen Purwomartani-Prambanan di koridor Tol Solo–Jogja.
Tenaga Ahli Utama Bidang Humas PT Jasamarga Solo-Jogja, Ahmad Izzi, mengatakan segmen tersebut akan beroperasi secara fungsional pada 16–29 Maret 2026, mulai pukul 06.00–18.00 WIB.
"Kecepatan maksimum yang disarankan para pengguna jalan adalah 40 km/jam saja," ujar Izzi di Gerbang Tol Purwomartani, Sleman, Yogyakarta, Jumat (13/3/2026).
Izzi menjelaskan, panjang segmen Purwomartani-Prambanan mencapai 11,225 kilometer. Secara umum, infrastruktur tol sudah layak dilalui kendaraan. Namun, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati karena sebagian sarana pendukung masih bersifat sementara.
"Seperti misalnya pagar pembatasnya, kemudian juga markanya, kemudian rambu-rambunya juga masih belum permanen semua, masih temporer," ungkap dia.
Selama periode fungsional, ruas tol tersebut dapat dilalui secara gratis oleh pemudik. Jalan tol ini diharapkan membantu mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Yogyakarta.
"Dan jalan tol fungsional ini khusus diperuntukkan bagi kendaraan golongan satu atau kendaraan penumpang saja," tuturnya.
Hanya untuk Keluar Yogyakarta
Segmen Purwomartani-Prambanan menjadi jalur penting bagi pemudik yang akan meninggalkan Yogyakarta menuju Solo, DKI Jakarta dan jaringan Tol Trans Jawa. Gerbang Purwomartani yang semula sebagai pintu keluar akan difungsikan menjadi pintu masuk.
"Khusus jalur fungsional segmen Purwomartani-Prambanan ini, nantinya hanya bisa dilalui oleh kendaraan yang akan meninggalkan Jogja saja. Karena pertemuan atau simpang sebidang antara exit jalan tol Jogja-Solo di Purwomartani dengan jalan nasional, simpang sebidangnya itu belum siap untuk dipergunakan karena sebagian lahannya belum bebas," ucap Izzi.
Meski dibuka secara fungsional, pengoperasian ruas tol ini bersifat situasional. Jika kepolisian menilai perlu dilakukan rekayasa lalu lintas demi kelancaran arus mudik, maka skema operasional dapat disesuaikan.
"Misalnya karena cuaca tidak mendukung, hujan lebat yang mengganggu pandangan pengendara, jalan tol akan ditutup sementara bagi kendaraan. Jadi lalu lintas dialihkan tidak melalui jalan tol. Atau mungkin kepadatan ekstrem terjadi di jalan nasional, ini akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan instruksi dari pihak kepolisian," jelas Izzi.
Petugas operasional juga akan disiagakan untuk melayani pemudik di gerbang tol bersama armada pendukung lainnya.
"Kami menyiapkan petugas operasional double. Kemudian peralatan tolnya, di samping yang permanen, ada juga mobile reader. Jadi kapasitasnya nanti bisa dua kali lipat. Di sini [Purwomartani] ada enam gerbang, itu minimal 12 transaksi bisa dilayani pada saat yang bersamaan," pungkas Izzi.
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































