tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyebut harga beras rata-rata di berbagai daerah mengalami penurunan sejak akhir Agustus 2025. Penurunan ini diklaim karena gerakan pangan murah melalui operasi pasar oleh pemerintah.
Berdasarkan data yang diungkapkan Tito, terjadi perbaikan signifikan dalam sektor harga beras. Tadinya, 214 kabupaten/kota mengalami peningkatan harga, namun kini tersisa 105 kabupaten/kota.
“Tadinya 214 kabupaten kira-kira 3 minggu lalu ada kenaikan dikit lah, tapi kemudian kita melakukan operasi pasar beras Bulog di seluruh kecamatan,” katanya di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Ia menjelaskan, gerakan pangan murah yang dilakukan bersama dengan Perum Bulog, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu efektif mengendalikan harga beras.
Ia pun berencana melanjutkan program ini dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog. Kapasitas penyaluran yang diklaim pemerintah saat ini mencapai 7.400 ton per hari.
“Nanti minggu depan, Sabtu ini, kita akan operasi (pasar) besar di seluruh kecamatan di 105 kabupaten/kota, ya,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per pekan kedua September 2025 menunjukkan bahwa 109 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga beras.
Rata-rata harga beras medium dan premium di semua zona masih berada di atas HET. Sebagai contoh, beras medium di Zona 1 tercatat Rp13.924 per kg, sedangkan HET ditetapkan sebesar Rp13.500. Sementara itu, beras premium di Zona 1 mencapai Rp15.634 per kg, melampaui HET yang Rp14.900.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































