Menuju konten utama

Titik Banjir Jakarta Sore Ini: 41 RT Terendam, Jaktim Terparah

Update titik banjir Jakarta sore ini: Jakarta Timur paling parah, ada 21 RT yang terendam. Simak juga status pintu air di setiap wilayah.

Titik Banjir Jakarta Sore Ini: 41 RT Terendam, Jaktim Terparah
Pengendara sepeda motor memasuki jalur busway untuk menghindari banjir di ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (29/1/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.

tirto.id - Sebanyak 41 Rukun Tetangga (RT) terendam karena banjir hari ini, Jumat (30/1/2026). Jumlah tersebut tersebar di empat daerah administrasi dengan Jakarta Timur yang terbanyak yaitu 21 RT.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta mulai Rabu (28/1/2026) berlanjut pada Kamis (29/1/2026) dan Jumat pagi ini, menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta hingga hari ini, terdapat 41 RT dan 3 ruas jalan yang terendam banjir.

Titik Banjir Jakarta Sore Ini, 30 Januari 2026

Banjir Jakarta kali ini cukup luas, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 3 meter di beberapa titik. Berikut rinciannya:

Jakarta Barat terdampak 8 RT, yaitu:

Kelurahan Kedaung Kali Angke 4 RT,

Kelurahan Rawa Buaya 1 RT,

Kelurahan Kembangan Selatan 3 RT.

Tinggi permukaan air berkisar 20–30 cm, disebabkan hujan deras dan luapan Kali Mookervaart.

Jakarta Selatan terdampak 10 RT, yaitu:

Kelurahan Pejaten Timur 4 RT,

Kelurahan Rawajati 2 RT, dan

Kelurahan Tanjung Barat 4 RT.

Air di sini lebih tinggi, mencapai 100–330 cm, karena hujan deras dan luapan Kali Ciliwung.

Jakarta Timur terdampak 21 RT, meliputi:

Kelurahan Rawa Terate 1 RT,

Kelurahan Bidara Cina 4 RT,

Kelurahan Kampung Melayu 4 RT,

Kelurahan Cawang 9 RT,

Kelurahan Cililitan 2 RT, dan

Kelurahan Balekambang 1 RT.

Ketinggian air 50–350 cm, penyebabnya hujan deras dan luapan Kali Ciliwung.

Jakarta Utara terdampak 2 RT, yaitu:

Kelurahan Cilincing 1 RT, dan

Kelurahan Marunda 1 RT, dengan ketinggian air 20–30 cm

Banji ini akibat hujan deras dan luapan Kali Nagrak.

Untuk pengungsian, warga yang terdampak tersebar di beberapa titik, antara lain:

Jakarta Barat: Masjid Jami Al-Fudhola, Kedaung Kali Angke – 3 KK, 14 jiwa.

Jakarta Pusat: RPTRA Segas Karet Tengsin – 1 KK, 2 jiwa; Aula Masjid Muhajirin – 12 KK, 48 jiwa.

Jakarta Timur: SDN Kampung Melayu 02 – 41 KK, 152 jiwa; Saung Lapangan Tennis Cawang – 17 KK, 40 jiwa; Musholla Al Islah Cawang – 20 KK, 50 jiwa.

Tiga ruas jalan yang masih tergenang banjir hingga pukul 06.00 WIB, adalah:

Jl. Rawa Indah Dua, Kel. Pegangsaan Dua, Jakarta Utara – tinggi air 15 cm

Jl. Pulo Raya IV, Kel. Petogogan, Jakarta Selatan – tinggi air 25 cm

GG. Langgar, Kel. Rawajati, Jakarta Selatan – tinggi air 150 cm

Pantauan Tinggi Muka Air Jakarta Hari Ini

Berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, kondisi tinggi muka air di beberapa titik pengamatan dibagi menjadi empat kategori siaga:

  • Bahaya (Siaga 1) – tidak ada lokasi yang berada pada level bahaya hari ini, artinya belum ada kondisi darurat ekstrem yang memerlukan evakuasi massal.
  • Siaga 2 – hanya Pasar Ikan yang masuk kategori ini, menandakan peringatan lebih awal karena air mulai naik dan potensi banjir lokal meningkat.
  • Siaga 3 (Waspada) – beberapa lokasi berada pada level waspada, yaitu Manggarai, Karet, Angke Hulu, dan Sunter Hulu, menunjukkan tinggi muka air yang cukup tinggi dan perlu diperhatikan oleh warga setempat.
  • Siaga 4 (Normal) – sebagian besar lokasi pengamatan masih normal, termasuk Katulampa, Depok, Pesanggrahan, Krukut Hulu, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulo Gadung, artinya kondisi air stabil dan aman untuk saat ini.
  • Secara keseluruhan, hingga pukul 12.00 WIB, tidak ada kondisi bahaya ekstrem, namun beberapa titik di level siaga 2 dan 3 perlu tetap dipantau warga dan petugas karena potensi kenaikan air jika hujan deras berlanjut atau terjadi luapan sungai.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra