Tips Mencapai Kebebasan Finansial dan Tahapan Financial Freedom

Oleh: Ruth Elisha Wijayanti P - 2 Maret 2021
Dibaca Normal 4 menit
Financial freedom ditandai ketika pendapatan pasif, baik dari bisnis maupun aset simpanan, sudah melampaui kebutuhan pengeluaran dalam hidup.
tirto.id - Dapat menikmati hidup sesuai keinginan pribadi tanpa harus memikirkan keuangan yang terbatas merupakan harapan bagi banyak orang. Bahkan tak jarang ada yang memilih untuk pensiun di usia 30, 40 atau 50 tahun, atau ketika masih produktif, karena merasa sudah saatnya menikmati apa yang telah dihasilkan.

Hal ini biasanya terjadi pada orang-orang yang telah mencapai financial freedom atau kebebasan finansial. Dikutip dari Koinworks, financial freedom adalah kondisi pada saat seseorang memiliki pendapatan yang mencukupi segala kebutuhannya untuk hidup tanpa harus bekerja aktif.

Dengan kata lain, kebebasan fianansial atau financial freedom ditandai ketika pendapatan pasif, baik dari bisnis maupun aset simpanan, sudah melampaui kebutuhan pengeluaran dalam hidup. Orang yang mengalami kondisi seperti itu tentu tidak perlu lagi bekerja sebagai karyawan, atau bekerja keras sebagai wirausahawan.

Namun, mengutip penjelasan di laman Sikapi Uangmu OJK, kebebasan finansial tidak selalu harus diartikan memiliki banyak uang. Financially freedom atau merdeka secara finansial bisa didapatkan ketika seseorang sudah bisa hidup dengan hidup dengan pantas, secukupnya, dan bebas utang.


Jika merujuk definisi yang terakhir seorang pekerja dengan penghasilan tidak selangit pun memiliki kesempatan mencapai financial freedom saat sudah memiliki dana pensiun, dana darurat, investasi dengan instrumen aman dan return di atas inflasi, asuransi jiwa maupun kesehatan, dan dana buat pendidikan anak jika berkeluarga. Bahkan, utang masih ditolerenasi jika untuk aset produktif.

Berikut sejumlah tips untuk mencapai financial freedom seperti dilansir situs U.S. News.

1. Hindari Utang untuk konsumsi

Apabila anda menggunakan kartu kredit untuk membeli barang habis pakai, hal itu hanya akan memperkaya bank. Maka langkah pertama yang harus dilakukan ialah sebisa mungkin menghindari utang berbunga tinggi, seperti memakai kartu kredit, hingga membayar cicilan mobil. Intinya, tak meminjam uang untuk sekadar konsumsi yang masih bisa dihindari.

2. Lupakan gengsi

Terkadang, salah satu alasan mengapa kita menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli barang adalah karena ingin mengikuti teman atau pun tetangga.

Sebagian besar dari kita sebenarnya tidak membutuhkan rumah seluas 900 meter persegi atau pun mobil mewah. Rumah dan mobil yang sederhana sebenarnya sudah cukup untuk kebutuhan hidup. Iklan-iklan di TV yang membuat hidup ini menjadi persaingan untuk membeli barang paling bagus dan mahal.


Maka, demi mencapai financial freedom, jangan mudah tergoda dengan hal-hal semacam itu. Kita tidak perlu selalu menengok apa yang dimiliki orang lain dan membandingkan dengan diri sendiri.

Setiap orang memiliki standar kebutuhan hidup dan kemampuan finansial masing-masing. Maka itu, alangkah baiknya bila memenuhi kebutuhan sesuai kondisi finansial.

3. Belanjakan lebih sedikit daripada yang diperoleh

Langkah ini merupakan kunci sebenarnya dalam mengumpulkan pemasukan. Yang pertama anda perlu melacak pengeluaran anda dan melihat untuk apa saja anda membelanjakan uang selama ini.

Kemudian anda bisa memotong hal-hal yang sekiranya tidak dibutuhkan dan meminimalkan angka belanja untuk gaya hidup. Tentu, langkah ini perlu ketekunan agar membuahkan hasil beberapa tahun berikutnya.

Yang perlu diingat adalah perlu menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan. Jadi, mengindari pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan merupakan kewajiban jika ingin menuju financial freedom.

4. Prioritaskan menabung

Anda harus memprioritaskan menabung di atas segalanya. Disarankan untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli bahan makanan, membayar tagihan listrik, ataupun membayar sewa.

Cara pembayaran tagihan dengan memotong langsung dari gaji pekerja juga merupakan metode yang bagus untuk mengutamakan kewajiban. Dengan begitu, anda bisa menggunakan uang yang tersisa untuk menabung, setelah membayar kewajiban dasar untuk diri sendiri.

5. Beli aset yang menghasilkan pendapatan

Begitu sudah mulai menabung, anda harus menginvestasikan uang pada aset yang menghasilkan pendapatan. Saat ini, sudah banyak instrumen investasi yang aman sekaligus menjanjikan untung yang stabil. Aset yang bisa dibeli bisa emas, properti, tanah dan lain sebagainya.

Berfokuslah untuk membeli aset yang dapat menghasilkan uang daripada terlena dengan produk-produk elektronik atau pun barang-barang lain yang nilainya akan terus turun dari tahun ke tahun.

6. Terus berinvestasi

Apabila anda menyimpan uang di bank, nilainya akan semakin berkurang karena potongan pajak, biaya administrasi hingga inflasi. Maka sebaiknya anda harus mulai berinvestasi di pasar saham.

Pilihlah jenis perusahaan yang cocok dan tepat bagi anda, bila perlu konsultasikan dahulu dengan orang yang ahli di bidangnya untuk menentukan. Namun, perlu berhati-hati jika ingin melakukan investasi di pasar saham karena berisiko tinggi.

Instrumen investasi lainnya, semacam reksadana, obligasi, dan deposito juga bisa menjadi pilihan untuk menggandakan nilai aset.


Tahapan Menuju Financial Freedom

Jalan menuju financial freedom sebenarnya kompleks dan berliku. Mengutip artikel Forbes, upaya untuk mewujudkan financial freedom layaknya maraton, bukan lari cepat.

Maka untuk mencapai financial freedom perlu sejumlah proses dan waktu yang tidak sebentar. Ada baiknya jika seseorang mulai melakukan langkah-langkah menuju kebebasan finansial, sejak usia muda.

Agar lebih mudah memenuhi target kebebasan finansial, sebaiknya memecah target besar tersebut menjadi tahapan-tahapan kecil yang harus digapai.

Cara ini bisa membuat proses panjang menuju financial freedom lebih gampang dikelola, dan juga mudah untuk dimulai karena berangkat dari level rendah.


Masih mengutip Forbes, berikut ini contoh 7 tahapan menuju financial freedom dari level terendah hingga tertinggi.

Level 1: Tidak Bergantung pada Gaji

Tingkat pertama kebebasan finansial adalah mempunyai dana darurat atau simpanan yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak, sehingga tidak harus bergantung pada gaji saja.

Sebagian besar orang mungkin mendapat beberapa tagihan tak terduga yang muncul sepanjang tahun. Memiliki dana darurat akan berguna pada situasi seperti itu.

Level 2: Punya Cukup Dana untuk Berhenti dari Pekerjaan Sementara Waktu

Kebebasan finansial juga dapat berarti menjadikan pekerjaan sebagai pilihan. Menyimpan cukup uang supaya dapat berhenti dari pekerjaan selamanya, tentu pekerjaan besar. Namun, jika hanya mampu mengumpulkan uang buat bekal saat berhenti dari pekerjaan sementara waktu, semacam cuti panjang, merupakan lompatan besar ke tujuan awal tadi. Di sisi lain, pada jangka pendek, duit ekstra yang dikumpulkan itu juga bisa menjadi dana darurat Anda.

Level 3: Punya Cukup Dana untuk Kebutuhan Hidup dan Tetap Menabung

Ini lebih tentang menikmati hidup Anda dan memiliki uang untuk melakukannya. Ada rasa lega yang sangat besar ketika Anda memiliki cukup uang untuk ditabung, melakukan hal-hal yang Anda sukai, dan masih memiliki duit lebih di akhir bulan. Hal ini tentu dengan asumsi bahwa Anda menghindari gaya hidup boros.

Level 4: Punya Kebebasan Waktu

Apa yang diinginkan banyak orang adalah lebih fleksibel dengan jadwal mereka. Kebebasan waktu dan kebebasan finansial berjalan seiring.

Kondisi ini bisa datang dalam bentuk lebih banyak waktu istirahat, waktu fleksibel atau bekerja dari jarak jauh pada kesempatan tertentu. Jadi, tidak harus mengambil cuti satu hari dari pekerjaan hanya untuk mengunjungi dokter gigi atau membawa anak ke dokter.

Level 5: Punya Dana Cukup untuk Pensiun dengan Sederhana

Bagi Anda yang ingin pensiun dini dengan kebebasan finansial, mungkin bisa menargetkan level ini. Jadi, dana pensiun tidak harus besar, asal cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok selama tak bekerja. Konsekuensinya, hidup usai pensiun harus dijalani secara sederhana.

Mempertimbangkan pensiun lebih cepat dengan dana minimum, bisa mendorong anda untuk lebih cermat dalam menggunakan uang. Jadi alih-alih mencicil mobil mewah yang akan memaksa Anda bekerja beberapa tahun lagi, lebih baik memilih berhemat agar lekas bisa pensiun.

Level 6: Punya Dana Cukup untuk Benar-benar Pensiun

Dengan asumsi Anda senang dengan standar hidup saat masih bekerja, seberapa besar dana yang diperlukan untuk terus menjalaninya di masa pensiun?

Jika sudah punya tabungan cukup, serta aset dan pendapatan pasif yang bisa mendukung pensiun dengan gaya hidup yang disukai, hal itu merupakan pencapaian besar menuju financial freedom.

Level 7: Punya Dana Cukup untuk Pensiun sesuai Impian

Untuk bisa lepas dari pekerjaan, bebas bepergian dan menghabiskan banyak waktu dengan teman maupun keluarga, sekaligus bisa berkeliling dunia, berapa dana pensiun yang Anda butuhkan?

Bercita-cita menggapai kondisi pensiun impian seperti itu tidak ada salahnya. Dengan memikirkan hal seperti itu, Anda bisa mempertimbangkan apakah kondisi sekarang sudah layak mendapatkan dana pensiun impian, atau justru ada hambatan untuk mencapainya sebelum usia lansia.

Memiliki dana yang cukup untuk menjalani masa pensiun sesuai impian merupakan level tinggi di tahapan financial freedom.

Baca juga artikel terkait TIPS FINANSIAL atau tulisan menarik lainnya Ruth Elisha Wijayanti P
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Ruth Elisha Wijayanti P
Penulis: Ruth Elisha Wijayanti P
Editor: Addi M Idhom
DarkLight