Tips ala Detektif Swasta Agar Terhindar Penipuan Investasi Bodong

Reporter: Aditya Widya Putri - 22 Feb 2022 23:55 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Ada beberapa tips sederhana ala detektif swasta agar terhindar dari ragam tipu daya investasi bodong.
tirto.id - Belakangan ini, kasus-kasus penipuan berkedok investasi marak terjadi, beberapa di antaranya viral, dan merugikan cukup banyak korban. Ada beberapa tips sederhana ala detektif swasta agar terhindar dari ragam tipu daya investasi bodong.

Menurut Jubun (43 tahun), pendiri perusahaan investigasi Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA), bisnis investasi bodong biasanya menggunakan promosi pada sosok yang terlihat “kaya”. Untuk konteks saat ini, influencer yang memiliki banyak pengikut di dunia maya mengambil peran sebagai afiliator.

Para influencer ini dicitrakan memiliki uang dingin yang siap beranak pinak dari hasil investasi. Siapa pun investornya, mereka akan untung besar. “Padahal tidak semua orang yang terlihat kaya itu benar adanya,” ungkap Jubun.

“Kalau memang investasi bikin kaya tanpa risiko, kenapa tidak main sendiri saja? Kenapa perlu memikat orang? Itu tanda tanya yang sederhana,” lanjut pria yang karib disapa Detektif Jubun ini.


Detektif Jubun menambahkan, sebelum berinvestasi, investor sebaiknya melakukan riset kecil tentang latar belakang bisnis/platform investasi, beserta para influencer-nya.

Soal kelegalan kegiatan sektor perbankan, pasar modal, lembaga keuangan non-perbankan seperti asuransi, dana pensiun, dan jasa lembaga jasa keuangan lain, dapat diperiksa ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan mengenai pengawasan aset kripto dan produk perdagangan berjangka komoditi seperti emas, forex, valas, dan lainnya, berada di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan RI.

“Ada cara mudah menyelidiki kekayaan seseorang, yakni lewat media sosial. Cari tahu rekam jejaknya di sana,” papar Detektif Jubun yang sudah menuntaskan ribuan kasus penipuan dan ragam perkara lainnya ini.

Masih kata Jubun, harta seseorang perlu dipertanyakan ketika ia mendadak terkenal dan terlalu hiperbolis saat memamerkan kekayaan. Apalagi kalau ternyata unggahannya baru dibuat belakangan ketika ia “terkenal”.

“Kalau ternyata baru bikin media sosial, sebelumnya ke mana?” sebut Detektif Jubun yang sudah menjalankan peran sebagai investigator profesional sejak 2008 ini.


Menyelidiki Investasi ala Detektif Swasta

Di tingkat yang lebih profesional, penyelidikan soal keamanan investasi dapat menggunakan jasa detektif swasta. Jubun beberapa kali menangani kasus penipuan dengan iming-iming “cuan” investasi. Seperti kasus-kasus lain, mulanya Jubun akan menanyakan detail kasus kepada klien.

Detektif Jubun kemudian akan mengumpulkan informasi dari berbagai arah, termasuk lewat pencarian internet dan verifikasi data kepada target alias pemilik bisnis/investasi. Terakhir, ia melakukan penggalian data dengan penyamaran di lapangan.

“Kerja saya memastikan apakah investasinya menguntungkan, ada penipuan atau tidak,” ujar sosok yang telah meluncurkan buku biografi yang berjudul The Untold Story of Private Investigator (2020) ini.


Ketika investasi yang dikerjakan aman, lanjut Detektif Jubun, maka semua bukti akan berhubungan satu sama lain. Ia menceritakan salah satu kasus yang pernah ditangani terkait penipuan investasi tambang senilai lebih dari Rp150 miliar di Kalimantan Timur.

Setelah mempelajari dokumen bisnis, Detektif Jubun dan tim melakukan wawancara terbuka dengan pemilik bisnis alias target. Dari situ didapatlah informasi dasar tentang latar belakang target, termasuk jumlah dan jenis bisnis yang dipunya, almamater, serta koneksi bisnis terdahulu.

Pengakuan klien juga mengungkap bahwa mereka pernah dijamu di salah satu hotel bintang 4 di Jakarta yang diakui target sebagai pemegang saham di sana.

“Kami lalu telepon ke hotel, mengaku dari bagian keuangan perusahaan X mau melakukan verifikasi data karyawan untuk keperluan administrasi kantor,” tutur Detektif Jubun.


Ternyata, terungkap sebelum klien Jubun datang, target sudah memesan kamar paling bagus dengan pelayanan nomor wahid. Ia juga mendapat jumlah tagihan yang dibayar oleh target. Singkatnya, target bukanlah pemilik saham di hotel tersebut.

“Saat konfirmasi ke pihak hotel, kita hanya tanya apakah benar Mr. X memesan kamar di tanggal sekian, dengan fasilitas ini dan itu. Kalau pemegang saham kan tidak perlu bayar, ini ternyata ditagihkan ke kartu kredit dia,” beber Jubun.

Akhir cerita, peluang investasi tambang tersebut dibatalkan klien karena Detektif Jubun menemukan bukti lain bahwa tambang yang dijanjikan adalah milik orang lain.

Dari situlah terlihat bahwa tak ada cara menjadi kaya secara instan. Butuh ilmu, pengetahuan, dan kehati-hatian untuk memahami setiap iklim investasi. Pada jenis investasi dengan nilai yang lebih besar, tak ada salahnya menyewa jasa detektif sebagai upaya antisipasi penipuan.


Baca juga artikel terkait SOSIAL BUDAYA atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight