Menuju konten utama

Tidak Benar UGM Terancam Ditutup dan Terbukti Beri Ijazah Palsu

Tidak ditemukan informasi resmi terkait kondisi UGM yang terancam ditutup. UGM justru mengklarifikasi dugaan pemberian ijazah palsu yang beredar.

Tidak Benar UGM Terancam Ditutup dan Terbukti Beri Ijazah Palsu
HEADER PERIKSA FAKTA UGM Terancam Ditutup. tirto.id/Tino

tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial memunculkan klaim bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu. Klaim tersebut juga dikaitkan dengan isu ijazah Presiden Joko Widodo yang kerap beredar di media sosial.

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook @AB Zaelani Firdaus pada Rabu (11/03/2026). Dalam unggahan tersebut terdapat sebuah gambar dengan narasi mencolok bertuliskan “UGM Terancam Ditutup! Terbukti Memberikan Ijazah Palsu”. Dalam gambar tersebut juga terdapat narasi yang menyebut pihak rektorat menutupi kebohongan demi keamanan diri dan keluarganya.

Dalam keterangan unggahan, pengunggah juga menuliskan narasi yang mempertanyakan kejujuran pihak rektorat dan menyinggung isu ijazah palsu.

HEADER PERIKSA FAKTA UGM Terancam Ditutup. tirto.id/Tino

HEADER PERIKSA FAKTA UGM Terancam Ditutup. tirto.id/Tino

“Ternyata Si Ibu Rektor punya k4sus to… maka nya tidak jujur,” tulis pengunggah dalam keterangan unggahan tersebut.

Unggahan tersebut turut disertai tagar #Ijazahpalsu, #Jokowi, dan #Ugm yang memperkuat kesan bahwa institusi pendidikan tersebut diduga terlibat dalam penerbitan ijazah palsu.

Hingga Kamis (12/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan sekitar 1.2 ribu tanda reaksi, 429 komentar, dan 89 kali dibagikan.

Lantas, benarkah UGM terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu?

Penelusuran Fakta

Melalui hasil pencarian di mesin pencari dengan kata kunci “UGM terancam ditutup karena memberikan ijazah palsu”, tidak ditemukan informasi kredibel yang memverifikasi klaim bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan ditutup karena terbukti menerbitkan ijazah palsu. Tidak ada pemberitaan dari media arus utama maupun pernyataan resmi pemerintah yang menyebut adanya rencana penutupan UGM terkait isu tersebut.

Sebaliknya, pihak UGM justru telah memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan mengenai ijazah dan skripsi Presiden Joko Widodo. Mengutip klarifikasi UGM berjudul “Klarifikasi UGM Soal Tuduhan Ijazah dan Skripsi Palsu Joko Widodo” yang dipublikasikan pada 21 Maret 2025,

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menegaskan bahwa ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli.

“Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegasnya.

Selain itu, Guru Besar Hukum Pidana UGM Marcus Priyo Gunarto menilai tuduhan pemalsuan ijazah tersebut tidak berdasar. Ia juga menyesalkan masih adanya pihak yang menuduh UGM melindungi Jokowi terkait isu tersebut.

“Jika kemudian ada dugaan bahwa UGM melakukan perlindungan atau perbuatan seolah-olah hanya untuk kepentingan Joko Widodo, itu sangat salah dan gegabah,” ujar Marcus dalam klarifikasi tersebut.

Klarifikasi resmi dari pihak universitas ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan bukti bahwa UGM menerbitkan ijazah palsu sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

Menurut pemberitaan Kompas.com pada 15 April 2025, Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu dalam keterangan resminya juga menyampaikan bahwa UGM tidak berkaitan dengan konflik kepentingan terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi.

"UGM tidak terkait konflik kepentingan antara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dan Joko Widodo,” ujarnya.

Andi menjelaskan bahwa UGM sebagai institusi publik yang melaksanakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia terikat dengan Peraturan Perundang-undangan berkaitan dengan perlindungan data pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik. Andi menegaskan, UGM siap menunjukkan data-data pribadi Jokowi jika diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum.

Dari informasi tersebut, sudah jelas bahwa pihak UGM secara resmi meminta publik untuk tidak mengaitkan institusi dengan tuduhan konflik atau perlindungan palsu terhadap Jokowi. Hingga saat ini, tidak ditemukan juga informasi kredibel yang menyebut UGM terbukti memberikan ijazah palsu maupun terancam ditutup. Hal ini ini menunjukkan bahwa narasi dalam unggahan yang menyebut UGM terancam ditutup karena ijazah palsu adalah tidak berdasar.

Kesimpulan

Dengan demikian, klaim yang menyebut Universitas Gadjah Mada terancam ditutup karena terbukti memberikan ijazah palsu kepada Presiden Joko Widodo adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).

Pihak UGM telah memberikan klarifikasi resmi bahwa ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah sah, serta menekankan agar institusi tidak dikaitkan dengan tuduhan palsu. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti kredibel yang mendukung klaim penutupan atau penerbitan ijazah palsu.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait IJAZAH PALSU atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto