tirto.id - Piala Dunia 2026 sangat mungkin menjadi panggung the last dance bagi dua sosok pesepakbola paling ikonik di abad ke-21: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ya, Messi kini berusia 39 tahun, sedangkan CR7 telah memasuki kepala empat alias 41 tahun.
Soal trofi Piala Dunia, Messi saat ini unggul usai mengantarkan Argentina meraih juara edisi 2022 lalu di Qatar. La Pulga menuntaskan penantian panjang sejak debut di perhelatan sepak bola terbesar sejagat itu pada 2006 silam.
Setelah memenangi semua gelar prestisius di level klub maupun timnas, Messi punya kesempatan menutup karier dengan manis di Piala Dunia 2026, apalagi jika mampu membawa Argentina jawara lagi alias back to back.
Apabila Messi telah meraih semua trofi mayor bersama Argentina, Cristiano Ronaldo masih menunggu gelar Piala Dunia pertamanya. Sama seperti Messi, Ronaldo juga pertama kali tampil di Piala Dunia pada 2006 dan bakal menjalani kesempatan ke-6 sepanjang kariernya sejauh ini.
Pencapaian Portugal dan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia tidak segemilang Messi bareng Argentina. Sebelum juara pada edisi 2022, Argentina sempat menembus final pada 2014 dan 2 kali lolos perempat final.
Adapun Portugal sempat mencapai semifinal pada 2006 namun gagal lolos fase grup di Piala Dunia 2014, lantas kandas di babak 16 besar pada 2010 dan 2018. Di edisi terakhir, 2022, saat Messi juara dunia, CR7 dan kawan-kawan terhenti di babak perempat final.
Cristiano Ronaldo: Antara Ambisi dan Harmonisasi
Kehadiran Cristiano Ronaldo di skuad Portugal saat ini ibarat pisau bermata dua. Sebagai kapten tim sekaligus abang paling senior, CR7 memang sosok berpengaruh yang kerap menginspirasi tim untuk tampil semaksimal mungkin dan pantang menyerah dengan semangat membara.
Namun, di sisi lain, ambisi Ronaldo untuk terus menjadi yang terbaik terkadang dianggap membuat harmonisasi tim sedikit terusik. Setidaknya itu yang menjadi perhatian beberapa kritikus sepak bola. Salah satunya adalah kolumnis olahraga The Guardian, Jonathan Wilson.
Dalam kolom Inside Football yang diterbitkan The Guardian edisi 30 Mei 2026 dengan tajuk “Creaking Cristiano Ronaldo’s Presence at World Cup is More a Curse than a Blessing”, Wilson bahkan menyebut CR7 sebagai beban bagi Timnas Portugal.
Menurut Wilson, Cristiano Ronaldo bukanlah pemain seperti dulu yang lincah dan eksplosif. CR7 sekarang terlihat kurang cepat meskipun masih cukup bagus dalam duel udara dan tetap seorang pencetak gol yang baik.
Cristiano Ronaldo, dalam bahasa Wilson, bahkan bukan lagi pemain seperti setelah dia berhenti menjadi pemain seperti dulu. “Dia bergerak lambat dalam lingkup pengaruh yang semakin kecil,” sebutnya.
Walaupun masih bisa diperdebatkan, pendapat Wilson cukup berdasar. Di usianya yang sudah 41 tahun, Ronaldo yang kini memperkuat Al Nassr di Arab Saudi tidak lagi bermain di level tertinggi. Itu pun baru sebiji trofi juara liga yang bisa diraih.

Cristiano Ronaldo versi Al Nassr tentunya berbeda dengan orang yang sama saat berseragam Manchester United, Real Madrid, bahkan Juventus. Setidaknya menurut pengamatan Wilson, pergerakan kapten Portugal itu semakin lambat dan sulit diharapkan turun membantu pertahanan.
Ketika CR7 absen, pasukan Seleção das Quinas bisa bermain dengan relatif baik, bahkan –begitu Wilson menyebut– justru lebih baik. Wilson mencontohkan apa yang terjadi di babak 16 besar Piala Dunia 2022 saat Portugal menghancurkan Swiss dengan skor telak 6-1, tanpa Ronaldo!
“Di Piala Dunia terakhir pun dia (Cristiano Ronaldo) tampak seperti beban. Ketika dia dicadangkan dan digantikan oleh Gonçalo Ramos melawan Swiss, Portugal menemukan kembali kecepatan dan semangat, mereka mencetak 6 gol, 3 di antaranya oleh Ramos,” nilai sang kritikus.
Ada lagi. Saat Portugal menghadapi Prancis di final Piala Eropa 2016, Ronaldo ditarik keluar pada menit 25 karena cedera dalam situasi yang masih 0-0. Sisa waktu pertandingan yang lebih banyak pun dilalui nir sang kapten. Hasilnya, Portugal menang 1-0 berkat gol Eder di menit 109.
Dalam 6 laga sebelum final itu, ketika Cristiano Ronaldo bermain, Portugal hanya menang sekali. Mereka juga mencatat sejarah sebagai tim pertama yang lolos fase gugur Piala Eropa tanpa meraih kemenangan di fase grup setelah bermain imbang 1-1 dengan Islandia, 0-0 melawan Austria, dan 3-3 kontra Hungaria.
Ambisi dan tuntutan kesempurnaan dari CR7 tidak sepenuhnya salah, terlebih dalam kondisi saat ini ketika usianya semakin menua dan belum tentu ia berkesempatan kembali ke panggung yang sama 5 tahun lagi.
Namun, tidak salah juga jika Cristiano Ronaldo kini terlihat lebih dewasa bahkan legawa jika hasratnya gagal terpenuhi lagi. Ia yakin para juniornya di skuad Portugal yang ada sekarang bakal berusaha sebaik-baiknya.
"Kami datang dengan harapan besar. Generasi saat ini akan mempersembahkan yang terbaik. Kami hanya akan tahu hasil akhirnya nanti, sejauh mana kami bisa melangkah," ucap Cristiano Ronaldo, dikutip dari ESPN.
Misi Paripurna Messi untuk Argentina
Beda Cristiano Ronaldo, beda pula Lionel Messi. Dengan menyandang status sebagai juara bertahan, beban La Pulga bersama Argentina mungkin sedikit lebih ringan di Piala Dunia kali ini meskipun tentunya tetap ingin mencapai yang terbaik.
Sama seperti Ronaldo, Messi sudah menuju penghujung karier di tim nasional. Performanya pun sudah tidak sedahsyat dulu ketika masih bermain di Barcelona atau PSG. Messi kini pun tidak lagi bermain di Eropa, ia memilih Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat bersama Inter Miami.
Jonathan Wilson, si tukang kritik itu, juga mencermati Messi di era terkini melalui kolom yang sama. “Betapa pun berbahayanya Messi di MLS, dia jelas tidak mampu bermain di level tertinggi di Eropa,” tulis Wilson jujur.

Bahkan, lanjut Wilson, saat mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 2022 di Qatar pun performa Messi sudah jauh menurun. Ia sering tidak terlihat dalam permainan, tetapi selalu memiliki satu atau dua momen magis yang membuat La Albiceleste memenangi pertandingan.
Walaupun demikian, peran Messi di skuad Argentina berbeda dengan Cristiano Ronaldo di Portugal. Messi tampak lebih tenang meskipun bisa tegas jika diperlukan. Ia bukan kapten yang selalu menuntut dan mampu membuat semua orang di tim membelanya, bahkan bersedia berkorban untuknya.
Misi Messi di Piala Dunia 2026, di fase yang barangkali menjadi senjakala kariernya, cukup sederhana: Menjaga marwah Argentina sebelum paripurna. Jika pun tidak juara, tidak mengapa, toh kemarin pernah.
Kans Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026
Tidak bisa dipungkiri, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah menjadi yang terbaik dalam 2 dekade terakhir. Adu duel keduanya menjadi laga yang paling sengit, terutama saat Ronaldo memperkuat Real Madrid dan Messi membela Barcelona di La Liga.
Akan tetapi, di level tim nasional, keduanya belum pernah bertanding di ajang resmi. Di era Ronaldo dan Messi, Portugal dan Argentina tercatat baru 2 kali bertanding di laga uji coba pada 10 Februari 2011 dan 19 November 2014.
Dalam pertemuan pertama di laga uji coba pertama pada 2011, Argentina menang 2-1 lewat gol Angel Di Maria dan Messi. Portugal membalas 1 gol melalui Cristiano Ronaldo.
Di laga kedua tahun 2014, giliran Portugal yang menang dengan skor 1-0 berkat gol Raphael Guerreiro. Akan tetapi, Ronaldo dan Messi tidak sempat berhadapan. Pasalnya, CR7 hanya bermain 45 menit di babak pertama, sedangkan Messi baru dimasukkan di babak kedua.
Adapun di level klub, Messi dan Ronaldo telah berhadapan sebanyak 36 kali. Hasilnya, Messi mencatat 17 kemenangan yang diraih saat membela Barcelona, sedangkan Ronaldo menang 11 kali dengan 2 tim berbeda, yakni Manchester United dan Juventus.
Meskipun selalu tampil sejak debut pada 2006, Messi dan Ronaldo belum pernah bertemu di Piala Dunia dalam 5 edisi yang mereka ikuti.
Piala Dunia 2026 menjadi peluang terakhir kans Ronaldo vs Messi tercipta. Hanya saja, dengan jumlah tim peserta yang lebih banyak membuat kesempatan itu semakin kecil.
Portugal dan Argentina dipastikan tidak bersua di fase awal karena berada di grup yang berbeda. Namun, belum ada yang tahu apakah mereka akan berhadapan di babak-babak selanjutnya. Apakah itu momen langka itu bakal terjadi? Patut dinanti.
--------
Ikuti selengkapnya info tentang Piala Dunia 2026 di Tirto.id lewat tautan di bawah ini:
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































