tirto.id - Kendati pemerintah melarang praktik judi daring, Indonesia justru mencatatkan diri sebagai negara dengan pemain judi slot terbesar di dunia. Apalagi, slot dianggap sebagai bentuk judi paling adiktif dan merusak dibanding jenis-jenis judi lainnya.
Dibandingkan jenis-jenis judi lainnya, misalnya taruhan olahraga, poker, atau bakarat, judi slot sangat mudah dioperasikan, cukup dengan memencet tombol. Dengan effort dan sumber daya seminimal mungkin, para pelaku terjebak pada iming-iming keuntungan maksimal. Oleh karena itulah para ahli mengategorikannya sebagai judi paling adiktif.
“Slot machines are the crack cocaine of gambling,” tulis Natasha Dow Schüll dalam bukunya, Addiction by Design (2012, hlm. 31). Terjemahan bebasnya, mesin slot diibaratkan seperti kokain dalam dunia narkotika: cepat, intens, dan sangat adiktif.
Sayangnya, kita tidak punya data terkait jumlah pecandu judi di Indonesia. Data-data terkait judi diakses lewat jumlah pencarian di internet, angka perputaran uang yang dikeluarkan, alamat IP (IP address) internet, dan survei terhadap pengguna internet.
Sebagai misal, dalam kurun Januari hingga Juni 2025, pencarian Google terhadap kata kunci “slot”, “judi slot”, “gacor”, dan “slot gacor”, selalu berkaitan dengan penelusuran situs judi. Angkanya mayoritas di atas 50 pencarian setiap hari. Artinya, meski Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengklaim telah memblokir jutaan situs judi, situs-situs baru terus bermunculan, seolah tak pernah habis dibasmi.
Selain itu, berdasarkan data terakhir Drone Emprit 2023, Indonesia menjadi negara dengan pemain judi slot terbanyak di dunia. Jumlahnya mencapai 201.122, di bawah Kamboja (26.279) dan Filipina (4.207).
Mengingat Indonesia melarang aktivitas judi daring, angka tersebut sangat mengkhawatirkan. Tingginya akses terhadap situs-situs judi menunjukkan ada yang salah dengan regulasi yang dibuat oleh pemerintah. Bisa jadi, penegakannya tidak tepat sasaran, misalnya lebih banyak menangkap pemain atau bandar kecil, alih-alih pemilik situs perjudian. Di luar itu, masyarakat yang minim literasi finansial membuat judi daring laris manis di Indonesia.
Pertama, meskipun pemerintah membanggakan program unggulan melawan judi daring dengan memblokir situs-situs judi, kita tahu, upaya itu kurang efektif. Sudah jadi rahasia umum, situs judi tetap bisa diakses menggunakan virtual private network (VPN).
Kedua, ada korelasi positif antara rendahnya literasi keuangan dan aktivitas judi daring, sebagaimana dikutip dari Journal of Comparative Economics. Rendahnya literasi keuangan di Indonesia menjadikan aktivitas judi tumbuh subur di kalangan kita.
"Kalau dilihat dari latar belakang para pelaku judi online, mereka ini memiliki keinginan mendapatkan sesuatu dengan cara cepat. Usahanya terkesan tidak rumit. Hanya deposit puluhan ribu rupiah dan dijanjikan keuntungan berlipat-lipat," ujar dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Firman Kurniawan.
Ketidakrumitan judi slot inilah yang menggiurkan banyak orang. “Walaupun deposit kecil, kalau lagi hoki bakalan jackpot [menang]. Sama, [main slot] nggak perlu berpikir lagi,” ujar salah satu narasumber dalam penelitian Universitas Sriwijaya tentang judi slot.
Rendahnya literasi keuangan para pelaku ditambah dengan promosi judi yang masif membuat judi slot sukar dibasmi. Berdasarkan data dari Populix, 82 persen pengguna internet di Indonesia familiar dengan judi slot karena terpapar iklan judi daring.
Jika dilihat lebih spesifik, secara umum para penjudi di Indonesia berasal dari kalangan kelas menengah ke bawah. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, sebanyak 2,18 juta orang memasang taruhan kecil kurang dari Rp100.000.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perjudian, khususnya judi slot, bisa jadi merupakan pelarian ekonomi sekaligus sumber harapan palsu bagi kelompok rentan. Di tengah tekanan finansial dan kurangnya akses terhadap edukasi keuangan, judi slot menawarkan ilusi kemudahan mendapatkan uang tanpa usaha. Sayangnya, justru merekalah yang paling rentan mengalami kerugian finansial dan tekanan psikologis akibat kekalahan berulang.

Biar bagaimanapun, judi slot merupakan salah satu bentuk perjudian berbasis keberuntungan (chance-based gambling), sebagaimana dikutip dari International Gambling Studies. Tidak seperti perjudian yang melibatkan strategi, seperti poker atau taruhan olahraga, judi slot sepenuhnya bergantung pada kebetulan. Tidak ada pola yang bisa dipelajari atau dikuasai.
Hampir bisa dipastikan, pemain judi slot cenderung ingin mendapatkan suatu hal secara instan. Semua jenis judi slot, mulai dari Age of the Gods, Zeus, 88 Fortunes, hingga slot klasik macam Triple Diamond atau 777 Deluxe, tidak membutuhkan keterampilan apa pun untuk memainkannya.
“Tinggal pencet-pencet tombol saja,” sebagaimana disampaikan narasumber penelitian dari Universitas Sriwijaya.
Judi Slot Didesain Menjadi Candu
Judi slot adalah jenis judi untung-untungan. Meskipun mengandung algoritma, sistem mesin slot disetel agar pemain kalah dan kecanduan.
Secara umum, mesin slot tradisional dibangun dengan sistem pengembalian keuntungan (return) sebanyak tiga persen. Namun, mesin slot modern disetel dengan 45 persen return bagi pemain, dilansir oleh The Verge.
Ilustrasinya di dunia nyata, jika menggunakan mesin slot tradisional, dari 100 kali putaran slot, hanya tiga putaran yang dimenangkan penjudi. Namun, mesin slot modern menjanjikan 45 kali kemenangan, tentu saja dengan tingkat variatif.
Dalam hal ini, tampaknya pengembalian keuntungan 45 persen memang lebih tinggi dan menjanjikan keuntungan. Namun, sebenarnya hal itu merupakan jebakan psikologis demi menjerat penjudi agar kecanduan.
Dasarnya adalah teori behaviorisme dari B.F. Skinner, yang melakukan eksperimen sederhana di awal abad ke-20 dan diabadikan dalam buku Schedule of Reinforcement (1957, hlm. 440). Dalam eksperimen tersebut, Skinner menempatkan seekor merpati ke dalam sebuah kotak khusus yang dikenal sebagai kotak Skinner atau Skinner Box.
Di dalam kotak itu, terdapat sebuah tuas. Setiap kali merpati menekan tuas tersebut, ia berkesempatan mendapatkan sebutir makanan. Skinner lalu mengatur berbagai pola pemberian hadiah.
Ketika makanan selalu keluar setiap kali tuas ditekan, merpati akan dengan cepat kenyang dan berhenti mencoba. Namun, saat Skinner mengubah sistem menjadi acak, merpati justru menjadi jauh lebih aktif. Ia terus menekan tuas, lagi dan lagi, seolah tidak ingin melewatkan kemungkinan hadiah berikutnya.
Temuan Skinner menjadi dasar pola penguatan perilaku (variable ratio reinforcement) yang justru lebih efektif ketika hadiah diberikan secara tidak menentu. Pola ini bukan hanya berlaku pada hewan, tetapi juga manusia.
Puluhan tahun kemudian, prinsip yang sama diterapkan dalam mesin slot di kasino dan platform judi daring. Pemain tidak pernah tahu kapan kemenangan akan datang. Kadang hanya butuh satu kali putaran, kadang puluhan kali. Namun justru ketidakpastian itulah yang membuat mereka terus mencoba. Harapan untuk “hampir menang” atau “menang besar di putaran berikutnya” menciptakan ilusi kontrol dan memberi sensasi bahwa keberuntungan hanya sejauh satu klik lagi.
Dengan kata lain, mesin slot bekerja seperti tuas di kotak Skinner. Bukan hanya tentang uang, tetapi tentang bagaimana psikologi manusia bisa dimanipulasi melalui sistem hadiah yang acak dan menggoda, sebuah mekanisme perilaku yang dirancang untuk menjerat dan membuat ketagihan.
Karena itu, dari berbagai jenis-jenis judi disebutkan di atas, judi slot adalah jenis judi paling adiktif dan merugikan. Tidak heran, banyak korban bunuh diri karena terjerat judi slot.
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Fadli Nasrudin
Masuk tirto.id


































