tirto.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengungkap adanya warga Jakarta yang ditemukan bekerja secara ilegal di Kamboja.
“Terkait dengan masalah Kamboja, ada juga warga DKI, ada juga, ya,” ujar Mukhtarudin usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Selasa (29/10/2025).
Di sisi lain, Mukhtarudin menyebut bahwa banyak juga warga DKI Jakarta yang bekerja secara resmi di luar negeri. Berdasarkan data dalam Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), terdapat lebih dari 4.000 warga DKI Jakarta yang telah resmi ditempatkan bekerja di luar negeri sepanjang periode 2023 hingga 2025.
“Warga DKI yang sudah ditempatkan bekerja di luar negeri dalam rentang waktu 2023 sampai 2025, ya. Itu yang terdaftar, ya, yang terdaftar di SISKOP2MI,” katanya.
Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan penempatan tenaga kerja asal Jakarta dilakukan secara legal dan aman, termasuk target untuk menempatkan para pekerja di perusahaan yang lebih baik.
“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk menyiapkan ke tempat-tempat tujuan yang memberikan potensi untuk masyarakat dan terutama yang dari Jakarta berkembang menjadi lebih baik, seperti di Korea, Jepang, Eropa Barat, Eropa Timur, kemudian juga ke Tiongkok, ke Middle East, dan sebagainya. Tadi kami sudah diskusi dengan Pak Menteri untuk itu,” kata Pramono.
Soal 26 WNI Pekerja Scam dan Judol dari Myanmar
Sementara itu, terkait dengan 26 orang WNI yang terlibat dalam pekerjaan sektor online scam dan judi online di Myawaddy, Myanmar, Mukhtarudin menegaskan bahwa negara tersebut juga bukan negara tujuan penempatan.
Dia menyebut hal ini telah diatasi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KBRI di Myanmar.
“Dan harapan kita, ya ini kepada masyarakat sekalian ada media, jangan tergiur ya, dengan imbauan-imbauan atau tawaran-tawaran bekerja di luar negeri, khususnya negara-negara yang bukan negara penempatan,” katanya.
“Kalau mau cari tahu, silakan kunjungi ke SISKOP2MI. Di situ ada jelas negara mana yang menjadi negara penempatan, perusahaan apa yang penyalurnya, ada di kita datanya,” sambungnya.
Sebagai informasi, Sebanyak 26 WNI yang terlibat dalam pekerjaan sektor online scam dan judi online di Myawaddy, Myanmar telah berhasil dipulangkan dan tiba di Indonesia, Rabu (29/10/2025). Para WNI yang sempat diamankan di kawasan perbatasan Thailand-Myanmar saat kabur dari Myawaddy itu tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.00 WIB.
"Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok berhasil memulangkan 26 WNI dari perbatasan Thailand-Myanmar," dikutip dari pernyataan Kemlu di kanal website Kemlu.go.id, Rabu (29/10/2025).
Dari total 26 WNI, terdapat satu orang di antara mereka yang diduga menjadi pelaku perekrutan tenaga online scam ke Myanmar.
Selain itu, 25 WNI di luar pelaku perekrutan akan ditempatkan di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus Kementerian Sosial untuk mendapatkan proses pendampingan. Para terduga korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut terdiri atas 22 orang laki-laki dan empat orang perempuan.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































