Menuju konten utama

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 2026: Berbakti kepada Orang Tua

Simak contoh teks khutbah Idul Fitri 2026 tentang berbakti kepada kedua orang tua sebagai referensi.

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 2026: Berbakti kepada Orang Tua
Ilustrasi salat Idul Fitri. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Contoh naskah khutbah Idul Fitri 2026 dapat dijadikan referensi bagi khatib salat id. Simak contoh naskah khutbah Idul Fitri mengenai berbakti kepada orang tua.

Saat Hari Raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat id secara berjamaah di masjid maupun tanah lapang. Momen ini dapat dijadikan sebagai sarana silaturahim sekaligus untuk refleksi diri melalui khutbah yang disampaikan.

Salat id memiliki khutbah yang disampaikan setelah pelaksanaan salat. Mirip dengan khutbah Jumat, pelaksanaan khutbah Idul Fitri terdiri dari dua kali khutbah. Namun bedanya, khatib tidak perlu duduk sebentar saat pergantian khutbah pertama ke khutbah kedua.

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 2026 Tentang Berbakti kepada Orang Tua

Beberapa topik pembahasan dapat disampaikan saat khutbah salat id. Umumnya, mengingat bahwa momen Idul Fitri sering disebut sebagai hari kembali fitri, tema khutbah yang dibawakan berkaitan dengan meminta maaf sesama muslim.

Namun, Idul Fitri juga menjadi momen silaturahim sekaligus kembali berkumpul bersama keluarga besar dan bertemu saudara. Hal ini bahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia hingga menciptakan tradisi mudik ke kampung halaman.

Berkumpul bersama keluarga merupakan salah satu nikmat yang bisa disyukuri. Setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu, agenda ini dapat mengingatkan betapa berharganya orang-orang terdekat.

Dalam momen Idul Fitri, masyarakat Muslim saling meminta maaf, khususnya kepada keluarga yang mencakup orang tua dan saudara-saudara. Kegiatan ini menjadi aktivitas inti hari raya sehingga menciptakan perasaan syukur jika kedua orang tua dan saudara masih lengkap dan sehat.

Untuk itu, muncul kesadaran mengenai berbakti kepada orang tua selagi masih hidup dan diberi umur panjang. Berbakti kepada orang tua dapat dijadikan tema khutbah Idul Fitri agar senantiasa memanfaatkan sisa usia orang tua untuk membahagiakan dan melakukan bakti.

Berikut ini contoh teks khutbah Hari Raya Idul Fitri 2026 tentang berbakti kepada kedua orang tua yang dapat dijadikan referensi dan digunakan sesuai kebutuhan:

Khutbah I

اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ أَمَّا بَعْدُ،

فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى: الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Jemaah salat Idul Fitri rahimakumullah,

Pagi ini, alunan takbir menggema di langit, menyerukan kebesaran dan keagungan Allah Swt. Gema takbir itu menggetarkan perasaan syukur di hati kita sebagi umat Islam.

Hari ini, tibalah saatnya kita merayakan kemenangan dan keberkahan setelah satu bulan penuh menempuh jalan terjal yang mengajarkan kesabaran dan ketabahan.

Pada pagi yang berbahagia dan penuh rasa syukur ini, kita berkumpul mengharap rida dan rahmat Allah. Dalam ampunan Allah yang luas, kita senantiasa memohon agar diberi hati yang lapang untuk tidak merasa bebas dari dosa. Maka, pada momen yang fitri ini, kita berusaha agar kembali fitri, kembali pada jiwa yang suci.

Idul Fitri tidak hanya menjadi sekadar perayaan. Lebih dari itu, Idul Fitri merupakan momentum untuk menjadi hamba Allah yang patuh pada perintah-Nya dan juga mengasihi seluruh makhluk-Nya.

Pada momen yang berbahagia ini, semoga kita bisa memperkuat tali silaturahim dan kebersamaan. Semoga kita bisa menanamkan kasih sayang pada siapa pun yang selama ini bersama kita menjalani kehidupan yang tidak selalu manis.

اللهُ أَكْبَرُ ٣× لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat,

Pada momen yang penuh suka cita menjalani Hari Raya Idul Fitri, kita dianjurkan untuk meminta maaf agar kembali fitri. Tak terkecuali kepada kedua orang tua yang telah membesarkan, mendidik, dan menukar kehidupannya untuk merawat kita hingga tumbuh dewasa.

Dalam Islam, Allah Ta'ala memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada orang tua. Bahkan, rida Allah terletak pada rida kedua orang tua dan murka Allah berada pada murka kedua orang tua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رِضَا اللهِ فِيْ رِضَا الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُهُ فِيْ سَخَطِهِمَا (رَوَاهُ الحَاكِم والطَّبَرَانِيّ والبَيْهَقِيّ في شُعَب الإيْمَان)

Maknanya: “Ridla Allah berada pada ridla kedua orang tua dan murka Allah berada pada murka kedua orang tua” (HR al-Hakim, ath Thabarani dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Tanpa sadar kita sering tidak mengindahkan perintah untuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua. Tanpa sadar kita sering menyakiti hati ayah-ibu, dengan perkataan dan perbuatan kita, setelah mereka memberi sepenuh hidupnya untuk kita.

Tak jarang, perkataan dan perbuatan itu hampir menjadikan kita sebagai anak yang durhaka. Padahal, durhaka kepada kedua orang tua adalah salah satu dosa besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ الذُّنُوْبِ يُؤَخِّرُ اللهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا عُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ، فَإِنَّهُ يُعَجَّلُ لِصَاحِبِهِ (رواه الحاكم)

Maknanya: “Balasan dari setiap dosa akan Allah tangguhkan sesuai dengan kehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua, sesungguhnya Allah akan mempercepat siksaan bagi pelakunya” (HR al-Hakim).

Ma'asyiral muslimiin wal muslimaat rahimakumullah,

Idul Fitri menjadi kesempatan untuk meminta maaf yang tulus kepada kedua orang tua. Jika masih hidup, sampaikanlah ucapan maaf itu dengan baik dan berjanji serta berupaya tidak mengulangi kesalahan-kesalahan. Semoga kita berkesempatan dan masih sempat untuk menunjukkan bakti sebaik-baiknya kepada mereka.

Jika salah satu orang tua atau keduanya telah meninggal, kita datangi makamnya atau cukup berdoa dari kejauhan. Ucapkanlah doa agar mereka diringankan dan dilapangkan kuburnya serta semoga kelak dapat berkumpul di surga Allah. Aamiin.

Jemaah salat Idul Fitri yang dirahmati Allah,

Demikian khutbah Idul Fitri pada pagi hari ini. Semoga kita bisa memaknai Idul Fitri lebih baik lagi dan senantiasa mengamalkan hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kita dapat senantiasa berbakti dan menyayangi kedua orang tua kita dengan segala cara yang kita mampu sebaik-baiknya, baik masih sama-sama di dunia maupun sudah terpisah raga. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٤×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذي وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الذى لا نبي بعده أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Pembaca dapat mengakses artikel mengenai Lebaran 2026 melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Lebaran 2026

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo