Tata Cara Berwudhu Saat Puasa Ramadhan: Bolehkah Berkumur?

Kontributor: Beni Jo - 28 Apr 2020 17:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Tata cara wudu ketika puasa Ramadan: khusus untuk berkumur dilakukan dengan tidak bersungguh-sungguh.
tirto.id - Ketika seseorang tengah berpuasa Ramadan, timbul pertanyaan tentang bagaimana ia berwudu saat hendak mengerjakan salat subuh atau asar. Apakah ia tetap dapat berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung (istinsyaq)?

Pada dasarnya, wudu dilakukan untuk kepentingan yang berbeda-beda. Wudu bisa bersifat wajib apabila hendak melangsungkan salat. Di sisi lain, wudu dapat bersifat sunah jika dilakukan ketika akan tidur, berhubungan badan dengan istri, hendak bepergian, atau kegiatan lainnya.

Dalam mazhab Syafi'i terdapat 6 rukun wudu, berdasarkan kitab Safinatun Najâ karya Salim bin Sumair Al-Hadhrami. Keenam rukun wudu tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, niat wudu sesuai dengan bacaan dibawah ini.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsil ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa

Artinya, "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala"

Membaca niat wudu ini dilangsungkan pada saat pertama kali anggota tubuh menyentuh air, yaitu ketika membasuh muka.

Kedua, membasuh muka, ke seluruh bagian muka, yang dimulai dari di antara dua telinga hingga memanjang menuju tumbuhnya rambut kepala sampai dengan bawah dagu.

Ketiga, membasuh kedua tangan sampai dengan kedua siku. Seluruh kulit tangan yang meliputi ujung kuku, sela-sela jari, dan kedua siku juga perlu dibasuh.

Keempat, mengusap sebagian kepala. Pada bagian ini, tidak perlu mengusap seluruh kepala yang ada, meskipun jika dilakukan juga tidak masalah. Cukup denganmenempelkan telapak tangan yang sudah basah oleh air ke atas kepala pun diperbolehkan.

Kelima, membasuh kedua kaki sampai dengan kedua mata kaki. Pada saat membasuh kaki, termasuk pula sela-sela jari, serta seluruh bagian yang ada di atas kulit kaki, seperti rambut.

Keenam, dilakukan sesuai dengan urutan di atas, dari langkah pertama hingga keenam. Apabila tidak sesuai atau tidak urut, maka wudhu dianggap tidak sah.

Selain enam rukun di atas, juga ada beberapa kesunahan ketika melakukan wudu, seperti berkumur dan istinsyaq (memasukan air ke dalam hidung). Akan tetapi, ketika sedang berpuasa, seorang muslim wajib memperhatikan kedua hal tersebut.

Berkumur yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memang menjadi kesunahan wudu. Namun, ketika sedang melangsungkan ibadah puasa, berkumur dengan cara ini tidak disunahkan.

Imam Nawawi dalam al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan, berkumur dengan sungguh-sungguh artinya mengambil air dari tangan menggunakannya kedua bibir kemudian memutar-mutar air di dalam mulut lantas memuntahkannya.

Zakariya al-Anshari dalam Asna al-Mathalib Syarh Raudl ath-Thalib menyatakan, "Orang yang berpuasa maka tidak disunahkan untuk bersungguh-sungguh dalam berkumur karena khawatir membatalkan puasanya".
besungguh-sungguh dalam berkumur adalah mengambil air (dari tangan, pent) dengan kedua bibir kemudian menjalankannya (memutar-mutar) di dalam mulut lantas memuntahkannya.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/60486/berkumur-saat-puasa

Selain berkumur, istinsyaq juga merupakan kesunahan dalam berwudu. Namun, ketika sedang berpuasa, istinsyaq atau memasukan air ke dalam hidung sebaiknya tidak dilakukan.

Ini dipilih agar tidak ada air yang masuk ke dalam tubuh lewat lubang hidung tersebut. Jika air masuk lewat lubang hidung, bisa berakibat pada batalnya puasa.

Diriwayatkan, Nabi Muhammad bersabda, "Sempurnakanlah wudu, bersungguh-sungguhlah ketika istisyaq (menghirup air ke dalam hidung), kecuali ketika kamu sedang puasa" (H.R. Abu Dawud 142)

Baca juga artikel terkait WUDHU SAAT PUASA atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus

DarkLight