Menuju konten utama

Tanpa Braille, Peserta UN Tuna Netra Dipaksa Berimajinasi

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti mengatakan siswa tuna netra kesulitan dalam mengikuti Ujian Nasional karena tidak adanya soal braille.

Tanpa Braille, Peserta UN Tuna Netra Dipaksa Berimajinasi
Seorang siswa membaca naskah bentuk ANTARA FOTO/Wira Suryantala

tirto.id - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti mengatakan siswa tuna netra kesulitan dalam mengikuti Ujian Nasional (UN) karena tidak adanya soal braille.

Sejauh ini, Retno memang mengakui jika soal dengan huruf braille cenderung mahal. Harga untuk setiap soal UN diperkirakan mencapai Rp500.000.

Namun Retno berkata, seharusnya harga bukan menjadi persoalan bagi pemerintah untuk mendiskriminasikan penyandang disabilitas.

"Soal braille cukup mahal, diperkirakan Rp500.000 per soal. Tapi seharusnya, harga tidak menjadi halangan bagi pemerintah," ujar Retno di Jakarta pada Rabu (6/4/2016).

Selanjutnya Retno menjelaskan beberapa pihak sudah berusaha memberi solusi sebaik mungkin bagi peserta tuna netra agar tetap bisa mengerjakan soal UN, namun dirinya tetap merasa kesulitan.

Dia menambahkan, pengawas ujian membacakan soal, namun peserta tetap merasa kesulitan karena soal-soal yang disertai gambar, simbol, dan grafik tidak bisa dijelaskan oleh pengawas, sehingga peserta tuna netra dipaksa berimajinasi.

"Hal ini bentuk diskriminasi pemerintah terhadap penyandang disabilitas," kata Retno.

Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia, Aria Indrawati, mengeluhkan kejadian tersebut karena terus saja berulang setiap tahun.

"Ini kesalahan fatal dari menteri ke menteri, ini diskriminasi terhadap kaum tuna netra," kata Aria.

Menurut Aria belum tentu semua siswa yang mengikuti UN bisa membaca, karena keterbatasan fisik. Siswa tuna netra yang mengikuti UN harus membaca braille bukan cetak.

"Sangat disayangkan, hal ini terjadi disaat Indonesia sudah mengesahkan UU Disabilitas. Pertuni selalu bicara, tetapi apakah suara kami didengar? Kami akan cek kembali kebenaran hal itu," cetus Aria. (ANT)

Baca juga artikel terkait DISKRIMINASI atau tulisan lainnya

Reporter: Rima Suliastini