tirto.id - Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sikka, Orang muda Katolik Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Ili dan Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengikuti ibadat dan menanam pohon beringin di halaman gereja.
Umat Katolik di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Ili di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (27/04/2025 sore menggelar ibadah dan juga menanam pohon beringin di halaman gereja. Kegiatan menanam pohon beringin ini dilakukan sebagai tanda cinta dan untuk mengenang kepergian Paus Fransiskus sebagai "Papa at Ecologia".
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia bersama Pastor Paroki Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Ili, RD. Polikarpus Sola, dan Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sikka, Bram Kopong, bersama pemuda Katolik dan Orang Muda Katolik turut menanam pohon beringin di halaman gereja.
Usai menanam pohon beringin di halaman Gereja, dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh RD. Polikarpus Sola. Acara lalu dilanjutkan dengan menyalakan seribu lilin untuk Paus Fransiskus.

RD. Polikarpus Sola mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok yang luar biasa, diantaranya sosok sangat peduli pada lingkungan dan menganggap bumi ini sebagai rumah bersama.
"Kegiatan ini dalam rangka mengenang Paus Fransiskus, dengan sosoknya yang luar biasa diantaranya kepedulian lingkungan dan bumi ini sebagai rumah bersama, tadi kegiatan menanam pohon dan ibadat sabda dan aksi seribu lilin untuk mengenang paus Fransiskus," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengatakan Paus Fransiskus merupakan sosok pemimpin yang rendah hati dan peduli terhadap orang kecil.
Ia akan meneladani sosok Paus Fransiskus agar bisa menjadi pemimpin yang rendah hati dan peduli terhadap masyarakat kecil.
"Beliau ini adalah sosok seorang pemimpin yang sangat rendah hati, beliau sangat peduli dengan orang kecil, ini yang sebenarnya kami sebagai pemimpin, pemerintah daerah, kami ingin belajar meneladani bagaimana menjadi seorang pemimpin yang rendah hati dan peduli terhadap masyarakat kecil," jelasnya.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id































