Menuju konten utama

Saat Paus Fransiskus Tegur Trump: Bangun Jembatan, Bukan Tembok

Seruan Paus Fransiskus sempat menilai ketidakadilan yang ditunjukkan Donald Trump terhadap para migran di perbatasan Meksiko dan AS 2016 lalu.

Saat Paus Fransiskus Tegur Trump: Bangun Jembatan, Bukan Tembok
Persiapan terus dilakukan untuk upacara pemakaman pemimpin spiritual Gereja Katolik dan kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan, Vatikan pada tanggal 25 April 2025. Vatican Media / Handout /
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Prosesi Misa pemakaman Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, telah berakhir pada Sabtu (26/4/2025) siang waktu setempat. Ribuan peziarah telah menghadiri prosesi misa pemakaman, termasuk sejumlah pemimpin negara seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kemudian Presiden Prancis Emmanuel Macron dan juga Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Dilansir melalui Reuters, misa pemakaman Paus Fransiskus dipimpin Kardinal Giovanni Battista Re, asal Italia.

Dalam ceramahnya di depan ratusan pemimpin dunia, Kardinal Re mengulang pernyataan Paus Fransiskus yang ditujukan kepada Donald Trump tentang persatuan.

"Membangun jembatan, bukan tembok,” ujar Kardinal Re pada Sabtu (26/4/2025).

Pernyataan Paus Fransiskus itu dilontarkan pada 2016, saat ia merayakan misa di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat. Paus Fransiskus menyebut Trump "bukan Kristen" karena pandangannya terkait kaum migran.

"Seseorang yang hanya berpikir tentang membangun tembok, di mana pun mereka berada, dan tidak membangun jembatan, bukanlah orang Kristen," kata Paus Fransiskus saat itu.

Trump kemudian menjawab kritik tersebut dan mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Paus Fransikus tidaklah mencerminkan pemimpin agama.

"Bagi seorang pemimpin agama untuk mempertanyakan keyakinan seseorang adalah memalukan," ujar Trump saat itu.

Trump Zelenskyy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat berbincang di Basilika Santo Petrus Vatikan, Sabtu (26/4/2025. ANTARA/Anadolu/aa.

Dalam homilinya, Battista Re menyoroti seruan Fransiskus yang tak henti-hentinya untuk perdamaian dunia. Semasa kepemimpinannya, Fransiskus selalu mendesak perundingan dalam upaya mengakhiri konflik yang berkecamuk di seluruh dunia.

Kardinal Re mengatakan bahwa Paus Fransiskus yang merupakan paus pertama dari Amerika Latin telah mengumpulkan perhatian global selama 12 tahun kepausannya. Dia menyebut bahwa Paus Fransiskus telah menyentuh hati banyak orang secara langsung.

"Kaya akan kehangatan manusia dan sangat sensitif terhadap tantangan saat ini, Paus Fransiskus benar-benar berbagi kecemasan, penderitaan, dan harapan saat ini," kata Re.

Misa pemakaman Paus Fransiskus diketahui diikuti oleh 220 kardinal, 750 uskup, dan lebih dari 4.000. Peti jenazah Paus ditempatkan di atas karpet merah dan diatur menghadap para pelayat di Alun-Alun Santo Petrus.

Setelah prosesi misa selesai, peti jenazah Paus Fransiskus dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore di Roma untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman di dalam gereja tersebut digelar secara tertutup dan tidak dibuka untuk umum.

Baca juga artikel terkait PAUS FRANSISKUS MENINGGAL atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto