tirto.id - Polsek Metro Penjaringan tengah menyelidiki kasus dugaan penyimpangan seksual terhadap seekor anjing di Dog Ministry, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, mengatakan laporan dari korban dan saksi-saksi telah diterima pihaknya. Pelaku juga sudah dimintai keterangan, namun penyelidikan masih terus berjalan.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan memang apabila diperlukan, kita akan melakukan pengecekan terhadap psikis atau kejiwaan terhadap si pelaku ini," ujar Sampson kepada wartawan, dikutip Selasa (16/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Dog Ministry, sebuah tempat penitipan dan kafe hewan di kawasan Penjaringan. Kejadian ini terekam dalam video yang beredar di sosial media.
Kronologi Dugaan Pelecehan Anjing di Dog Ministry
Sampson menjelaskan, dalam rekaman video terlihat pelaku datang ke lokasi, lalu memanggil salah satu ekor anjing hingga mendekat. Pelaku kemudian membuka celana dan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap anjing peliharaan tersebut.
"Pelaku memaksa anjing tersebut untuk melakukan sesuatu terhadap kemaluannya," jelasnya.
Pelaku disebut baru sekali melakukan aksi tersebut. Anjing yang menjadi korban adalah jenis pomerian bernama Sissy. Pihak kafe telah posting kronologi di media sosial mereka.
Pelaku diketahui masih berstatus lajang dan bekerja di luar lokasi kejadian. Ia hanya pengunjung yang datang ke tempat tersebut untuk bersantai.
Soal lokasi kejadian, Sampson menjelaskan tempat tersebut bukan kafe biasa, melainkan tempat santai yang dikelilingi hewan peliharaan. Anjing-anjing di lokasi bebas berkeliaran sehingga pelaku dengan mudah memanggil salah satunya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan terhadap hewan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
"Itu kita masuknya penganiayaan terhadap hewan," kata Sampson.
Respons Dog Ministry
Cafe Dog Ministri melalui media sosial Instagram telah memberikan keterangan kronologi dan update kondisi anjing bernama Sissy tersebut.
"Kami sangat terpukul. Fokus kami saat ini masih tertuju pada pemantauan kondisi Sissy dengan arahan dari dokter," demikian tulis Dog Ministry, dikutip Selasa (16/6).
"Tindakan seperti ini tidak boleh dianggap normal, tidak boleh dianggap bercanda, dan tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda terdampak secara langsung oleh kejadian ini, silakan hubungi kami melalui DM," lanjut Dog Ministry.
Perkembangan terbaru kondisi Sissy masih dalam masa pemantauan dan pemulihan. Dalam 3 hari setelah kejadian, berat badan anjing pom tersebut turun sekitar 800 gram, mengalami penurunan nafsu makan, dan sempat didiagnosis anemia oleh dokter hewan.
Dalam proses mediasi, keluarga yang bersangkutan menyampaikan bahwa pelaku merupakan seorang berkebutuhan khusus. Mereka juga menyampaikan bahwa perilaku serupa disebut pernah terjadi sebelumnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































