tirto.id - Meninggalnya salah satu peserta Half Marathon dalam ajang BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 menuai perhatian publik. Medical Director, Dokter Andhika Raspati, akhirnya angkat bicara menanggapi insiden yang viral di media sosial tersebut.
Korban bernama Agus Putranadi dilaporkan mengembuskan napas terakhir di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, pada Minggu (14/6/2036) pukul 16.48 WIB. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Dhika melalui unggahan Instagram pribadinya @dhika.dr, Senin (15/6/2026).
"Turut berduka cita atas meninggalnya salah satu peserta Le Minerale HM BTN Jakarta International Marathon 2026, Alm. Agus Putranadi," demikian tulis dr Dhika dalam klarifikasinya di akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa (16/6/2026).
Menurut Dhika, jumlah tenaga medis yang dikerahkan pada ajang tahun ini justru lebih banyak dibandingkan edisi sebelumnya. Terdapat peningkatan sebesar 35 persen dengan total 257 personel yang disebar di 10 tenda medis, 21 ambulans, serta 40 titik mobile dan roaming medic di sepanjang jalur lomba.
"Peningkatan ini kami lakukan meski jumlah pelari per harinya (24.000), lebih sedikit dibandingkan jumlah pelari tahun lalu [33.000],” ucapnya.
Dhika memastikan seluruh rancangan pengamanan medis telah melalui proses persetujuan dari Technical Delegate Federasi World Athletics.
Personel yang bertugas pun terdiri dari tenaga kesehatan profesional, meliputi dokter spesialis kedokteran olahraga, dokter anestesi, dokter umum, fisioterapis, perawat, hingga paramedis terlatih yang telah mengikuti briefing dan pelatihan sebelum acara berlangsung.
Kendati demikian, Dhika mengakui tantangan terbesar muncul pada hari kedua perlombaan ketika terjadi lonjakan panggilan darurat secara bersamaan di berbagai titik rute. Kondisi ini memaksa tim medis menerapkan sistem prioritas penanganan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan masing-masing peserta.
"Terjadi lonjakan panggilan gawat darurat secara bersamaan di berbagai titik rute," ucapnya.
Dhika pun menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan medis selama ajang berlangsung. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga medis dan relawan yang bertugas di bawah terik cuaca panas untuk memberikan pertolongan kepada peserta yang membutuhkan.
"Terima kasih kepada seluruh personel tim medis atas kerja kerasnya menahan lelah dan panas untuk menolong para pelari yang membutuhkan pertolongan," tulisnya.
Peserta BTN Jakim Meninggal Dunia
Salah satu peserta lari bernama Agus, dari kategori Le Minerale Half Marathon meninggal dunia pada hari Minggu (14/6/2026), setelah menjalani marathon pada pagi harinya.
“Turut berduka cita atas meninggalnya Agus Putranadi,” tulis akun resmi BTN Jakim 2026 di Instagram pada Minggu malam.
Agus merupakan salah satu peserta BTN Jakim yang kolaps ketika mengikuti ajang lari kategori half marathon yang memiliki variasi jarak 5km, 10km dan 21km. Kesaksian para peserta menyebut bahwa banyak yang mengalami masalah kesehatan di dua pertiga rute lomba, Agus adalah salah satunya.
Teman korban, Johan Rio Pamungkas, menjelaskan di akun Threads miliknya bahwa korban dikabarkan kolaps tak sadarkan diri di kilometer 14. Setelah itu, Agus dibawa ambulans ke Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk untuk mendapatkan pertolongan.
Akan tetapi, kabar duka justru tersiar setelah itu. Agus dinyatakan meninggal dunia.
“Hari ini, saya shock, dapat kabar meninggalnya. Selamat jalan Gus, saya bersaksi kamu orang baik. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” tulis Johan Rio.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































