Menuju konten utama

Tak Ada Infrastruktur di Nawa Cita

Hal yang menarik, di dalam Nawa Cita tak satupun terselip kata infrastruktur yang kini menjadi andalan pemerintahan Presiden Jokowi. Meskipun, tercantum program-program yang terkait dengan pembangunan, seperti program ketiga, kelima dan ketujuh.

Tak Ada Infrastruktur di Nawa Cita
Presiden Joko Widodo mengamati aktivitas bongkar muat terminal teluk lamong usai meresmikan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan terminal Teluk Lamong momentum kebangkitan maritim Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5). Antara foto/zabur karuru/rei/spt/15.

tirto.id - Nawa Cita atau sembilan agenda prioritas merupakan sembilan program yang ditawarkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Sembilan program itu digagas untuk menunjukkan skala prioritas demi perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Hal yang menarik, di dalam Nawa Cita tak satupun terselip kata infrastruktur yang kini menjadi andalan pemerintahan Presiden Jokowi. Meskipun, tercantum program-program yang terkait dengan pembangunan, seperti program ketiga, kelima dan ketujuh.

Program ketiga tentang Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Kemudian ada program kelima tentang meningkatkan kualitas hidup serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektare, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi, serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019. Sementara program ketujuh tentang mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Baca juga artikel terkait atau tulisan lainnya dari Nurul Qomariyah Pramisti

Reporter: Kukuh Bhimo Nugroho
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti