tirto.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan tabungan masyarakat bernilai besar di perbankan. Tabungan dengan nominal di atas Rp5 miliar melonjak hingga 22,76 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba mengatakan kenaikan tabungan bernilai fantastis itu diduga kuat dipengaruhi oleh penempatan dana pemerintah.
"(Tabungan) di atas Rp5 miliar ini pertumbuhannya cukup tinggi, 22,76 persen pertumbuhannya. Ini mungkin juga dikontribusi adanya penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah itu, mungkin persentasenya cukup tinggi jadinya," katanya dalam Konferensi Pers di Kantor LPS, dikutip Jumat (23/1/2026).
Pertumbuhan tersebut sangat kontras dengan kenaikan tabungan kalangan menengah ke bawah. Tabungan di bawah Rp100 juta juga tumbuh, tetapi hanya sebesar 3,43 persen (yoy).
"Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total dia tidak terlalu, tapi dia masih tumbuh yang di bawah Rp100 juta," jelas Ferdinan.
Di sisi lain, LPS juga mencatat perkembangan positif terkait inklusi keuangan. Jumlah penduduk usia produktif (15-69 tahun) yang belum memiliki rekening bank atau unbanked terus menurun tajam.
Data menunjukkan penurunan dari 23,5 juta orang pada 2023 menjadi 18,2 juta di 2024, dan turun lagi menjadi 15,3 juta orang pada 2025.
"Dalam beberapa tahun terakhir betul memang data unbanked sudah menunjukkan tren penurunan untuk usia 15 sampai 69 tahun, totalnya 23,5 juta dan turun menjadi 15,3 juta di 2025," ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution.
Meski demikian, angka tersebut masih dianggap tinggi. Oleh karena itu, upaya meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang penjaminan simpanan akan terus digencarkan.
"Jumlah ini menurut kami masih cukup besar dan harus terus diturunkan," ucap Farid.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































