Menuju konten utama

Survei Jakpat Ungkap Kebutuhan Pemudik saat Istirahat di Jalan

Survei Jakpat merekam pola aktivitas para pemudik Lebaran 2026, termasuk ketika mereka berhenti untuk istirahat di tengah perjalanan.

Survei Jakpat Ungkap Kebutuhan Pemudik saat Istirahat di Jalan
Header Jakpat 1. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Laporan riset Jakpat mengungkapkan pola perilaku para pemudik saat Mudik Lebaran 2026. Survei yang menjangkau 500 responden tersebut merekam kebiasaan para saat menempuh perjalanan jalur darat dari barat ke timur.

Salah satu kesimpulan survei itu adalah aktivitas berhenti sejenak di tengah perjalanan untuk melepas lelah dan menggunakan berbagai fasilitas dasar menjadi kebutuhan utama banyak pemudik. Rute perjalanan yang panjang menjadi salah satu alasan kebutuhan itu.

Profil Perjalanan Pemudik Lebaran 2026

Laporan Jakpat mencatat, 7 dari 10 responden survei tersebut melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil pribadi. Transportasi darat lain yang digunakan adalah bus (21%) dan mobil travel (7%).

Lebih dari separuh responden juga memilih rute melewati Tol Trans Jawa secara penuh (56%). Sekitar 44% responden mengambil jalur kombinasi tol dan non-tol.

Terkait lokasi tujuan mudik cukup bervariasi. Di antara yang menjadi tujuan paling banyak responden adalah Jawa Tengah Utara (19%), Jawa Tengah Solo Raya (18%), dan DI Yogyakarta (14%).

Sementara itu, lama perjalanan mudik bervariasi, rerata 10 jam. Sebanyak 27% responden menempuh perjalanan hanya 3-5 jam. Ada 1 dari 4 pemudik yang menempuh perjalanan hingga selama 9-12 jam.

Hampir separuh responden (46%) memilih berhenti 2-3 kali di tengah perjalanan mudik. Data ini menunjukkan kecenderungan pemudik mengambil jeda berkendara secara berkala.

Perilaku Pemudik saat Berhenti di Tengah Perjalanan

Semua responden dalam survei Jakpat menyatakan singgah di tempat istirahat atau rest area saat melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Di berbagai tempat pemberhentian, mereka melakukan beragam aktivitas.

Saat berhenti, mayoritas pemudik juga mampir membeli makanan atau minuman (78%) atau beribadah di tempat ibadah (76%). Banyak pemudik lainnya mengisi waktu perjalanan dengan mendengarkan musik/radio (76%) dan mengakses media sosial (73%).

Para pemudik itu umumnya memilih tempat berhenti untuk istirahat dengan pertimbangan kelengkapkan fasilitas dasar dan kebersihan. Ketersediaan toilet yang memadai menjadi alasan utama (74%). Pertimbangan lain adalah keberadaan musala (72%) dan kebersihan fasilitas (65%).

Data itu selaras dengan temuan lainnya dalam survei Jakpat, bahwa mayoritas pemudik memanfaatkan rest area untuk memenuhi kebutuhan dasar terkait fisik dan kendaraan.

Di rest area, fasilitas sanitasi dan tempat ibadah menjadi yang paling banyak dikunjungi oleh pemudik. Sebanyak 81% responden masuk kawasan rest area untuk memanfaatkan sarana toilet, dan 76% lainnya mencari tempat ibadah.

Tempat lain yang juga dikunjungi oleh banyak pemudik saat berhenti di tengah perjalanan adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan tempat makan (restoran, kafe, serta lainnya). Persentasenya masing-masing 69%.

"Mayoritas pemudik saat ini menempuh perjalanan berjam-jam bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Karena perjalanan berlangsung cukup panjang, titik singgah memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung kenyamanan selama perjalanan," kata Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna.

"Hal ini tercermin dari tingginya ekspektasi pemudik terhadap fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan esensial, baik secara fisik maupun spiritual, seperti toilet yang bersih, area istirahat yang nyaman, serta tempat ibadah yang memadai," jelasnya.

Siapa saja teman perjalanan mudik Lebaran 2026 jalur darat? Bagaimana perilaku perjalanan mudik Lebaran 2026 berdasarkan kelompok umur?

Simak data detailnya dalam laporan hasil survei Jakpat ini: Tren Perjalanan Mudik Lebaran 2026.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis