tirto.id - Direktur Lokataru, Delpedro Marhaen, menuliskan surat dari dalam sel tahanan Polda Metro Jaya. Dia menceritakan apa saja yang dijalaninya setelah ditangkap aparat kepolisian pada 1 September 2025 di kantor Lokataru, Pulomas, Jakarta Timur.
Delpedro mengungkap bahwa dirinya menjalani pemeriksaan selama 24 jam oleh tim penyidik Polda Metro Jaya. Dia dicecar 98 pertanyaan oleh tim penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Setelah itu saya mendapatkan surat perintah penahanan. Kini saya ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Perkara ini berkaitan dengan tindakan saya dan Lokataru yang memberikan bantuan hukum bagi mereka yang ditangkap hanya karena menyampaikan pendapat di muka umum," kata Delpedro dalam surat yang diunggah akun Instagram @dandhy_laksono, dikutip Kamis (4/9/2025).
Menurut Delpedro, selain bantuan hukum, pihaknya juga membela pelajar yang KJP-nya dicabut dan meminta biaya rumah sakit bagi korban kekerasan polisi untuk digratiskan. Upaya itu kemudian disebut dia sudah berhasil dan dikabulkan.
"Tetapi semua itu jadi alasan untuk menuduh saya melakukan perbuatan menghasut. Saya tidak pernah menyesal melakukan itu semua. Ini soal masa depan orang banyak yang menggantungkan diri puada pendidikan. Jika kami biarkan, bagaimana merasa bisa mengubah nasibnya?" ucap Delpedro.
Lebih lanjut dia berpesan kepada semua pihak yang memberikan dukungan padanya untuk tidak khawatir dengan kondisinya. Delpedro menyatakan bahwa mereka akan selalu terhubung dengan kesamaan nasib yang belakangan semakin gelap.
"Kita juga tetap terhubung pada solidaris dan semangat kewargaan. Untuk itu, kita harus masih tetap tegak berhadapan dangan hal buruk apapun ke depan," ungkap Delpedro.

Kepada rekan-rekannya di Lokataru, Delpedro meminta maaf karena merasa belum menjadi pemimpin yang baik. Dia juga meminta maaf karena tidak bisa melindungi dan menemani di masa-masa sulit.
Diakui Delpedro, dirinya selalu melihat rekan-rekan di Lokataru sebagai penguatnya. Bagi dia, hanya rekan-rekan di Lokataru yang terdiri dari anak-anak muda yang terus menunjukan ikhtiar dan ketergarannya membela kelompok rentan serta tertindas, meskipun harus menghadapi ancaman.
"Ini kekayaan yang dimiliki oleh anak muda. Semoga kita senantiasa di jalan ini. Makin ditekan, makin melawan!" ujar Delpedro.

Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























