tirto.id - Surah Az-Zumar ayat 53 memberikan kabar gembira kepada kaum muslimin agar tidak putus asa terhadap ampunan Allah. Setiap muslim berpeluang diampuni dosa-dosanya sekalipun jumlahnya sebanyak buih di lautan. Bagaimana isi surah Az-Zumar ayat 53 latin dan artinya?
Pengertian putus asa adalah hilangnya harapan dalam diri seseorang. Hal itu disebabkan tenaga, pengharapan, dan kemampuan seseorang telah lemah. Ia tidak lagi memiliki kemauan untuk melakukan hal-hal yang membuatnya bersemangat selama ini.
Sikap putus asa memiliki sejumlah dampak negatif bagi pelakunya. Putus asa akan merugikan diri sendiri karena membuang waktu, energi, menguras emosi, dan menghambat potensi yang dimiliki. Di sinilah, orang yang berputus asa dari rahmat Allah perlu meneladani kandungan surah Az-Zumar ayat 53.
Bacaan Surah Az-Zumar Ayat 53 Arab, Latin, dan Artinya
Surah Az-Zumar ayat 53 Latin dan artinya memiliki bacaan sebagai berikut:
قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Qul yā 'ibādiyallażīna asrafụ 'alā anfusihim lā taqnaṭụ mir raḥmatillāh, innallāha yagfiruż-żunụba jamī'ā, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm
Artinya: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'. " (QS. Az-Zumar [39]: 53).
Isi Kandungan Surat Az-Zumar Ayat 53
Surah Az-Zumar ayat 53 membahas tentang rahmat Allah subhanahu wa ta'ala yang sangat besar dan tak terhingga. Betapapun besar dosa maksiat yang dilakukan seseorang, ampunan Allah jauh lebih luas untuk diberikan kepada hamba-Nya.
Surah Az-Zumar ayat 53 menjadi dalil larangan bagi umat Islam agar tidak mudah berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah subhanahu wa ta'ala. Allah memberikan kesempatan pada hamba untuk melakukan tobat sehingga semua dosa dapat diampuni.
Sikap putus asa merupakan akhlak tercela yang harus dihindari setiap muslim. Orang yang berputus asa digambarkan sebagai sosok yang lemah imannya. Sikap ini juga menjadi karakteristik yang dimiliki orang kafir.
Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan karakter tersebut dalam surah Yusuf ayat 87. Allah berfirman:
يَٰبَنِىَّ ٱذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ
Yā baniyyaż-habụ fa taḥassasụ miy yụsufa wa akhīhi wa lā tai`asụ mir rauḥillāh, innahụ lā yai`asu mir rauḥillāhi illal-qaumul-kāfirụn.
Artinya: "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf [12]: 87).
Islam memberikan perhatian pada umatnya mengenai masalah ini. Setiap muslim hendaknya jangan pernah berputus asa, terutama terhadap rahmat dan ampunan Allah subhanahu wa ta'ala. Kendati ia sudah gagal, banyak bermaksiat, serta bergelimang dosa, Allah senantiasa membuka pintu taubat dan memberikan kesempatan bagi hamba untuk kembali ke jalan yang lurus.
Sayyid Quthb dalam kitab Tafsir fi Zhilalil Quran (2000) menjelaskan, arti surah Az-Zumar ayat 53 merupakan bentuk keadilan Allah subhanahu wa ta'ala. Allah tidak akan menyiksa seorang hamba karena kemaksiatan jika ia memiliki komitmen memperbaiki kekeliruan tersebut. Allah melarang hamba berputus asa dari rahmat dan ampunan dari Allah yang Mahapengasih, Mahapenyayang, serta sekaligus menerima tobat selama belum datang sakaratul maut.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba, selama [ruh] belum sampai di tenggorokan," (H.R. Tirmidzi).
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































