Menuju konten utama

Sugiono: Tak Ada Kritik Kemlu di Pertemuan Prabowo & Eks Menlu

Diskusi berlangsung terbuka melalui dialog 2 arah antara Presiden Prabowo & para tokoh guna membangun pemahaman bersama.

Sugiono: Tak Ada Kritik Kemlu di Pertemuan Prabowo & Eks Menlu
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan paparan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Dalam paparannya, Sugiono mengumumkan capaian diplomasi Indonesia sepanjang tahun 2025 salah satunya yaitu menegaskan peran aktif Indonesia dalam pembahasan pembentukan International Stabilization Force (ISF) sebagai langkah transitional untuk memastikan terwujudnya gencatan senjata permanen sekaligus membuka akses bantuan kemanusiaan di Gaza. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan tidak ada kritik terhadap kinerja Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan para mantan Menteri serta Wakil Menteri Luar Negeri yang membahas keikutseraan Indonesia dalam Board of Peace.

"Kinerja Kemlu kenapa ya? Tidak ada yang mengkritik kinerja Kemlu," kata Sugiono usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Rabu (4/2/2026).

Sugiono mengatakan diskusi berlangsung dinamis dengan beragam sudut pandang, namun akhirnya mengerucut pada pemahaman yang sama mengenai arah politik luar negeri Indonesia.

Dia mengibaratkan perbedaan pandangan itu seperti kubus rubik yang memiliki banyak warna pada setiap sisi tetapi tetap satu kesatuan.

"Setelah semuanya melihat dari situasi, dari sudut pandang yang menyeluruh dan komprehensif, akhirnya sama-sama sepakat," ucap Sugiono.

Pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, itu juga melibatkan akademisi politik luar negeri, pengamat hubungan internasional, pegiat diplomasi, praktisi, serta pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI.

Diskusi berlangsung terbuka melalui dialog dua arah antara Presiden Prabowo dan para tokoh guna membangun pemahaman bersama.

Menurut Sugiono, berbagai pandangan dan pertimbangan disampaikan peserta untuk memperkuat arah kebijakan yang tengah dirumuskan pemerintah.

"Masing-masing juga tadi beberapa tokoh menyampaikan pandangan mereka, kemudian pemikiran-pemikiran mereka, pertimbangan-pertimbangan yang pada intinya juga saya kira merupakan satu hal yang sebenarnya sudah koheren," kata dia.

Sugiono menambahkan tidak melihat adanya pro dan kontra dalam pertemuan tersebut.

Perbedaan perspektif, kata dia, justru bermuara pada kesamaan pandangan terkait arah politik luar negeri Indonesia.

"Saya tidak melihat pro dan kontra, tetapi tentu saja dari satu hal ada perspektif yang berbeda yang dibicarakan dan pada ujungnya melihat segala sesuatu khususnya tentang politik luar negeri ini sebagai satu hal yang sama," tambahnya.

Baca juga artikel terkait KEMLU RI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi