tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia sudah membayar iuran kewajiban tiap negara anggota kepada Peserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu disampaikan menyusul masalah finansial PBB yang membuat organisasi internasional itu terancam bangkrut.
“Dari Indonesia yang dapat disampaikan adalah kita (RI) telah melaksanakan kewajiban kita. Kontribusi kita terhadap PBB itu telah kita bayarkan secara full,” kata Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, saat ditemui di Kantor Kemlu, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Yvonne Mewengkang mengatakan seluruh negara anggota PBB—termasuk Indonesia—mendapatkan surat dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, mengenai situasi keuangan terkini yang dialami PBB.
“Memang pada tanggal 28 Januari itu Sekjen PBB mengirimkan surat ke seluruh negara anggota PBB terkait situasi keuangan yang dialami PBB saat ini,” ucap Yvonne.
Yvonne tidak menerangkan lebih lanjut, berapa tepatnya nominal iuran keanggotaan yang telah dibayarkan Indonesia ke PBB.
Saat ini, Indonesia turut mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk menunaikan kewajibannya dengan cara membayar iuran anggota.
“Dalam hal ini Indonesia telah memenuhi kewajibannya untuk membayar kontribusi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengungkapkan bahwa saat ini PBB terancam bangkrut pada 2026 karena krisis finansial.
Guterres mengirimkan surat kepada semua negara anggota PBB yang menginformasikan tentang kondisi keuangan organisasi dunia tersebut.
"Krisis semakin dalam, mengancam pelaksanaan program dan berisiko menyebabkan keruntuhan keuangan. Dan situasinya akan semakin memburuk dalam waktu dekat," tulisnya dikutip CNA.
Guterres menyebut organisasi internasional itu diperkirakan akan kehabisan dana pada bulan Juli 2026 jika negara-negara anggota tidak segera membayar iuran tahunan mereka.
“Entah semua Negara Anggota menghormati kewajiban mereka untuk membayar penuh dan tepat waktu atau Negara Anggota harus secara mendasar merombak aturan keuangan kita untuk mencegah keruntuhan keuangan yang akan segera terjadi,” paparnya lagi.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































