tirto.id - Statistik Vietnam vs Timnas Indonesia leg 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia (AFC) pada Selasa, 26 Maret 2024 menunjukkan perbedaan mencolok. Penguasaan bola tuan rumah di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, tidak efektif. Sebaliknya, Garuda sangat klinis di depan gawang lawan.
Dalam laga matchday 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona AFC, Timnas Indonesia menciptakan sejarah di Hanoi. Setelah menunggu nyaris selama 2 dasawarsa, Garuda akhirnya bisa menang di Vietnam. Gol Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta menciptakan skor besar atas tuan rumah 0-3.
Ini mengulang peristiwa pada 11 Desember 2004. Ketika itu, Timnas Indonesia juga berpesta dengan angka sama persis di Hanoi. Bedaya, pertandingan berlangsung di Grup A Piala Tiger 2004. Pahlawan Garuda hampir 20 tahun lalu adalah Mauly Lessy (19'), Boaz Solossa (21'), dan Ilham Jayakesuma (45').
Kini, sejarah baru diukir oleh Timnas Indonesia yang dipimpin oleh Shin Tae-yong. Kemenangan 3 gol tanpa balas di Hanoi membantu Garuda bermimpi lebih tinggi lagi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tinggal butuh satu kemenangan lagi, Timnas akan bisa melaju ke ronde 3 kualifikasi, sekaligus lolos ke Piala Asia 2027.
Statistik Vietnam vs Timnas Indonesia Leg 2 & Data-Fakta
Mengacu data FlashScore, dalam 90 menit pertandingan di Hanoi pada Selasa (26/3/2024), Vietnam sebenarnya menunjukkan ciri khas mereka pada era Philippe Trousier. The Golden Star Warriors memonopoli ball possessions bahkan hingga 61 persen. Sebaliknya, Timnas Indonesia hanya memiliki 39 persen saja.
Taktik Troussier untuk lebih banyak membawa bola dari lawan sebenarnya berbuah. Pada babak pertama, Vietnam memiliki penguasaan bola hanya 57 persen, berbanding 43 persen milik Indonesia. Total 4 pergantian pemain The Golden Star Warriors di paruh kedua membantu mereka untuk lebih banyak menguasai bola.
Dalam 45 menit terakhir laga, Vietnam mampu menambah persentasenya dalam ball possessions hingga 64 persen, atau naik 7 persen. Sebaliknya, Timnas Indonesia yang sudah unggul 2 gol di babak pertama, hanya punya 36 persen.
Akan tetapi, ball possessions itu tidak serta merta membuat Vietnam tajam. The Golden Star Warriors tercatat punya 11 percobaan. Dari sejumlah itu, cuma 2 yang tepat sasaran. Itupun terjadi pada paruh pertama. Selebihnya, ketika lebih banyak mengendalikan bola dalam 45 menit pemungkas, tidak ada satu pun shot on target Vietnam.
Ini kontras dengan Timnas Indonesia. Sepanjang pertandingan, Garuda mengirim 7 tembakan. Tercatat, 4 di antaranya mengarah gawang Filip Nguyen. Dari jumlah itu, 75 persen di antaranya, yaitu 3 tembakan, berujung dengan gol.
Bagi Timnas Indonesia, kecemerlangan mereka bukan cuma lini depan yang klinis dengan 3 gol. Tetapi juga, barisan belakang yang tampil solid. Sudah 2 laga beruntun Garuda mengalami clean sheet. Tentu ini peningkatan signifikan usai Merah Putih dibantai Irak 5-1 di Basra dan imbang 1-1 lawan Filipina di Manila pada November 2023 lalu.
Jika ada catatan minus bagi Timnas Indonesia di leg 2 lawan Vietnam, itu adalah jumlah kartu kuning yang membengkak jadi 6. Ini dimulai dari Jay Idzes (15'), lantas Asnawi Mangkualam (34'). Ernando Ari dan Hokky Caraka menambah dattar penerima kartu dari wasit Alireza Faghani pada ujung babak pertama.
Pada paruh terakhir pertandingan, giliran Witan Sulaeman (66') dan Ricky Kambuaya (90+6') yang juga mendapatkan hadiah peringatan wasit. Sebaliknya, Vietnam tercatat hanya 2 kali diberi kartu kuning, unruk Bui Hoang Viet Anh dan Bui Tien Dung.
Berikut ini statistik Vietnam vs Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Selasa (26/3).
Aspek | Vietnam | Timnas Indonesia |
Ball Possessions | 61% | 39% |
Tembakan | 11 | 7 |
On Target | 2 | 4 |
Tendangan Bebas | 19 | 6 |
Tendangan Sudut | 10 | 3 |
Offside | 0 | 3 |
Lemparan ke Dalam | 32 | 23 |
Save | 1 | 2 |
Pelanggaran | 6 | 16 |
Kartu Kuning | 2 | 6 |
Rapor Pemain Vietnam vs Timnas Indonesia Leg 2
Pilihan pelatih kedua tim dalam starting XI menunjukkan hal mencolok. Philippe Troussier, juru taktik Vietnam, memakai skema 3-4-3 yang bisa berubah jadi 5-4-1 atau 3-4-2-1. Rata-rata usia dalam starting elevennya adalah 26,3 tahun.
Sementara itu, Timnas Indonesia dengan pakem 4-3-3, bisa berubah jadi 3-4-3. Pelatih Shin Tae-yong mengandalkan tim yang lebih muda daripada Vietnam, dengan rata-rata usia 23,0 tahun. Ini tidak terlepas dari nama seperti Marselino Ferdinan dan Hokky Caraka yang baru 19 tahun, juga Justin Hubner yang baru 20 tahun.
Berikut ini rapor pemain Vietnam vs Timnas Indonesia pada Selasa (26/3/2024).
Vietnam | Timnas Indonesia |
Starting XI Filip Nguyen Phan Tuan Tai Bui Hoang Viet Anh Bui Tien Dung Vu Van Thanh Do Hung Dung Nguyen Thai Son Pham Xuan Manh Khuat Van Khang Nguyen Hoang Duc Nguyen Tien Linh | Starting XI Ernando Ar Rizky Ridho Jay Idzes Justin Hubner Nathan Tjoe-A-On Asnawi Mangkualam Thom Haye Marselino Ferdinan Witan Sulaeman Hokky Caraka Ragnar Oratmangoen |
Pemain Pengganti Le Pham Thanh Long Nguyen Van Toan Vo Minh Trong Ho Tan Tai | Pemain Pengganti Edo Febriansyah Yakob Sayuri Ramadhan Sananta Egy Maulana Vikri Ricky Kambuaya |
Editor: Iswara N Raditya