tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (11/3/2026) mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol. Ancaman itu dilontarkan setelah Madrid dinilai tidak mau bekerja sama dengan NATO karena melarang AS menggunakan pangkalan militer bersama di wilayahnya untuk menyerang Iran.
“Saya pikir mereka sama sekali tidak bekerja sama. Spanyol. Saya pikir mereka sangat buruk, sangat buruk, sama sekali tidak baik. Kami mungkin akan memutus perdagangan dengan Spanyol,” kata Trump sebagaimana dilansir dari Anadolu, Kamis (12/3/2026).
Trump juga menuding Pemerintah Spanyol telah “bersikap sangat buruk terhadap NATO” dan tidak ingin “membayar bagian yang adil” dalam kontribusi aliansi pertahanan tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump mempertanyakan kebijakan Spanyol terhadap NATO. Dia menilai Madrid selama ini menikmati perlindungan aliansi, tetapi enggan meningkatkan belanja pertahanan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Madrid terkait penolakan Spanyol terhadap perang yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap Iran.
Pemerintahan kiri Spanyol yang dipimpin Perdana Menteri Pedro Sanchez menolak kampanye militer tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang ceroboh dan ilegal. Madrid juga melarang pesawat militer AS menggunakan pangkalan yang dioperasikan bersama di wilayah selatan Spanyol untuk mendukung serangan terhadap Teheran.
Trump bahkan mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol. Dia juga mengkritik Madrid karena belum memenuhi target baru belanja pertahanan NATO sebesar 5 persen dari produk domestik bruto.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Selasa (11/3/2026) menyatakan bahwa hubungan negaranya dengan Washington tetap berjalan secara normal. Dia menambahkan bahwa kedutaan besar kedua negara masih menjaga komunikasi diplomatik secara rutin.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































