Menuju konten utama

Soal Pembukaan Sekolah, KPAI Minta Kemendikbud Dengar Saran IDAI

KPAI meminta Kemendikbud berhati-hati dalam memutuskan pembukaan kembali sekolah pada saat pandemi corona belum benar-benar berakhir.

Soal Pembukaan Sekolah, KPAI Minta Kemendikbud Dengar Saran IDAI
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. ANTARA/Katriana

tirto.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menyiapkan sejumlah skenario terkait rencana pembukaan kembali sekolah. Kemendikbud kini masih menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Rencana tersebut menarik perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para epidemiolog sebelum memutuskan membuka kembali sekolah pada tahun ajaran baru 2020-2021.

"IDAI sebagai ahli harus didengar dan digunakan rekomendasinya terkait rencana Kemendikbud dan beberapa dinas pendidikan daerah membuka sekolah kembali," kata Retno, seperti dilansir Antara pada Selasa (26/5/2020).

Retno mengatakan apabila pemerintah pusat maupun daerah berencana membuka sekolah seperti biasanya maka segala aspek perlu diperhatikan sebaik mungkin. Salah satunya melibatkan peran IDAI dan pakar epidemiolog.

Menurut Retno, demi melindungi anak-anak Indonesia dari penularan virus corona, maka pemerintah pusat dan daerah harus ekstra hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan membuka sekolah.

"Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak mengambil kebijakan menyangkut anak," ujar Retno.

Selain mendorong pelibatan sektor medis, KPAI juga menyarankan pemerintah agar banyak belajar dari sejumlah negara yang mulai membuka sekolah setelah kurva kasus COVID-19 melandai.

Dia mengingatkan, beberapa negara yang kembali menjalankan aktivitas belajar-mengajar di sekolah malah memiliki kluster baru penyebaran virus.

Finlandia dan Perancis, menurut Retno, menjadi contoh negara yang menghadapi masalah seperti itu meski memiliki sistem kesehatan baik dan memberlakukan protokol kesehatan ketat.

"Malah menimbulkan kluster baru di lingkungan sekolah karena beberapa siswa dan guru tertular Covid-19 hanya dalam hitungan pekan," ujar Retno.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH

tirto.id - Pendidikan
Sumber: Antara
Editor: Addi M Idhom