tirto.id - Sebuah sinkhole raksasa tiba-tiba "menelan" sebagian besar jalan di Shanghai, China, tepatnya di persimpangan Qixin Road dan Li’an Road di Distrik Minhang. Video CCTV pada Kamis (12/2/2026) yang memperlihatkan kejadian tersebut langsung viral dan banyak diunggah di akun medsos.
Dalam video dari kejadian tersebut, terlihat adanya retakan menjalar di jalan sebelum tanah ambles, debu beterbangan ke udara, dan pekerja berlarian untuk menyelamatkan diri. Meski lubang yang terbentuk amat besar, tidak ada korban jiwa atau cedera yang dilaporkan.
Detik-Detik Sinkhole Besar Muncul di Shanghai
Setelah melihat lubang yang terbentuk amat besar hingga disebut raksasa, banyak yang bertanya bagaimana hal itu dapat terjadi. Dilansir Gulf News, penyebabnya dilaporkan berasal dari kebocoran air yang terjadi sehari sebelumnya yakni pada 11 Februari.
Kebocoran air terjadi saat kontraktor China Railway Tunnel Group sedang melakukan penggalian terowongan untuk Jiamin Metro Line di stasiun Qixin Road.
Air tanah masuk ke area konstruksi sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat, memicu peringatan darurat dari pengawas proyek Shanghai Shentie Investment Co., yang menegaskan tidak ada korban saat itu dan menutup akses jalan sementara.
Namun, tanah akhirnya ambles, membentuk lubang besar yang cukup dalam hingga menelan bangunan sementara, tiang lampu, dan bagian jalan.
Petugas segera menutup area tersebut, memasang barikade, dan menuangkan beton untuk menstabilkan tanah. Kantor dan apartemen di dekat lokasi juga sementara dievakuasi sebagai tindakan pencegahan. Proyek metro tetap dilanjutkan setelah perbaikan, sementara tim keamanan terus memantau dan menstabilkan area tersebut.
Fenomena ini bukan kejadian pertama. Shanghai dibangun di atas tanah aluvial lembut Delta Yangtze, sehingga rawan turunnya permukaan tanah (subsidence) akibat ekstraksi air tanah, konstruksi berat, dan pipa tua. Sebelumnya, pada Agustus 2023, wilayah dekat lokasi yang sama juga mengalami amblesan 10 meter persegi.
Apa Penyebab Sinkhole?
Sinkhole atau tanah ambles terutama terjadi karena air yang melarutkan batuan di bawah tanah, terutama batu kapur.
Proses ini berlangsung sangat lama dan membentuk rongga atau ruang kosong di dalam batuan. Ketika air terus mengikis tanah dan material di atas rongga tersebut, lama-kelamaan penopangnya melemah.
Jika tanah di atasnya sudah tidak kuat menahan beban, permukaan tanah bisa tiba-tiba runtuh dan terbentuklah sinkhole. Perubahan alami seperti hujan lebat, kekeringan, naik-turunnya air tanah, serta proses tanah membeku dan mencair juga bisa memicu keruntuhan ini.
Selain faktor alami, aktivitas manusia sering mempercepat terjadinya sinkhole. Misalnya pemompaan air tanah berlebihan, penggalian atau pengeboran, kebocoran pipa air atau saluran limbah, pembangunan gedung berat, hingga proyek konstruksi besar.
Semua aktivitas ini bisa mengubah keseimbangan air bawah tanah dan membuat tanah menjadi tidak stabil. Ketika sistem air terganggu, baik karena air berkurang maupun bertambah, risiko amblesan meningkat dan sinkhole bisa muncul lebih cepat atau lebih besar dari kondisi alami.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































