tirto.id - Sebagai anak perusahaan KB Financial Group, grup keuangan terbesar di Korea Selatan, KB Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor ketahanan pangan dengan penandatanganan perjanjian pembiayaan tebu senilai Rp400 miliar dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan dari holding PTPN III (Persero).
Tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, sinergi ini menandai langkah nyata KB Bank Indonesia dalam membangun rantai nilai pertanian yang lebih berkelanjutan. Khususnya, sektor tebu sebagai salah satu komoditas program strategis nasional (PSN).
Pembiayaan ini akan dialokasikan kepada para petani tebu binaan SGN yang memasok bahan baku ke empat pabrik gula utama, yakni PG Gempolkrep, PG Tjoekir, PG Pesantren Baru, dan PG Ngadiredjo. Maka dari itu, injeksi modal diharapkan dapat meningkatkan meningkatkan produktivitas lahan, memperluas akses pembiayaan bagi petani, serta mendorong efisiensi di seluruh rantai pasok industri gula nasional.
Chief Strategy Officer KB Bank, Han, Jung Ho, mengatakan, industri gula Indonesia memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan nasional. Oleh sebab itu, kolaborasi bersama SGN merupakan kemitraan jangka panjang untuk memperkuat ekosistem sampai dengan membangun fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa industri gula Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kolaborasi ini bukan sekadar pembiayaan, tetapi merupakan kemitraan jangka panjang yang memperkuat ekosistem agroindustri dari hulu ke hilir. Kami yakin inisiatif ini akan memberdayakan petani lokal, memperkuat kapasitas produksi, dan membangun fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/7/2025).
Senada, Chief Finance Officer SGN, Hariyanto, mengatakan sangat mengapresiasi dukungan dari KB Bank Indonesia. Menurut dia, pembiayaan ini membawa semangat baru bagi para petani untuk dapat berkembang lebih baik.
“Kami sangat menghargai kepercayaan dan dukungan dari KB Bank Indonesia. Pembiayaan ini membawa semangat baru bagi para petani binaan kami untuk memperluas usaha, mengadopsi teknologi yang lebih baik, dan memastikan pasokan bahan baku yang stabil bagi pabrik-pabrik kami,” kata Hariyanto.
Adapun program pembiayaan ini dibangun berdasarkan prinsip-prinsip utama, seperti peningkatan produktivitas, efisiensi rantai pasok, serta keberlanjutan lingkungan dan sosial. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan struktural yang dihadapi oleh para petani binaan SGN dalam mengakses modal kerja, sekaligus meningkatkan kualitas panen dan kapasitas pengolahan di pabrik-pabrik gula yang bermitra.
Perjanjian yang ditandatangani secara resmi di Surabaya dan dihadiri oleh jajaran manajemen senior dari kedua institusi ini menjadi bagian penting dari strategi KB Bank Indonesia dalam memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan. Dengan mendorong inklusi keuangan dan memperkuat keterkaitan dengan sektor riil, kemitraan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan ekonomi pedesaan.
Ke depannya, KB Bank Indonesia akan terus memanfaatkan teknologi keuangan canggih dan pengalaman puluhan tahun untuk menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi, berdampak besar, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui kolaborasi strategis dengan sektor riil dan lembaga pemerintah, KB Bank siap memainkan peran sebagai katalisator dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor prioritas nasional di Indonesia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id






































