tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas dan menjelekkan citra Indonesia di kancah internasional. Prabowo menegaskan pemerintah sangat memahami adanya gerakan-gerakan yang dibiayai untuk menghambat kemajuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
"Kita tahu kita diganggu, jangan dikira kita tidak tahu. We are not stupid, please dear friends, Indonesia are not stupid, we know what's happening. Kita tahu siapa yang membiayai gerakan-gerakan menjelekkan bangsa Indonesia karena mereka takut kita kuat, kita sejahtera," tegas Prabowo.
Selain peringatan kepada pihak asing, Prabowo juga menyoroti para pengkritik dalam negeri yang meramalkan kegagalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara khusus, ia menginstruksikan Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, untuk mengumpulkan rekam jejak digital para pengkritik tersebut.
"Pak Qodari tolong dikumpulin ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal. Yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, 'MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia'. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina. Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua," ujar Presiden.
Prabowo mengaku heran dengan tudingan yang menyebut program pemenuhan gizi anak sebagai bentuk penghinaan terhadap rakyat.
Ia menegaskan, pengabdiannya sejak usia muda di militer adalah bukti kecintaannya kepada Republik Indonesia.
"Dari umur muda, Letnan Dua tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik. Kok saya sampai hati mau menghina? Tidak. Sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia. Saya ingin mati di atas jalan kebenaran," lanjutnya.
Kepala Negara menyatakan tidak akan gentar dengan berbagai ejekan maupun ramalan kegagalan dari sejumlah pihak, termasuk kalangan akademisi.
Ia memastikan pemerintah akan terus membuktikan keberhasilan program tersebut melalui data dan fakta di lapangan demi keselamatan generasi mendatang.
"Jadi saya bilang, 'Aduh apa iya ya? Apa iya saya menghina bangsa Indonesia?'. Enggak apa-apa, sisa hidup saya, saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat saya. Ini kehormatan bagi seorang prajurit," pungkas Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































