tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menemukan kendala pada rantai pasok (supply chain) Koperasi Merah Putih (Kopdes) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Dudung mengungkapkan bahwa hambatan distribusi paling kentara terjadi pada komoditas bersubsidi.
"Kendala-kendalanya adalah sistem supply chain. Yang paling dominan adalah barang-barang dari subsidi, seperti beras, minyak, kemudian gas, kemudian pupuk, gula dan sebagainya. Nah, ini yang selama ini kita lihat dan terjadi hambatan. Saya tentunya yang menyelesaikan bottleneck, jadi sumbatan-sumbatan yang ada," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Dudung menjelaskan, kedatangannya secara tiba-tiba ke kantor Agrinas bertujuan mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar terealisasi secara optimal, termasuk mengevaluasi operasional koperasi desa tersebut.
"Hari ini saya mendadak ke Agrinas. Saya koordinasi dengan Pak Joao dari pihak Agrinas. Tentunya sesuai dengan tugas pokok saya memastikan memantau bagaimana program prioritas Bapak Presiden ini berjalan dengan baik. Salah satunya adalah Koperasi Merah Putih yang saat ini sedang dilakukan evaluasi termasuk dilakukan penyempurnaan," kata Dudung.
Untuk mengurai hambatan distribusi tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) berencana memanggil Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Indofood, jajaran direksi produsen pupuk, hingga Direktur PT Pertamina Patra Niaga.
"Artinya, sekali supply jangan kemudian akhirnya terhenti. Nah, ini yang akhirnya terjadi sumbatan-sumbatan atau hambatan-hambatan di lapangan," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Darat 2021 - 2023 itu.
Dudung berharap permasalahan rantai pasok ini segera tuntas setelah infrastruktur fisik rampung sepenuhnya, sehingga fokus penanganan beralih penuh ke aspek operasional.
"Nah, ini tadi kita komunikasikan dengan Agrinas, nanti akan kita komunikasikan hari Rabu dengan kementerian terkait. Mudah-mudahan ini bisa segera tuntas berjalan dengan baik," pungkas Dudung.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





































