tirto.id - Siapa Slavko Vincic, wasit laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di Stadion New York-New Jersey (MetLife), East Rutherford, Amerika Serikat? Sosoknya pernah terseret dalam insiden di luar sepak bola. Lantas, bagaimana rekam jejak dan kontroversi yang menyelimuti pengadil lapangan asal Slovenia tersebut?
Dalam menentukan wasit final Piala Dunia 2026, FIFA menerapkan aturan ketat untuk mengeliminasi siapa pun yang berpotensi punya konflik kepentingan. Atas dasar itulah, wasit yang berasal dari negara-negara yang lolos semifinal, sudah tidak mungkin lagi tampil di final. Ini meliputi Michael Oliver, Anthony Taylor (Inggris), Clement Turpin, Francois Letexier (Prancis), hingga Facundo Tello (Argentina) yang namanya sudah dicoret.
Penunjukan Slavko Vinčić bukanlah hal yang mengejutkan bagi pencinta sepak bola. Pasalnya, ia punya rekam jejak yang mentereng di kompetisi klub dan negara UEFA. Di samping itu, sang pengadil lapangan asal Slovenia sudah 3 kali memimpin laga di Piala Dunia 2026. Partai-partai tersebut adalah Brasil vs Maroko (Grup C), Yordania vs Aljazair (Grup J), dan Meksiko kontra Ekuador (32 besar).
Bagaimana profil karier Slavko Vinčić, apa saja pencapaian besarnya, dan kontroversi apa yang pernah menyeret namanya? Seiring dengan beberapa laga Piala Dunia 2026 yang kontroversial, salah satu fokus jelang final memang mengarah pada sosok kelahiran Maribor, 25 November 1979 ini.
Profil Slavko Vinčić Wasit Final Piala Dunia 2026 & Biodata Singkat
Slavko Vinčić yang saat ini berusia 46 tahun sudah menjadi wasit internasional FIFA sejak 2010. Ia memulai karier sebagai wasit pro di Liga Slovenia (PrvaLiga) pada 2007. Laga kompetisi mayor pertama yang diikutinya adalah di EURO 2012. Kala itu, Vincic jadi salah satu asisten pengadil lapangan legendaris sekaligus kompatriotnya, Damir Skomina.
Dengan pengalaman yang panjang, Vincic sudah berkali-kali memimpin laga berbobot tinggi. Misalnya, semifinal Europa League 2020/21 antara Arsenal kontra Villarreal. Ia juga menjadi wasit dalam laga Spanyol vs Swedia di EURO 2020.
Berikut laga-laga penting yang pernah dipimpin oleh Slavko Vincic sepanjang kariernya.
Final Europa League 2022 Eintracht Frankfurt vs Rangers
Panggung besar pertama Slavko Vinčić di level klub Eropa terjadi pada 2022. Ia memimpin laga final Europa League antara Frankfurt kontra Rangers yang berlangsung ketat dan dramatis. Dalam laga yang dimenangi wakil Jerman 5-4 via adu penalti itu, Vincic mendapatkan pujian dari Komite Wasit UEFA. Keputusan-keputusannya tepat, dan tercatat cuma 2 kartu kuning yang keluar dari kantongnya.Final Liga Champions 2024 Real Madrid vs Borussia Dortmund
Puncak karier Vincic di level klub Eropa terjadi di Stadion Wembley saat Real Madrid menghadapi Borussia Dortmund pada final UCL 2024. Memimpin laga yang melibatkan klub sebesar Los Blancos menuntut konsentrasi luar biasa. Vinčić sukses menjalankan tugas dengan baik. Kemenangan 0-2 Madrid juga mulus, minim komplain dari kedua belah pihak, meski Vincic mengeluarkan 4 kartu kuning, 3 di antaranya Dortmund.Semifinal Euro 2024 Spanyol vs Prancis
Di level internasional, Vinčić menjadi salah satu wasit andalan di Euro 2024, termasuk memimpin laga semifinal sengit Spanyol vs Prancis. Lagi-lagi, semifinal yang diwarnai gol spektakuler Lamine Yamal itu dijalani Vincic dengan tertib.Berdasarkan analisis statistik WorldReferees dan Transfermarkt, Slavko Vinčić dikenal sebagai wasit yang cenderung persuasif. Di sisi lain, ia tidak ragu bertindak tegas jika ada pemain yang berani melewati batas.
Vinčić sering terlihat berkomunikasi aktif dengan kapten tim untuk meredam emosi pemain sebelum friksi membesar. Ia membiarkan permainan mengalir dengan intensitas fisik khas Eropa. Namun, sang wasit sangat protektif terhadap pelanggaran yang berpotensi mencederai pemain.
Rata-rata kartu kuning yang ia keluarkan per pertandingan berkisar antara 4 hingga 4,5. Ia bukan tipe wasit yang "obral" kartu di menit-menit awal, melainkan lebih mengutamakan peringatan verbal terlebih dahulu.
Apa Slavko Vincic Wasit Final Pildun Punya Kontroversi?
Meskipun karier lapangannya relatif bersih dari skandal pengaturan skor, nama Slavko Vinčić pernah tembus pemberitaan internasional pada Mei 2020. Justru, akibat insiden di luar sepak bola.
Saat pandemi COVID-19 melanda, Vinčić menghadiri sebuah pertemuan bisnis di sebuah kabin mewah di daerah Bijeljina, Bosnia dan Herzegovina. Tanpa disangka, kepolisian setempat melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap lokasi tersebut.
Operasi polisi tersebut bertujuan untuk menggulung jaringan prostitusi ilegal, perjudian, serta peredaran narkoba dan senjata api yang dipimpin oleh seorang selebriti lokal bernama Tijana Maksimović. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 9 senjata api, puluhan amunisi, kokain, dan uang tunai dalam jumlah besar.
Slavko Vinčić turut ditangkap dan diinterogasi oleh pihak berwajib karena berada di tempat kejadian perkara (TKP). Berita ini langsung memicu kepanikan di lingkaran Asosiasi Sepak Bola Slovenia (NZS) dan UEFA.
Namun, dalam klarifikasinya kepada media Slovenia, Večer, Vinčić menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bersalah. Ia mengaku hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
"Saya sedang duduk di sebuah meja bersama mitra bisnis saya, tiba-tiba polisi datang dan penggerebekan terjadi. Kami tidak ada hubungannya dengan kelompok yang ditangkap itu, kami tidak mengenal mereka," ujar Vinčić saat itu.
Penyidikan mendalam dari kepolisian Bosnia akhirnya membuktikan pernyataan Vinčić. Statusnya hanya sebagai saksi yang tidak sengaja terjebak di lokasi kejadian, bukan sebagai tersangka atau pengguna jasa ilegal tersebut. Setelah memberikan keterangan, ia langsung dibebaskan dan diizinkan pulang ke Slovenia tanpa tuntutan hukum apa pun.
Di samping drama luar lapangan, Vinčić juga tidak luput dari kritik saat memimpin laga besar. Salah satu yang paling diingat adalah saat laga fase grup Liga Champions 2022/2023 antara Internazionale vs Barcelona. Kubu Barca berang karena Vinčić dan tim VAR tidak memberikan penalti atas insiden handball Denzel Dumfries di kotak terlarang.
"Itu krusial, tapi saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya bukan pihak yang memutuskan (penalti atau tidak). Wasit harusnya memutuskan, dan dia mestinya ada di sini untuk bicara soal yang terjadi," kata Xavi.
Kini, tantangan besar datang bagi Slavko Vinčić di final Piala Dunia 2026. Memimpin laga antara Spanyol dan Argentina dengan deretan pemain bintang mereka, membawa tekanan psikologis ganda. Di satu sisi, Vincic harus menghadapi gaya bermain Spanyol yang mengandalkan kolektivitas taktis dan transisi cepat. Di sisi lain, sang wasit harus mengawal laga Argentina yang terkenal memiliki intensitas emosional tinggi, agresivitas tinggi, serta aura magis Lionel Messi.
Seluruh pertandingan FIFA World Cup 2026 dapat disaksikan di kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Ikuti kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































