Menuju konten utama

"Sou Tennen Shoku" dan Musik L'Arc~en~Ciel yang Abadi

Lagu "Sou Tennen Shoku" bakal dirilis oleh L'Arc~en~Ciel. Simak perjalanan karier band legendaris yang hasilkan 40 juta kopi dalam 35 tahun karier mereka.

Band Jepang L'Arc en Ciel. (Sumber: X/@LECIEL_info)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - L'Arc~en~Ciel memperkenalkan lagu terbaru mereka, "Sou Tennen Shoku" menjelang penampilan mereka di SUMMER SONIC 2026 mendatang. Ini adalah lagu pertama yang dikeluarkan oleh Laruku dalam dua tahun terakhir, sekaligus membuktikan perjalanan panjang band rock legendaris Jepang tersebut, yang bagai abadi pada usia 35 tahun.

"Lagu baru pertama kami dalam kurun waktu sekitar dua tahun, "Sou Tennen Shoku", diciptakan dengan gagasan untuk menghadirkan lagu yang energik dan ceria, menggambarkan kebangkitan di dunia baru, yang sangat pas untuk menandai dimulainya tahun peringatan hari jadi ke-35 L'Arc-en-Ciel," kata vokalis Laruku, Hyde.

Sejak terbentuk pada 1991, L'Arc~en~Ciel telah melahirkan deretan lagu hits. Mulai dari "As If in A Dream" pada era indie, dilanjutkan dengan "Honey" sampai "Hitomi no Jyuunin", Laruku mampu mencipta lirik dan melodi yang tidak lekang zaman. Kemampuan mereka beradaptasi, seperti menyuarakan lagu-lagu bertema anti-perang pada album AWAKE, hingga lirik-lirik yang memotivasi perubahan seperti "You Gotta Run".

"Sou Tennen Shoku" dan Laruku yang Menuju Dasawarsa ke-4

"Sou Tennen Shoku", karya terbaru Laruku menjadi bagian promosi jelang SUMMER SONIC 2026, pesta musik rock terbesar di Jepang. Dalam festival itu, L'Arc~en~Ciel akan memberikan penampilan spesial di Osaka pada 14 Agustus, serta di Makuhari pada 16 Agustus 2026.

Lagu "Sou Tennen Shoku" ini telah diperdengarkan dalam versi pendek (satu bait dan chorus) untuk pertama kalinya dalam program stasiun radio J-WAVE (81.3FM) bertajuk "STEP ONE" pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Gebrakan Laruku tahun ini tidak sebatas lagu baru dan penampilan di SUMMER SONIC. Band yang namanya berasal dari kata berbahasa Prancis bermakna "pelangi" ini, akan menggelar tur konser bertajuk "35th L'Anniversary TOUR" pada 9 Oktober 2026. Tur ini akan mencakup 16 konser di 7 lokasi di seluruh Jepang.

Laruku terakhir kali merilis album pada 2012, yaitu Butterfly. Setelah itu, 14 tahun berjalan, sudah 6 single dirilis, yaitu "Everlasting" (2014), "Wings Flap" (2015), "Don't be Afraid" (2016), "Mirai" dan "Forever" (2021), hingga "You Gotta Run" pada 2024. Oleh karenanya, "Sou Tennen Shoku" ini ibarat salah satu kepingan terakhir untuk penggemar yang menantikan album baru band yang digawangi tetsuya (bass), Hyde (vokal), Ken (gitar), dan Yukihiro (drum) tersebut.

Perjalanan Laruku diawali di Osaka pada 1991. Ketika itu, Tetsuya merekrut Hyde, yang sebenarnya sudah punya band lain, Jelsalem's Rod. Karena band Hyde tidak kunjung berkembang, ditambah pendekatan Tetsuya yang intens, akhirnya terbentuklah L'Arc~en~Ciel, yang diambil dari nama film yang ditonton oleh Tetsuya. Kata L'Arc~en~Ciel berasal dari bahasa Prancis yang berarti Pelangi. Formasi awal diisi oleh Tetsuya (bass), Hyde (vokal), Pero (drum), dan Hiro (gitaris).

Ketika Laruku tengah merangkak naik, Hiro dan Pero hengkang. Saat itulah Tetsuya merekrut teman masa kecilnya, Ken, untuk mengisi posisi gitar. Demi band tersebut, Ken meninggalkan bangku kuliah. Sakura (drummer) kemudian datang untuk melengkapi formasi ini.

Album pertama Laruku, Dune, dirilis pada 1993 di bawah label rekaman indie, Danger Crue. Album ini sukses di pasaran dan menembus peringkat pertama di Oricon Chart indie. Sejumlah label besar menaruh perhatian pada band potensial tersebut, dan yang beruntung adalah Ki/oon dari Sony Music Entertainment Japan.

Lagu "Nemuri ni Yosete" menjadi pembuka jalan Laruku di label mayor. Ini diikuti dengan album Tierra (1994) dan single pertama "Blurry Eyes". Secara bertahap, popularitas band tersebut melesat, ditambah album Heavenly (1995) yang lebih kaya eksperimen.

Album keempat sekaligus album ketiga di label mayor, True, rilis pada 1996. Dengan lagu hits seperti "Kaze ni Kienaide", "Flower", dan "Lies and Truth", True semakin mengerek nama Laruku. Apalagi, lagu "Fourth Avenue Cafe" mengisi slot OST anime Samurai X (Ruruni Kenshin). Namun, saat itulah L'Arc~en~Ciel dihantam badai.

Sang drummer, Sakura, ditangkap karena melanggar Undang-Undang Pengendalian Stimulan pada 24 Februari 1997. Ia kemudian hengkang dari band. Lagu "The Fourth Avenue Cafe" tidak jadi dirilis sebagai single. Setelah melewati periode berat, L'Arc~en~Ciel bangkit dengan merilis single "Niji" yang artinya sama dengan nama band mereka.

Penghujung 1997, Laruku menggelar konser di Tokyo Dome pada 23 Desember yang dihadiri lebih dari 56.000 penggemar. Awal tahun berikutnya, Yukihiro yang sebelumnya mengisi additional drummer untuk lagu "Niji", resmi menjadi member band.

L'Arc~en~Ciel pun tancap gas dengan merilis single "Winter Fall", single pertama band tersebut yang berhasil tembus puncak tangga lagu Oricon pada pekan pertama. Album Heart (1998) pun meraih penjualan 1 juta kopi. Pada 1998 tersebut, semua lagu band ini jadi hits, termasuk "Honey", "Shinshoku" ~lose control~, "Kasou", "Snow Drop", hingga "Forbidden Lover".

Laruku merilis album kembar Ark dan Ray pada Juli 1998. Tidak hanya menduduki peringkat pertama dan kedua di tangga lagu Oricon, penjualan kedua album tersebut masing-masing lebih dari 2 juta kopi.

Setelah album Real dirilis pada 2000, Laruku mengambil misi hiatus. Lagu "Spirit Dreams Inside (Another Dream)" jadi single terakhir mereka sebelum vakum panjang. Lagu ini juga ditampilkan sebagai lagu tema penutup dalam Final Fantasy: The Spirits Within.

Ketika Laruku menghilang, para anggota L'Arc~en~Ciel mengerjakan karier solo. Tetsuya muncul dengan nama Tetsu69, disusul Yukihiro yang membentuk band Acid Android. Sementara Ken, bersama Sakura, membentuk Sons of All Pussys. Adapun Hyde, ia juga menjalani karier solo dengan merilis dua album solo, yatu Roentgen (2002) dan 666 (2003).

Laruku melakukan comeback dengan single "Ready Steady Go" yang digunakan untuk lagu tema pembuka anime Fullmetal Alchemist, lagu balada "Hitomi no Juunin", hingga album Smile (2004). Kejutan penting dan perubahan arah lirik terlihat di album Awake (2005) yang lebih banyak mengangkat tema anti perang seperti dalam lagu "As One" hingga "Hoshizora".

Setelah tahun 2000-an personel Laruku menjalani aktivitas band dan proyek solo mereka secara berbarengan. Namun, hanya ada dua album lagi setelah Awake, yaitu Kiss (2007) dan Butterfly (2012). Sebelum "Sou Tennen Shoku" yang akan meluncur pada tahun ini, lagu terakhir yang dibuat mereka adalah "You Gotta Run" (2024) yang menjadi OST musim kedua anime Beyblade X.

Sepanjang perjalanan karier bermusiknya selama 35 tahun di industri musik Jepang, L'Arc~en~Ciel tercatat sebagai salah satu artis musik terlaris di Jepang dengan mencatatkan penjualan hingga 40 juta kopi untuk seluruh karya mereka, baik album maupun single.

Secara musikalitas, Laruku punya kelebihan karena setiap member mereka mampu menciptakan lagu hits. Meskipun punya ciri khas masing-masing, lagu-lagu buatan Tetsuya, Hyde, Ken, dan Yukihiro mampu mempertahankan standar band yang sudah ikonik lebih dari 3 dasawarsa, sekaligus merangkul massa dalam skala masif.

Baca juga artikel terkait MUSIK atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Musik
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus