Menuju konten utama

Prabowo Panggil BRIN-Danantara Bahas Inovasi Limbah Tekstil

Presiden Prabowo gelar ratas bersama BRIN, Danantara, dan Menko Airlangga. Fokus perkuat industri tekstil RI lewat riset material baru dan sepatu pintar.

Prabowo Panggil BRIN-Danantara Bahas Inovasi Limbah Tekstil
Pekerja memilah limbah sisa kain di Jakarta, Selasa (4/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan kepala lembaga, mulai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga Badan Pengelola Investasi Danantara, ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk menggelar rapat terbatas, Selasa (22/9/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan industri tekstil nasional melalui riset dan inovasi, termasuk pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan pihaknya siap memaparkan berbagai inovasi riset untuk menopang sektor tersebut, khususnya terkait pengolahan limbah hingga rekayasa material baru.

"Dan saya kira masih banyak lagi inovasi-inovasi lain yang dimiliki oleh BRIN, termasuk kalau tekstil baik pengolahan limbah ya, maupun dari maupun penciptaan material-material baru yang bisa membuat pakaian anti-bakteri ya, anti-UV, dan saya kira ini inovasi ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri tekstil kita," jelasnya saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.

Arif menerangkan bahwa agenda pertemuan ini mencakup pembahasan menyeluruh terkait industri tekstil serta alas kaki.

"Kami mendapat undangan dari Bapak Presiden pada siang hari ini untuk rapat berkaitan dengan industri tekstil ya, dan juga industri sepatu," kata Arif.

Selain Kepala BRIN, sejumlah pejabat turut hadir di lokasi, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto.

Terkait pemanfaatan limbah, Arif memaparkan bahwa BRIN telah mengembangkan inovasi pengolahan serat daun nanas menjadi kain yang ramah lingkungan.

BRIN juga menyiapkan teknologi permesinan agar proses produksi kain organik tersebut dapat diadopsi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kain yang berasal dari limbah daun nanas ya, yang nanti akan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM," ucap dia.

Inovasi tekstil berbasis limbah lainnya mencakup pemanfaatan sisa pengolahan kelapa sawit menjadi lilin malam untuk membatik.

"Jadi itu adalah sebuah proses untuk membuat batik lebih organik lagi karena yang kita manfaatkan bener-bener limbah dari sawit itu," ujar Arif.

Pengembangan Sepatu Pintar Medis dan Alas Kaki Siswa Prasejahtera

Di sektor alas kaki, BRIN merancang produk sepatu yang ditujukan bagi para siswa dari keluarga prasejahtera dengan kriteria awet, nyaman, dan terjangkau.

"Presiden sangat berharap agar kebutuhan siswa yang kurang mampu itu bisa dipenuhi ya, dengan riset dan inovasi yang memang cocok untuk mereka. Nah, sehingga kita memang dalam melakukan riset harus ada value, harus ada keberpihakan ya, persoalan-persoalan yang dihadapi saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus bener-bener dicarikan solusinya," sambung Arif.

Tak hanya itu, BRIN juga tengah meneliti alas sepatu pintar (smart insole) untuk keperluan medis.

"Ada juga sepatu yang smart ya. Jadi smart insole itu insole sepatu yang memang bisa digunakan untuk memantau proses rehabilitasi bagi penderita stroke ya. Jadi ini adalah insole yang cerdas ya, dan ini terus kita kembangkan risetnya," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, membenarkan bahwa agenda rapat bersama Presiden tersebut membahas persoalan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

"Iya iya, di antaranya [membahas TPT]. Nanti, ya kan baru mau pembahasan ya," kata Rosan.

Baca juga artikel terkait LIMBAH TEKSTIL atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah