tirto.id - Banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada Senin (21/9) malam, memporak-porandakan Kompleks Perkantoran Bupati Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, serta menerjang permukiman warga di sekitarnya. Empat orang luka-luka dan dua orang lainnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang ini.
Bencana yang dipicu hujan lebat dengan intensitas mencapai 94 milimeter per hari menurut catatan BMKG itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, setelah kawasan setempat diguyur hujan deras sejak pukul 18.00 WIB.
Akibatnya dari banjir bandang ini, 11 kantor pemerintahan, termasuk Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang, hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok mengalami kerusakan parah, sedangkan akses jalan utama Solok-Padang di Arosuka putus total tertutup material longsoran berupa pasir, batu, dan lumpur.
Hingga Selasa (22/9), tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Damkar, dan SAR Padang masih terus melakukan operasi pencarian, evakuasi, dan pembersihan material di lokasi terdampak.
Fakta-fakta Banjir Bandang Solok Sumbar dan Situasi Terkini
Berikut fakta-fakta penting seputar bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada Senin (21/9) malam:
1. Banjir bandang dipicu curah hujan lebat
BMKG mengonfirmasi bahwa banjir bandang di Solok dipicu oleh curah hujan lebat dengan intensitas mencapai 94 milimeter per hari.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa hujan yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus sejak Sabtu (19/9) memicu peningkatan debit air hingga akhirnya meluap dan menimbulkan banjir bandang pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB.
"Hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG, yakni sebesar 94 mm per hari, sehingga memicu kejadian banjir bandang pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB," kata Andri dikutip Antara (22/9/2026).
BMKG menegaskan bahwa pihaknya telah memancarkan peringatan dini secara bertahap, mulai dari skala tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan cuaca ekstrem jangka pendek, sebelum bencana benar-benar terjadi.
"Pantauan kami, tentunya dalam pekan ke depan ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, terutama di sebagian Sumatra, kali ini di wilayah eh Sumatra Barat, tentunya juga di wilayah sebagian Kalimantan, dan juga tentu di wilayah Sulawesi dan Papua. Jadi memang eh perlu diwaspadai tetap bahwa kondisi saat ini, satu adalah transisi dari kemarau ke kering karena masih terjadi kemarau di beberapa wilayah, khususnya di bagian utara khatulistiwa," tegas Andri.
Fenomena ini terjadi meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah mengalami musim kemarau, karena Sumatra Barat termasuk wilayah non-ZOM (Zona Musim) yang memiliki pola iklim lokal dan tetap menyimpan potensi cuaca ekstrem.
2. Sejumlah kantor pemerintahan menjadi lokasi terdampak banjir bandang
Banjir bandang menerjang Kompleks Perkantoran Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta meluas hingga Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, merinci bahwa sejumlah kantor pemerintahan mengalami dampak parah, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang, hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
"Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang termasuk DPRD terdampak parah," ujar Bupati Solok.
Derasnya aliran air bahkan menyeret sejumlah peralatan kantor hingga terbawa keluar ruangan. Secara keseluruhan, BPBD Kabupaten Solok mencatat total 11 kantor pemerintah terdampak, ditambah kerusakan pada 21 unit mobil dan 7 unit sepeda motor.
3. Empat warga luka-luka serta dua lainnya dilaporkan hilang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyebutkan empat warga mengalami luka-luka akibat bencana ini.
"Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang," kata Khairul.
Selain itu, sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa terpaksa mengungsi dan telah ditempatkan di dua lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.
Komandan Korem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, mengungkap adanya dua warga yang dilaporkan hilang, sehingga TNI turut diperintahkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap keduanya.
4. Akses Jalur Solok–Padang di Arosuka putus total
Jalur Solok–Padang di kawasan Arosuka putus total karena tertutup material banjir bandang berupa pasir, batu, dan lumpur. Kasat Lantas Polres Solok, IPTU Akbar Kharisma Tanjung, mengimbau pengendara yang hendak melintasi rute tersebut untuk sementara menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang guna menghindari risiko kecelakaan.
Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, bahkan memperkirakan proses pembersihan material dan perbaikan akses jalan ini membutuhkan waktu sekitar satu pekan, tergantung kondisi di lapangan.
"Yang paling utama sekarang melakukan evakuasi. Mudah-mudahan segera dilakukan upaya pembersihan," harap Irjen Pol Djati.
5. Personel TNI, Brimob Polda Sumbar, BPBD, Damkar, dan SAR Padang bergabung tangani bencana
Kantor SAR Padang mengirim personel ke Solok sejak Senin malam begitu menerima laporan bencana. Ini dilakukan mengingat Kabupaten Solok belum memiliki Pos SAR sendiri sehingga Padang menjadi titik terdekat untuk merespons.
"Setelah mendapatkan informasi bencana alam di Solok, tim langsung diberangkatkan ke Solok Senin malam ini," kata Kepala SAR Padang Abdul Malik.
Selain SAR, ratusan personel TNI dari Kodim 0309/Solok dan Batalyon TP 951/PM turut dikerahkan sejak Senin malam, dilengkapi alat berat untuk membantu pembersihan material dan pemulihan akses jalan.
Polda Sumatra Barat juga menurunkan sekitar 300 personel Brimob, ditambah personel dari satuan direktorat Polda Sumbar dan Polres Solok, untuk mendukung proses evakuasi dan pembersihan.
Seluruh elemen ini, BPBD, TNI, Polri, Damkar, dan SAR bekerja secara terkoordinasi di bawah komando pemerintah daerah, dengan fokus utama pada evakuasi warga, pencarian korban hilang, serta pendataan menyeluruh terhadap dampak bencana yang masih terus berlangsung hingga Selasa pagi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































