Menuju konten utama
Sejarah Indonesia

5 Dampak Penjajahan Jepang di Berbagai Bidang

Apa dampak penjajahan Jepang di berbagai bidang yang terjadi di Indonesia? Berikut penjelasan tentang 5 dampak pendudukan Jepang di Indonesia.

5 Dampak Penjajahan Jepang di Berbagai Bidang
Ilustrasi kerja paksa yang menjadi dampak penjajahan Jepang di berbagai bidang, khususnya bidang sosial. (FOTO/Het Nationaal Archief)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pendudukan Jepang di Indonesia berlangsung selama 3,5 tahun mulai tahun 1942 hingga tanggal kemerdekaan. Selama masa tersebut, dampak penjajahan Jepang di berbagai bidang ada apa saja?

Mengutip tulisan Sulistiyowati dalam Sejarah Indonesia (2020), Jepang datang ke Teluk Banten pada 1 Maret 1942. Seminggu kemudian, Belanda resmi menyerahkan wilayah Indonesia ke pihak Jepang.

Momen itu menjadi sejarah berawalnya pendudukan Jepang di Indonesia. Perubahan sebagai dampak penjajahan Jepang di berbagai bidang tak bisa dihindari, baik dari segi militer, budaya, ekonomi, hingga pendidikan.

5 Dampak Penjajahan Jepang di Berbagai Bidang

Jepang alias Dai Nippon memang awalnya memposisikan diri sebagai saudara tua bagi Indonesia. Mereka mengaku bersemangat 3A, yaitu Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia.

Adapun Jepang tidak berbeda dengan Belanda, sama-sama bangsa penjajah yang memberikan banyak kerugian terhadap rakyat Indonesia. Jepang bahkan memanfaatkan sumber daya Indonesia untuk membiayai perang mereka melawan Sekutu.

Selama kurang lebih 3,5 tahun menguasai wilayah Indonesia, dampak penjajahan Jepang di berbagai bidangpun dirasakan masyarakat. Dampak pendudukan Jepang di Indonesia terjadi pada berbagai bidang berikut.

1. Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Militer

Saat pendudukan terjadi, Jepang memanfaatkan masyarakat untuk bisa terlibat dalam Perang Pasifik melawan Sekutu. Alasannya karena Jepang membutuhkan pasukan agar bisa memenangkan perang tersebut.

Dampak pendudukan Jepang di bidang militer adalah lahirnya organisasi semi-militer di Indonesia. Mereka yang tergabung dalam organisasi ini dibujuk untuk ikut melawan pihak musuh.

Mereka diberikan pelatihan khusus untuk bisa menggunakan senjata, baris-berbaris, dan perihal kemiliteran lain. Adapun PETA sebagai salah satunya mengalami perkembangan menjadi Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan kini Tentara Nasional Indonesia (TNI).

2. Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Budaya

Dampak pendudukan Jepang di bidang budaya adalah dipaksanya orang Indonesia untuk melakukan penghormatan kepada kaisar (tenno heika). Orang Jepang percaya bahwa kaisar merupakan keturunan Dewa Matahari.

Ritual ini dilaksanakan dengan cara membungkukan badan, tepat ke arah kaisar yang ada di arah matahari terbit. Proses penghormatan ini dikenal pula sebagai budaya seikeirei, diiringi dengan lagu kebangsaan Dai Nippon.

Pelaksanaan seikeirei yang diiringi “Kimigayo” tersebut dianggap tak lumrah dan tidak sesuai kebudayaan Indonesia. Oleh karena itu, sejumlah ulama tanah air kerap mengalami bentrokan.

3. Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Ekonomi

Dampak pendudukan Jepang terhadap perekonomian di Indonesia adalah penurunan produksi pangan, kelaparan, hingga kasus kemiskinan. Hal ini terjadi lantaran Jepang sedang terlibat perang melawan Sekutu.

Bukan hanya menduduki, tetapi Jepang juga memanfaatkan berbagai komoditas yang dimiliki oleh Indonesia. Sistem ekonomi berlandaskan perang ini berakhir pada penyitaan pabrik, bank, perusahaan, dan perkebunan.

4. Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Sosial

Bagaimana kondisi masyarakat Indonesia di bidang sosial ketika masa penjajahan Jepang? Mengutip buku Perjuangan Meraih Kemerdekaan (2018), Soepriyanto menyampaikan bahwa komunikasi antar pulau saat itu terkesan sulit.

Kesulitan memperoleh informasi ini terjadi lantaran Jepang menjadi pengendali saluran komunikasinya. Selain perihal interaksi, orang Indonesia juga sempat mengalami tindakan yang sewenang-wenang.

Beberapa contoh kasusnya seperti munculnya korban penyiksaan, penahanan, salah tangkap, bahkan disuruh menjadi pekerja paksa. Adapun perempuan juga mengalami nasib nahas tertentu.

Menurut Irma Samrotul dalam Sejarah Kelas XI (2020), perempuan kala itu sering jadi korban penipuan lowongan kerja. Alih-alih dibawa untuk memperoleh penghasilan, mereka justru dijadikan gadis penghibur (Jugun Ianfu).

5. Dampak Penjajahan Jepang di Bidang Pendidikan

Dampak pendudukan Jepang di bidang pendidikan yang terjadi di Indonesia adalah munculnya sistem tahapan bersekolah. Oleh sebab itu, dampak ini bisa dibilang sebagai bentuk kemajuan.

Masyarakat Indonesia mulai dipisahkan tingkat pendidikannya, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Kendati demikian, tetap ada secercah motivasi dari pihak Jepang yang ingin memanfaatkan para pelajar.

Peserta didik saat itu diberikan kewajiban untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dasar kemiliteran. Beberapa contoh latihan yang diikuti siswa kala itu adalah bimbingan baris-berbaris dan menyanyikan lagu “Kimigayo”.

Baca juga artikel terkait MASA PENDUDUKAN JEPANG atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada