tirto.id - Banyak skuad timnas Norwegia menderita sakit dengan gejala batuk, demam, dan kelelahan jelang lawan Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026 pada Minggu (12/7/2026) mendatang. Gejala penyakit ini diderita baik oleh para pemain maupun staf.
Seturut Athlon Sport, pelatih kepala timnas Norwegia, Ståle Solbakken, mengungkap kondisi kesehatan anak asuhnya itu pada Rabu (8/7). Menurutnya, kondisi ini terjadi sebagai dampak perjalanan panjang dan tuntutan fisik turnamen yang berat.
“Kami mengalami beberapa batuk dan suara serak di dalam grup,” kata Solbakken, sembari menambahkan bahwa ia sendiri juga mengalami batuk terus-menerus.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Norwegia menjadikan Greensboro, North Carolina, sebagai markas mereka. Dari sana, mereka telah melakukan perjalanan berulang ke Boston, New Jersey, dan Dallas. Pertandingan melawan Inggris pada babak perempat final pada Minggu dini hari mendatang sendiri akan diselenggarakan di Miami, Florida.
Menukil Wales Online, pemain Norwegia pertama yang merasakan gejala sakit adalah Jørgen Strand Larsen. Solbakken menyebut absennya penyerang Crystal Palace itu pada laga pembuka Piala Dunia lalu adalah karena sakit.
“Kemudian ada sedikit batuk dan suara serak yang merata, tersebar di seluruh pertandingan,” kata Solbakken.
Bek kanan Marcus Holmgren Pedersen juga terpaksa absen dalam laga Norwegia melawan Brasil pada Senin (6/7) karena demam. Beruntung, dua gol Erling Haaland mampu membawa The Vikings melibas Seleção dan membuat mereka lolos ke babak perempat final.
Namun, Solbakken mencoba meredakan kekhawatiran atas situasi tersebut. Terkait kondisi kesehatan Pedersen, eks pelatih Copenhagen itu menyebut kondisi itu adalah hal yang tergolong wajar.
Menurutnya, Pedersen merupakan pemain muda dengan antusiasme yang besar untuk berlaga di Piala Dunia. Solbakken menilai normal bagi manusia untuk terbebani dengan hal tersebut seiring waktu dan pada akhirnya juga berdampak pada fisiknya.
“Dia sudah tampil dalam dua pertandingan dan bermain dengan sangat baik, mendapat banyak pengalaman, pikirannya penuh, tubuhnya pun dipenuhi pengalaman, dan sistemnya mulai sedikit goyah,” tutur pelatih kepala Norwegia itu.
Meskipun Pedersen merupakan pelapis untuk Julian Ryerson, namun kehadiran Pedersen cukup signifikan untuk mengarungi laga melawan Inggris di babak perempat final Piala Dunia. Skuad The Three Lions memiliki pemain sayap kiri lincah macam Marcus Rashford dan Anthony Gordon, kesiapan lini pertahanan sebelah kiri Norwegia juga jadi penentu seberapa jauh mereka dapat menghambat laju Rashford atau Gordon.
Akan tetapi, meskipun masalah kebugaran telah menghambat persiapan tim jelang laga lawan Inggris, Solbakken menyebut anak asuhnya tetap akan menampilkan penampilan terbaik. Persiapan telah dilakukan Norwegia untuk menjadikan laga melawan Harry Kane dkk. jadi laga yang seimbang dan seru.
“Kami telah melihat mereka di pertandingan sebelumnya di turnamen ini dan mereka akan menjadi lawan yang sangat kuat, tetapi mudah-mudahan [laga nanti] akan menjadi pertandingan yang sangat seimbang dan ketat,” katanya.
Di sisi lain, Inggris juga baru saja melakukan pertandingan yang sengit melawan Meksiko di Mexico City pada Senin (6/7). Skuad asuhan Thomas Tuchel menang tipis 2-3 dari Meksiko.
Bek kanan Juarell Quansah dipastikan absen dalam laga melawan Norwegia karena kartu merah yang ia dapatkan ketika melibas Meksiko. Sementara itu, bek kanan utama Inggris, Reece James, tengah berpacu dengan waktu untuk memulihkan cedera hamstring yang ia derita.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































