Menuju konten utama

Duduk Perkara Mbappe Dapat Komentar Rasis dari Senator Paraguai

Senator Paraguai melontarkan komentar rasis kepada Kylian Mbappe usai pertandingan Piala Dunia 2026. Prancis mengecam dan FFF menempuh langkah hukum.

Duduk Perkara Mbappe Dapat Komentar Rasis dari Senator Paraguai
Penyerang Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, bereaksi dalam pertandingan sepak bola Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia, Philadelphia, pada 22 Juni 2026. AFP/FRANCK FIFE
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Keberhasilan tim nasional Prancis melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguai dengan skor 1-0 diwarnai kontroversi di luar lapangan.

Kapten Prancis, Kylian Mbappe, menjadi sasaran komentar bernada rasis yang dilontarkan oleh senator Paraguai, Celeste Amarilla.

Pernyataan Celeste Amarilla tersebut memicu kecaman luas karena dinilai mengandung penghinaan rasial yang tidak hanya menyerang identitas pribadi Mbappe, tetapi juga mencerminkan sikap diskriminatif.

Selain melontarkan hinaan, Amarilla juga menyatakan bahwa para pemain Paraguai seharusnya melakukan konfrontasi fisik terhadap Mbappe setelah pertandingan.

Mbappe memilih untuk tidak tinggal diam menghadapi serangan tersebut. Melalui media sosial, ia menyampaikan pernyataan tegas yang mengecam komentar Amarilla.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) kemudian memberikan dukungan penuh kepada Mbappe dengan merilis pernyataan resmi yang mengutuk keras komentar Amarilla.

Duduk Perkara Kasus Mbappe dan Senator Paraguai

Insiden ini bermula setelah tim nasional Prancis mengalahkan Paraguai dengan skor 1-0 dalam laga yang berlangsung panas di Philadelphia pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Gol tunggal kemenangan Prancis dicetak oleh Kylian Mbappe melalui tendangan penalti, sekaligus memastikan langkah timnya ke babak perempat final.

Seusai pertandingan, senator Paraguai, Celeste Amarilla, memicu kontroversi dengan mengunggah pernyataan bernada rasis di platform X.

Dalam unggahannya, Amarilla menyebut Mbappe sebagai orang Kamerun yang berusaha mengaku sebagai orang Prancis serta menghina kemampuan intelektualnya.

"Si berandal ini bahkan belum belajar menulis. Alih-alih ASI, ia tumbuh besar dengan mengisap kelapa, dan makhluk paling berpendidikan yang pernah ia dengar hanyalah simpanse. Seharusnya kau memberinya jari tengah, Orlando Gill [kiper Paraguai],” tulis Celeste dikutip dari X @theMadridZone, Senin (6/7/2026).

“Seorang Kamerun yang terjajah, berpura-pura menjadi orang Prancis, penuh dendam, baru kaya, arogan, dan jelek. Ia gugup dan ketakutan setengah mati sepanjang pertandingan, seperti seluruh timnya. Mereka bahkan tidak berhasil mencetak satu gol pun, sampai mereka beruntung dengan penalti,” lanjutnya.

Ia bahkan menuliskan bahwa para pemain Paraguai seharusnya menampar Mbappe setelah pertandingan, sehingga pernyataannya menuai kecaman luas karena dinilai mengandung unsur diskriminasi rasial dan hasutan kebencian.

“Satu-satunya hal yang banyak dari kita salahkan pada tim adalah tidak memberinya tamparan keras di akhir pertandingan. Aku bahkan bukan penggemar sepak bola," tutup Celeste.

Respons Mbappe dan FFF

Menanggapi serangan tersebut, Kylian Mbappe memberikan pernyataan tegas melalui media sosial. Kapten tim nasional Prancis itu menyebut Celeste Amarilla sebagai perempuan yang hina dan menyatakan bahwa ia tidak layak menduduki jabatan sebagai senator.

“Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda. Anda tidak mewakili Paraguai, negara yang telah berjuang dengan penuh semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi,” tulis Mbappe di akun X @KMbappe, Selasa (7/7/2026).

Ia menilai komentar Amarilla yang sembrono dan sarat rasisme justru mengalihkan perhatian dunia dari pencapaian bersejarah para pemain Paraguai di Piala Dunia, sehingga citra negara tersebut tercoreng oleh tindakan seorang pejabat publik.

“Melalui kecerobohan dan rasisme Anda yang terang-terangan, seluruh dunia telah melupakan perjalanan dan upaya bersejarah yang dilakukan para pemain Anda selama Piala Dunia ini, memberi jalan bagi seorang wanita yang tidak kompeten yang memberikan citra terburuk bagi negaranya,” sebut Mbappe.

Mbappe menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ia tidak akan pernah membiarkan orang-orang seperti Amarilla menyebarkan kebencian dan rasisme tanpa perlawanan.

Kasus ini kemudian meningkat menjadi persoalan hukum setelah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan akan mengambil langkah hukum terhadap Amarilla.

FFF mengecam keras komentar senator tersebut. Federasi menegaskan bahwa ujaran semacam itu harus diproses secara hukum, baik di Prancis maupun di yurisdiksi lain yang memungkinkan, sehingga mereka melaporkan kasus tersebut kepada kantor kejaksaan untuk membuka kemungkinan proses pidana.

“Pernyataan ini bersifat kriminal dan tercela. Pernyataan ini harus dituntut di sini seperti di tempat lain. FFF melaporkan masalah ini ke kantor kejaksaan dengan tujuan untuk proses hukum,” ujar FFF dikutip The Guardian (6/7/2026).

Menurut FFF, komentar rasis tersebut bukan hanya menyerang Mbappe secara pribadi, tetapi juga menghina seluruh tim nasional Prancis yang mewakili negara mereka di ajang internasional.

“Pernyataan-pernyataan ini mempermalukan mereka yang mengucapkannya dan mereka yang menyebarluaskannya. Para pemain tim nasional Prancis mewakili Prancis; negara kitalah yang sedang dihina,” tegas FFF.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra