tirto.id - Pasien BPJS PBI bernama Sartini kembali bisa melakukan tindakan cuci darah usai kepesertaannya sempat dicabut pemerintah.
Setelah satu kali melewatkan cuci darah di RSUD Banyumas, Sartini dibantu Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) untuk kembali mengaktifkan kepesertaan BPJS PBI.
Cece Trisna, anak dari Sartini, mengatakan bahwa pengaktifan kembali kepesertaan BPJS PBI ibunya lagi-lagi tanpa notifikasi resmi. Hal itu justru diketahuinya saat berupaya mendaftar tindakan cuci darah.
"Alhamdulillah kemarin siang saya sedang di kantor BPJS Purwokerto mau membuat BPJS mandiri, tapi pas mau dipanggil nomor urutnya, pas banget dikabari RS, BPJS PBI-nya diaktifin lagi," kata Cece kepada reporter Tirto, Sabtu (7/2/2026).
Dijelaskan Cece, setelah mengetahui kepesertaan BPJS PBI ibunya dinonaktifkan, dia dibantu KPCDI Banyumas untuk mengonfirmasi data ke Dinas Sosial, DPRD, BPJS, bahkan Kementerian Sosial. Namun, dalam waktu tiga hari belum juga ada kabar hinga akhirnya memilih akan mendaftarkan secara mandiri.
"Katanya sudah ditelepon, dan kata ketua KPCDI-nya ditanyakan ke BPJS-nya. Setelah ditanya-tanya masuk desil 7. Jadi suruh bikin mandiri, tapi sama ketua KPCDI-nya suruh nunggu yang PBI di ACC siapa tahu bisa diaktifkan lagi," ungkap dia.
Cece menyebut, ibunya pun langsung melakukan tindakan cuci darah pada Jumat (6/2/2026).
"Iya kemarin, alhamdulillah sudah (cuci darah lagi)," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, Sartini menjadi satu dari ratusan orang yang kepesertaan BPJS PBI-nya dicabut oleh pemerintah. Padahal, dia merupakan pasien cuci darah di RSUD Banyumas.
Cece Trisna, anak Sartini, mengungkap bahwa kepesertaan BPJS PB ibunya diketahui tidak lagi berlaku saat hendak mendaftar tindakan cuci darah pada Selasa (3/2/2026). Padahal, sebelumnya tidak ada pemberitahuan terkait pencabutan keanggotaan tersebut.
"Ibu saya berangkat ke rumah sakit kemudian melakukan registrasi ulang di bagian pendaftaran, tapi dengan sangat kecewa ibu saya ditolak pendaftarannya karena BPJS dinonaktifkan oleh pemerintah," kata Cece saat dihubungi reporter Tirto, Kamis (5/2/2026).
Cece mengungkap, ibunya sudah melakukan cuci darah sejak April 2025. Tindakan itu dijalaninya setelah dia menderita diabetes, hipertensi, lalu diagnosa kebocoran ginjal pada Agustus 2024.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























