Menuju konten utama

Sandiaga Uno Belum Pastikan Sumber Pendanaan Tim Transisi

Sandiaga Uno belum bisa memastikan sumber pendanaan tim transisi yang ia bentuk. Ia hanya memastikan tim tersebut bekerja secara independen.

Sandiaga Uno Belum Pastikan Sumber Pendanaan Tim Transisi
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menunjukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada warga Joglo, Jakarta Barat, Selasa (28/3). Dalam kampanyenya Sandi mengajak warga untuk memilih dirinya yang berpasangan dengan Anis Baswedan, dengan janji jika terpilih nanti ia akan memperhatikan rakyat kecil lewat program-program pemerintah daerah. ANTARA FOTO/ Atika Fauziyyah.

tirto.id - Calon Wakil Gubernur terpilih Sandiaga Salahudin Uno mengaku belum dapat memastikan pendanaan bagi tim transisi yang akan dibentuknya.

"(Pendanaan) Nanti akan diumumkan setelah penetapan (KPU)," kata Sandiaga di Warung Jati, Jakarta Selatan (3/5). 

Kendati begitu, Sandi enggan menyebut bahwa dana tim transisi itu berasal dari uang pribadinya. Sandiaga hanya menekankan bila pendanaan untuk tim transisi nantinya akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. 

"Nanti akan dirumuskan dan tentunya harus mengedepankan tata kelola yang transparan dan akuntabel," kata Sandiaga. 

Selain soal pendanaan yang transparan, Sandiaga pun mengklaim akan membuat sebuah tim transisi yang independen dan menghindari adanya konflik kepentingan dengan tim pengusung. 

"Sedapat mungkin kami akan membuat tim ini independen. Jadi, tentunya kami ingin menghindari juga tim ini hanya untuk merepresentasi partai-partai pendukung kami. Tapi, justru ini harus merepresentasi program yang akan kami usung," katanya. 

Mengenai formasinya, seperti yang pernah disampaikannya sebelumnya Sandiaga menyatakan tim tersebut akan terdiri dari tim pakar yang selama ini telah bekerja bersamanya. 

Sebelumnya, Wakil Gubernur Djarot Saeful Hidayat menyatakan bila tim transisi Anies-Sandiaga tidak bisa mengubah APBD. 

"Ga bisa kalau APBD kan masih punya kita. Kalau dia mau susun kan kita sudah melakukan hal yang sama tahun 2017. Kalau KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara) tahun 2018 ya silahkan," ungkap Djarot di Balai Kota, Selasa (2/5/2017).

Kendati begitu, Djarot mengaku tetap memberi kesempatan kepada tim transisi Anies-Sandiaga untuk memberikan masukan pada APBD -Perubahan 2017 guna menyesuaikan dengan program kerja mereka. 

"Belum gubernur kok. Kan kita kalau niatnya sama-sama kan, pasti ga ada masalah. Itu bisa kita lanjutin kan," kata Djarot. 

Tim transisi bentukan gubernur terpilih Anies Baswedan oleh mantan komisioner KPK Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja, Pakar Hukum Usaha Rikrik Rizkiyana serta Ahli tata Kota dari Institut Teknologi Bandung Adhamaski Pangeran.

Baca juga artikel terkait TIM TRANSISI ANIES-SANDIAGA atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Politik
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Agung DH