Menuju konten utama

Salah Satu Wisatawan Tewas di Temanggung adalah Mahasiswa UGM

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof. Setiadi, membenarkan kabar duka itu.

Salah Satu Wisatawan Tewas di Temanggung adalah Mahasiswa UGM
Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada. tirto.id/Abdul Haris
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satu keluarga asal Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di dalam tenda di sebuah tempat wisata di daerah Posong, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026). Satu keluarga nahas ini terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak laki-laki.

Salah satu korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki yang merupakan mahasiswa Sastra Prancis UGM. Bagas tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2022.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof. Setiadi, membenarkan kabar duka itu.

Inggih (Betul). Yang bersangkutan (Bagas) adalah mahasiswa kami dari Sastra Prancis," kata Setiadi saat dihubungi kontributor Tirto, Kamis (28/5/2026).

Setiadi menuturkan dirinya mendapatkan kabar duka ini pada Kamis (28/5/2026) pagi. Untuk perkembangan selanjutnya, Dekanat FIB UGM masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Dari penelusuran kontributor Tirto, Bagas merupakan Ketua UKM Fotografi di UGM. Bagas juga bekerja sebagai fotografer lepas di Keraton Yogyakarta.

Pengageng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi R.W. Kartiutami Guritno, membenarkan kabar ini. Kartiutami menuturkan Bagas pernah magang menjadi fotografer Keraton Yogyakarta pada 2024 dan kemudian menjadi fotografer lepas di Keraton Yogyakarta.

"Bagas awalnya salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti di tahun 2024. Kemudian dari magang, kami melihat keahlian fotografinya mumpuni," tutur Kartiutami pada wartawan, Kamis (28/5/2026).

"Kemudian, setelah satu tahun masa magangnya selesai, Bagas bersama dua temannya menjadi bagian dari tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti, yakni sebagai fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi," sambung Kartiutami.

Kartiutami mengenang sosok Bagas sebagai seorang yang bisa diandalkan dan pribadi yang menyenangkan. Kartiutami menambahkan Kawedanan Tandha Yekti kehilangan salah satu fotografer terbaiknya.

"Bagas ini pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali. Bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi kehilangan kolega, adik, dan sahabat terbaik," pungkas Kartiutami.

Baca juga artikel terkait KASUS KEMATIAN atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Fadrik Aziz Firdausi