Menuju konten utama

Salah, MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Renggut 5 Nyawa

Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa ada lima santri meninggal. Pihak Ponpes juga membantah adanya korban jiwa akibat insiden keracunan tersebut.

Salah, MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Renggut 5 Nyawa
Periksa Fakta Santri Meninggal Akibat MBG. foto/hotline periksa fakta tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar unggahan video di media sosial Facebook mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan lima santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, meninggal dunia akibat keracunan.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun "Wangsa Sailendra" pada grup “Komunitas Anak Asli Pati” (arsip) pada Jumat (4/9/2026). Video berdurasi 29 detik tersebut memperlihatkan suasana keracunan dan penanganan siswa di ruang kesehatan.

Dalam video tersebut dituliskan narasi “Terkini MBG Merenggut Lima Nyawa, Racuni Terus Hidup MBG” serta keterangan “PonPes Mambaul Hikam Tanggulangi Sidoarjo.

Pengunggah juga menuliskan keterangan, “Apakah ini harus berlanjut hingga generasi bangsa ini mati semua.

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (7/9/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 78 tanda suka, 95 komentar, dan 62 kali dibagikan.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “El Miels,” yang menampilkan unggahan serupa terkait keracunan di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo dan pada akun “Mawar Cinta Qu” dalam obrolan grup “PERANTAU MINANG” yang menuliskan narasi terkait kejadian keracunan tersebut, “keracunan MBG Santri PONPES SIDOARJO 777 orang dan 5 orang meninggal Dunia. Tdk ada tersangka padahal sdh nyata dari MBG.

Lantas, benarkah kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo memakan korban 5 orang meninggal dunia?

Periksa Fakta Santri Meninggal Akibat MBG

Periksa Fakta Santri Meninggal Akibat MBG. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk membuktikan kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim bahwa keracunan di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo merenggut 5 nyawa.

Sebagaimana dilaporkan dalam pemberitaan Tirto, ratusan santri keracunan MBG pada Selasa (1/9/2026). Para santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Sidoarjo alami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) siang hari dan banyak yang harus dibawa ke rumah sakit.

Para santri yang keracunan merupakan siswa dan siswi MA dan MTs Manba’ul Hikam. Sedikitnya, 431 orang harus dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis karena insiden ini.

Mereka alami keracunan dalam waktu relatif bersamaan setelah mengonsumsi menu makanan MBG. Imbas insiden ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur yang bertanggung jawab, mendapatkan sanksi.

Melansir BBC Indonesia, data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat total 748 orang hingga Jumat (04/09) pagi. Dari total 748 orang yang semula dirawat di sejumlah rumah sakit, 728 orang telah diperbolehkan pulang dan rawat jalan.

20 pasien masih menjalani rawat inap,” begitu keterangan Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina pada Jumat (04/09).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, dugaan keracunan MBG di Sidoarjo ini adalah kelalaian yang disengaja. Sudaryono meminta agar kasus ini diusut secara tuntas.

Berarti ini adalah kelalaian yang disengaja, saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja. Aturan sudah diberikan, juklak juknis sudah diberikan, cara sudah diberikan tapi Anda lalai dalam melaksanakan ini, namanya kelalaian yang disengaja,” jelasnya pada Kamis (03/09).

Pondok Pesantren Manbaul Hikam lewat akun Instagram resminya, @mahikasidoarjo membantah adanya informasi mengenai korban jiwa. Pesantren meminta wali santri dan masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pernyataan Resmi

Pondok Pesantren Manba'ul Hikam

Seluruh santriwan dan santriwati yang sempat mendapatkan perawatan medis akibat dugaan keluhan kesehatan pasca-konsumsi program Makan Bergizi (MBG) saat ini telah tertangani dengan baik. Sebagian besar dari mereka bahkan sudah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi yang sehat dan stabil, sementara beberapa lainnya masih dalam pemantauan pemulihan akhir.

Terkait dengan berbagai informasi miring yang beredar di luar -khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok-kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya.

Kami mengimbau kepada seluruh wali santri dan masyarakat luas agar tetap tenang, bijak menyikapi informasi, serta tidak meneruskan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Untuk pembaruan informasi yang akurat mengenai kondisi para santri, silakan merujuk langsung pada pengumuman resmi dari pihak pengasuh pondok pesantren.” Begitu pernyataan resmi dari Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo.

Dengan demikian, memang terjadi persoalan serius terkait keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG di lokasi tersebut. Namun, klaim bahwa insiden itu telah menyebabkan lima orang meninggal dunia adalah tidak benar.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan bahwa lima santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, meninggal dunia akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Insiden dugaan keracunan MBG memang terjadi dan berdampak pada ratusan santri. Pemerintah juga melakukan investigasi terhadap penyebab kejadian serta menghentikan sementara operasional SPPG yang memasok makanan.

Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa lima santri meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Pihak Ponpes juga membantah adanya korban jiwa akibat insiden keracunan tersebut.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait MBG atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto