Menuju konten utama

BGN Usut Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala SPPG Dicopot

Operasional SPPG Tanggulangin disetop sementara lewat sanksi pembekuan (suspend) berkategori berat selama sebulan.

BGN Usut Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala SPPG Dicopot
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Ketut Sumedana. tirto.id/ Muhamad Nizar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menginvestigasi kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyikapi insiden tersebut, BGN juga langsung mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan investigasi dilakukan secara intensif dengan menggandeng Dinas Kesehatan untuk menelusuri penyebab pasti insiden tersebut.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kami akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

Ketut menambahkan operasional SPPG Tanggulangin disetop sementara lewat sanksi pembekuan (suspend) berkategori berat selama satu bulan, disertai pergantian pucuk pimpinan.

"Kemudian, kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," tuturnya.

"Kemudian, kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian. Kami akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data di lapangan, BGN mencatat ada 512 santri yang mengalami gejala keracunan.

"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Ketut.

Dari total korban tersebut, ratusan santri telah dinyatakan sembuh, sementara puluhan lainnya masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit dan sebagian masih dipantau.

"Kemudian, yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang. Namun demikian, kami juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," tuturnya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi