Menuju konten utama

6 Fakta Kasus Keracunan MBG Sidoarjo, Korbannya Ratusan Santri

Para santri keracunan MBG di Sidoarjo dalam penanganan medis. Tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. Semua biaya perawatan ditanggung pemerintah daerah.

6 Fakta Kasus Keracunan MBG Sidoarjo, Korbannya Ratusan Santri
Keracunan MBG Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo x/@Opposite6888
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratusan santri keracunan MBG pada Selasa (1/9/2026). Para santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Sidoarjo alami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) siang hari dan banyak yang harus dibawa ke rumah sakit. Berikut sejumlah fakta yang telah terungkap.

Para santri yang keracunan merupakan siswa dan siswi MA dan MTs Manba’ul Hikam. Sedikitnya, 431 orang harus dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis karena insiden ini.

Mereka alami keracunan dalam waktu relatif bersamaan setelah mengonsumsi menu makanan MBG. Imbas insiden ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur yang bertanggung jawab mendapatkan sanksi.

SPPG yang bertanggung jawab atas makan siang para santri Manba’ul Hikam dilaporkan adalah SPPG Kalitengah. SPPG ini disebut bukan bagian dari yayasan pondok pesantren.

Fakta-Fakta Santri Manba’ul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG

Ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Sidoarjo dilaporkan mengalami keracunan pada waktu yang beriringan, yakni sejak sore hari. Jumlah korban keracunan MBG ini kemudian meningkat hingga Selasa malam.

Hingga kini, insiden ini masih terus bergulir. Proses penyelidikan atas insiden ini juga masih dilakukan. Namun, berikut sejumlah fakta yang telah terungkap.

1. Kronologi Kejadian

Berdasarkan kronologinya, insiden keracunan MBG di Sidoarjo bermula pada Selasa siang. Kala itu, SPPG Kalitengah mengirimkan porsi makan siang gratis ke para santri Pondok Pesantren Manba’ul Ulum.

Setelah menu MBG tiba di pondok, para santri kemudian melakukan makan bersama pada Selasa siang. Semula tak ada yang aneh, namun hal tersebut berubah pada sore harinya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, para santri mulai mengeluhkan gejala-gejala keracunan. Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Mereka semula dibawa ke bidan desa untuk mendapat perawatan.

Namun, sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah korban keracunan bertambah hinggap puluhan orang. Pengurus pondok kemudian mengevakuasi para santri ke Rumah Sakit Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Sejak itu, jumlah korban keracunan MBG terus bertambah. Dari puluhan pada Selasa sore, jumlah korban menjadi ratusan pada Selasa malam.

2. Jumlah Korban yang Dievakuasi Capai 431 Santri

Pihak pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menyatakan bahwa total korban yang dievakuasi setelah menyantap menu MBG telah mencapai angka 431 orang.

Pondok Pesantren Manba’ul Hikam sendiri memiliki santri sekitar 1.000 orang. Dengan insiden, jumlah korban mencapai lebih dari sepertiga jumlah siswa.

Menukil Antara, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengonfirmasi jumlah korban keracunan di ponpes tercatat menjadi 424 pada Rabu (2/9) dini hari. Namun, terdapat pula 24 orang di luar pondok yang diduga mengalami kasus keracunan serupa. Sementara itu, 173 korban di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

3. Menu Sayur Diduga Bermasalah

Sebagian korban mengaku memang ada makanan yang terasa aneh dari menu MBG pada Selasa. Santri ini menyebut menu sayur MBG terasa asam.

Menu sayur yang disajikan pada Selasa siang tersebut terdiri dari tumis buncis dan baby corn. Namun, ketika disantap, olahan sayur tersebut justru terasa masam dan diduga telah berada dalam keadaan basi. Kendati demikian, makanan yang bermasalah masih dalam pengusutan pihak terkait.

4. Menu MBG dari SPPG Kalitengah Tanggulangin dan Kini Disuspend Sementara

SPPG Kalitengah menyiapkan menu MBG dalam beberapa olahan. Menu tersebut dilaporkan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis sayur, tempe bumbu Bali, dan buah apel.

Sementara itu, imbas insiden ini, SPPG Kalitengah terkena sanksi berupa suspend sementara. Karena sanksi ini, operasional SPPG Kalitengah kini dihentikan sementara.

Pemberhentian ini disebut merupakan keputusan dari BGN pusat. Sanksi ini juga akan berlangsung hingga proses evaluasi dan uji sampel laboratorium keluar. Jika terdapat pelanggaran, SPPG itu berpotensi dihentikan secara permanen.

5. Ada 19 Lembaga Pendidikan Terdampak

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memberikan keterangan pada Rabu bahwa dampak keracunan tak hanya terjadi pada para santri Manba’ul Hikam. Menurutnya, total ada 19 lembaga pendidikan yang terdampak.

Sembilan belas lembaga pendidikan itu merupakan cakupan operasional SPPG Kalitengah. Hanya saja, jumlah korban terbanyak terdiri dari para santri Manba’ul Hikam.

"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari SPPG Kalitengah," katanya.

6. Biaya Penanganan Medis Seluruh Korban Ditanggung Pemerintah Daerah

Dalam keterangannya pada Rabu, Emil Dardak menyebut bahwa perawatan medis para korban keracunan MBG di Sidoarjo kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa hal tersebut termasuk biaya perawatan yang perlu dikeluarkan karena insiden ini.

Baca juga artikel terkait KERACUNAN MASSAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar