Menuju konten utama

BGN Suspend SPPG Pondok Kelapa Buntut Keracunan Massal Spaghetti

BGN suspend SPPG Pondok Kelapa usai 72 siswa keracunan MBG. Berdasarkan investigasi awal, saos pada menu spaghetti bolognese diduga menjadi pemicu utama.

BGN Suspend SPPG Pondok Kelapa Buntut Keracunan Massal Spaghetti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Kehadiran Kepala BGN tersebut guna meminta dukungan Kejaksaan Agung untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dengan menempatkan pejabat dari Kejakgung di internal BGN. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur. Langkah tegas ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dan guru usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (2/4/2026).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi awal, saos pada menu spaghetti bolognese diduga menjadi pemicu utama.

"Dugaan sementara berasal dari saos yang diproses terlalu lama dalam rangkaian proses penyajiannya," ujar Dadan saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).

Insiden terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur. Menu yang disajikan saat itu adalah spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Total sebanyak 72 orang terdampak, terdiri dari siswa dan guru.

Dapur Tak Layak Standar dan Evaluasi Total

Selain masalah pada proses pengolahan makanan, BGN menemukan fakta bahwa infrastruktur pendukung di SPPG Pondok Kelapa II belum memadai. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa kondisi dapur, tata letak, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ditemukan belum memenuhi standar keamanan pangan.

"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu tidak terbatas demi evaluasi menyeluruh. Kami bertanggung jawab penuh dan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban," tegas Nanik.

Menurut Nanik, keputusan ini diambil karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar.

Kondisi 72 Korban Berangsur Stabil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung para siswa yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit. Berdasarkan data terbaru, total korban yang mendapat penanganan medis mencapai 72 orang yang tersebar di tiga rumah sakit: RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, tercatat sebanyak 72 orang. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang,” ujar Pramono dikutip dari keterangannya kepada media Sabtu (4/4/2026).

Para siswa tersebut berasal dari empat sekolah, yakni SMA Negeri 91 Jakart, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

"Gejala yang dialami meliputi demam, mual, hingga diare. Namun, saat ini kondisi pasien relatif stabil dan diharapkan bisa pulih dalam satu hingga dua hari ke depan," tutur Pramono.

Meski terjadi insiden, Pramono menegaskan Pemprov DKI tetap mendukung Program MBG sebagai kebijakan pemerintah pusat. Namun, ia memberi catatan keras agar pengawasan dan standarisasi diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Saat ini, BGN bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur tengah melakukan pelacakan (tracing) mendalam. BGN juga sedang mencari alternatif penyedia layanan agar distribusi makanan bergizi di sekolah lain tidak terganggu selama proses evaluasi berlangsung.

Baca juga artikel terkait BGN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Rina Nurjanah