tirto.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan anak usahanya, yakni saham PT United Tractors Tbk (UNTR) ambrol pada sesi I perdagangan Rabu (21/1/2026).
Pada pukul 11.37 WIB saham ASII mengalami penurunan sebesar 9,62 persen ke Rp6.575 per lembar saham. Sedangkan, saham UNTR minus lebih dalam sebesar 14,93 persen ke level Rp27.200 per lembar daham pada pukul 11.38 WIB.
Volume perdagangan saham ASII tercatat sebanyak 201 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp1,31 triliun. Sementara UNTR volume perdagangan tercatat sebesar 43 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp1,18 triliun.
Adapun, penurunan saham-saham Astra Group ini terjadi usai dicabutnya izin PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas martabe. Agincourt Resource sendiri merupakan anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR).
Menteri Sekretariat Negara Indonesia, Prasetyo Hadi mengumumkan terdapat 28 perusahaan yang dicabut oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) imbas dari bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera: Sumatera Utara (Sumut), Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar).
"Dalam rangka melaksanakan penertipan usaha-usaha berbasis sumber daya alam, contohnya usaha kehutanan, usaha perkebunan maupun usaha pertambangan," kata Prasetyo.
Dia menjelaskan, dari 28 perusahaan yang dicabut izinnya, sebanyak 22 perusahaan berusaha dalam pemanfaatan hutan alam dan hutan tanaman seluas 1.010.991 ha. Sedangkan, 6 perusahaan lainnya di bidang tambang perkebunan dan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (PBPHHK).
“22 perusahaan berusaha pemanfaatan hutan alam dan hutan tanaman seluas 1.010.991 ha. Serta 6 perusahaan di bidang tambang perkebunan dan PBPHHK,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































