tirto.id - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil), Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) hadir untuk mewujudkan budaya menjaga lingkungan di tengah masyarakat.
Safrizal menyatakan ini saat memimpin apel Gerakan Indonesia ASRI di Kampung Nelayan Merah Putih, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 1.500 orang mengikuti apel ini. Mereka terdiri dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Apel tersebut mengawali kegiatan aksi bersih kawasan pesisir di Kampung Nelayan Merah Putih yang melibatkan semua peserta. Hal ini menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti pada seremonial, tetapi mewujud pula dalam tindakan nyata.
Safrizal menjelaskan, kekayaan alam yang luar biasa di Indonesia bukan hanya anugerah, melainkan juga amanah yang harus dijaga bersama. Maka dari itu, Gerakan Indonesia ASRI harus bisa menumbuhkan budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan membangun budaya. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah melalui aksi nyata yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat," kata Safrizal saat menyampaikan sambutan di hadapan peserta apel.
Gerakan Indonesia ASRI dibentuk atas arahan Presiden Republik Indonesia yang mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Namun, kata Safrizal, Gerakan Indonesia ASRI tak hanya berfokus di penanganan sampah, tetapi juga mengembangkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjadikan aktivitas itu sebagai budaya sehari-hari.
Untuk itu, Gerakan Indonesia ASRI telah menggelar berbagai kegiatan seperti pembersihan kawasan, penataan fasilitas publik, pemeliharaan kebersihan toilet-toilet umum dan rumah ibadah, hingga menata lingkungan agar lebih indah dan nyaman.
Safrizal mengingatkan, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Secara nasional, timbulan sampah sudah menembus angka 50 juta ton setiap tahun.
Menurut dia, tantangan itu perlu diatasi dengan mendorong perubahan perilaku masyarakat agar ikut menciptakan lingkungan bersih dan sehat.
"Kebersihan tak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama," jelasnya.
Safrizal tidak lupa mendorong seluruh kepala daerah untuk menjadikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai kegiatan rutin dengan semangat gotong royong. Ia menilai kegiatan gerakan ini tidak butuh anggaran besar, melainkan komitmen dan konsisten seluruh pihak terkait.
"Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mulailah dari diri sendiri, dari rumah, dari lingkungan sekitar. Memungut sepotong sampah mungkin terlihat sederhana, tetapi itulah langkah awal membentuk karakter peduli lingkungan," kata dia.
Masih di kegiatan yang sama, Safrizal mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang berhasil menerapkan praktik baik pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga. Meski begitu, ia berharap penghargaan yang diraih tidak membuat berpuas diri.
Menurut dia, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, Banyuwangi mesti konsisten dalam menjaga kebersihan dan kualitas sanitasi. Dengan begitu, daya tarik Banyuwangi di mata wisatawan bisa terus meningkat.
Safrizal juga menilai Banyuwangi bisa menjadi contoh pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI bagi daerah lain di Indonesia. Dengan sinergi pemerintah, warga, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media, gerakan tersebut diharapkan mampu membangun budaya menjaga kebersihan secara berkelanjutan demi Indonesia yang lebih aman, sehat, resik, dan indah.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































