Menuju konten utama

Saat Maresca Dibayangi Capaian Guardiola di Derby Manchester

Duel Man United vs Man City pada Minggu (13/9), akan menjadi Derby Manchester pertama Enzo Maresca dalam upaya menghapus bayang-bayang Pep Guardiola.

Saat Maresca Dibayangi Capaian Guardiola di Derby Manchester
Pelatih Manchester City asal Italia, Enzo Maresca, bertepuk tangan saat pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara FC Porto dan Manchester City di Stadion Dragao, Porto, pada 8 September 2026. (Foto oleh PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Enzo Maresca akan menjalani Derby Manchester pertamanya sebagai pelatih Manchester City pada Minggu (13/9/2026), menghadapi Manchester United di Old Trafford. Pelatih Italia itu bakal menjalani salah satu laga paling penting sebagai juru taktik The Citizens di pekan ke-4 Premier League musim ini.

Bukan hanya Manchester United dengan puluhan ribu penggemarnya yang bakal dilawan Maresca, tetapi beban untuk meneruskan sukses yang dibuat pendahulunya, Pep Guardiola. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Pep Guardiola merupakan pelatih paling sukses di Inggris dalam 2 dekade terakhir.

Selama menukangi Manchester City, Pep Guardiola telah meraih segalanya untuk The Citizens. Di Derby Manchester, Pep memiliki rekor 14 kali menang dari 27 pertandingan, sisanya 3 kali imbang dan 10 kali kalah.

Catatan itulah yang bakal membayangi Enzo Maresca jelang Derby Manchester pertamanya. Kabar bagusnya, Manchester City sejauh ini mencatat 100% kemenangan di semua ajang, baik di Liga Inggris, maupun Liga Champions.

Beban Ekspektasi Warisan Performa Guardiola

Tidak dapat dipungkiri bahwa pencapaian Pep Guardiola di Manchester City akan sulit disamai oleh penerusnya. Selama 10 musim menukangi The Citizens, Guardiola telah mempersembahkan 20 trofi, teramasuk 6 gelar Liga Inggris dan 1 Liga Champions.

20 trofi yang diraih Pep Guardiola sama dengan hampir separuh piala yang dimiliki Manchester City sepanjang sejarah. Secara total, tetangga Manchester United itu memiliki 45 trofi dari berbagai kompetisi.

Bersama Pep, Manchester City meraih trofi Liga Champions pertamanya pada 2022/2023, juga Piala Super UEFA 2023, dan Piala Dunia antarKlub 2023. Di kompetisi domestik The Citizens memenangi 6 gelar Liga Inggris dalam kurun 10 tahun yakni 2017-18, 2018-19, 2020-21, 2021-22, 2022-23 dan 2023-24. Ada juga 5 trofi Carabao Cup 2017-18, 2018-19, 2019-20, 2020-21 dan 2025-26, serta 3 Piala FA 2018-19, 2022-23, 2025-26, ditambah 3 gelar FA Community Shield 2018, 2019 dan 2024.

Manchester City juara Liga Premier 2021

Pemain sepak bola Manchester City Fernandinho mengangkat tropi saat mereka melakukan selebrasi setelah memenangkan Liga Premier melawan Everton di Etihad Stadium, Manchester, Britain, Minggu (23/5/2021). ANTARA FOTO/Pool via REUTERS/Peter Powell/hp/cfo

Trofi demi trofi yang diraih oleh Pep Guardiola, berbanding lurus dengan statistik pertandingannya di Manchester City. Memimpin tim dalam 593 laga, Pep meraih 423 kemenangan dengan rasio menang sebesar 71%. Hasil lainnya adalah 77 imbang dan 93 kekalahan yang disertai catatan mencetak 1.462 gol dan kebobolan 557 gol.

Rasio kemenangan sebesar 71% yang dibuat Pep Guardiola, menempatkannya sebagai pelatih terbaik Manchester City dalam sejarah klub. Dia unggul atas Manuel Pellegrini 61 persen (101 kemenangan dari 166 pertandingan) dan Roberto Mancini 59 persen (113 kemenangan dari 191 pertandingan).

Khusus menghadapi Manchester United di Derby Manchester, Guardiola membukukan 14 kemenangan dari 27 laga, alias 52% menang. Walau tak begitu dominan, tetapi The Citizens di era Pep kerap memenangi momen-momen penting.

Di Liga Inggris 2018/2019 misalnya, Manchester City menang 0-2 di Old Trafford saat tengah bersaing ketat dengan Liverpool dalam perburuan gelar. Kemenangan itu pun menjadi kunci keberhasilan The Citizens memenangi Premier League dengan keunggulan 1 poin di atas Liverpool.

Kualitas Rekrutan Baru Enzo Maresca

Ketika ditunjuk menjadi suksesor Pep Guardiola, Enzo Maresca mengambil keputusan berani. Dia menegaskan tidak akan meniru pendekatan ala Pep, tetapi menggunakan konsepnya sendiri.

"Saya rasa setiap pelatih berbeda, baik dalam cara bekerja sehari-hari maupun pendekatan terhadap pertandingan. Kami akan melihat konsep apa yang perlu disesuaikan. Saya tidak percaya pada konsep copy and paste. Saya melihat sepak bola dengan cara yang berbeda dari pelatih sebelumnya," kata Enzo Maresca saat diperkenalkan sebagai pelatih Manchester City.

Seolah ingin menegaskan ucapannya, Enzo Maresca menjual pemain-pemain andalan Manchester City era Pep Guardiola, seperti Rodri, Savinho, Omar Marmoush, Nathan Ake, John Stones hingga Bernardo Silva. Sebagai gantinya, Maresca merekrut anak kesayangannya Enzo Fernandez dari Chelsea, kemudian Elliot Anderson, dan Ayyoub Bouaddi.

Maresca membelanjakan dana yang besar di bursa transfer musim panas 2026. Enzo Fernández dibeli 145 juta euro dari Chelsea, kemudian Elliot Anderson (135 juta euro) dari Nottingham Forest, Ayyoub Bouaddi (95 juta euro) dari Lille, Iliman Ndiaye (70 juta euro) dari Everton, dan Allan (37,5 juta euro) dari Palmeiras.

 Enzo Fernandez

Gelandang Manchester City asal Argentina bernomor punggung 17, Enzo Fernandez. foto/AFP

Manchester City juga mendatangkan beberapa pemain lain dengan harga yang relatif murah. Misalnya Mathys Detourbet (25 juta euro) dari Troyes, Jeremy Monga (11,7 juta euro) dari Leicester City, Pierce Charles (3,5 juta euro) dari Sheffield Wednesday, dan Gerónimo Rulli (3,5 juta euro) dari Marseille.

Walau melepas beberapa pemain kunci, Enzo Maresca juga tetap mengandalkan Erling Haaland, Phil Foden, Rayan Cherki, Ruben Dias, Antoine Semenyo, Nico O'Reilly, dan Gianluigi Donnarumma. Dalam beberapa pekan awal Premier League, mereka tetap jadi andalan The Citizens.

Lini tengah menjadi sektor yang paling diperhatikan oleh Maresca. Dia merombak tim dengan mendatangkan Enzo Fernandez, Elliot Anderson, dan Ayyoub Bouaddi. Kemudian, dia juga melepas Rodri ke Barcelona, Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah, dan Nico González ke Newcastle United, juga Bernardo Silva yang kontraknya habis dan pindah ke Real Madrid.

Menariknya, Enzo Maresca tidak banyak mengubah komposisi lini belakang Manchester City, meski musim lalu tampil kurang solid. Tidak ada pemain yang didatangkan, walau mereka kehilangan Nathan Aké ke Fenerbahçe dan Manuel Akanji yang akhirnya pindah permanen ke Inter Milan.

Mampukah Maresca Memenangkan Derby Perdana?

Berbekal rekrutan baru dan warisan pemain dari Guardiola, Enzo Maresca memulai Liga Inggris 2026/2027 dengan impresif. Walau kurang tajam, mereka sukses meraih 4 kemenangan dari 4 pertandingan kompetitif yang dijalani musim ini.

Manchester City menang 2-1 atas Bournemouth, kemudian 1-2 kontra Crystal Palace dan terakhir menumbangkan Coventry City 1-0 di Liga Inggris 2026/2027. Di Liga Champions, The Citizens juga mengawalinya dengan kemenangan 0-2 di kandang Porto.

Catatan apik di awal musim membuat Manchester City memiliki modal bagus untuk menyambangi Old Trafford, kandang Manchester United. Situasinya berbeda dengan The Red Devils yang sudah kalah dari Hull City 2-0, dan imbang dengan Everton 1-1 di Liga Inggris.

Kendati begitu, rekor Manchester United di Old Trafford sejauh ini masih 100% menang. Hasil itu didapat saat menjamu Ipswich Town dan menang 5-2 di Liga Inggris, serta menang 4-0 atas Sabah FK di Liga Champions.

Dari segi formasi, Enzo Maresca tidak banyak mengubah skema yang ditinggalkan Pep Guardiola. Namun, hal menarik yang dia lakukan adalah memasang 4 center bek dalam skema 4-2-3-1, plus Nico O'Reilly atau Rico Lewis sebagai gelandang.

Manchester City

Penyerang Manchester City asal Norwegia #09 Erling Haaland (kiri) dan gelandang Manchester City asal Senegal #07 Iliman Ndiaye memberikan tepuk tangan kepada para penggemar usai pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester City dan Coventry City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 5 September 2026. (Foto oleh PETER POWELL / AFP)

Pemain-pemain baru yang didatangkan juga membuat skema Maresca lebih bervariasi. Selain memainkan O'Reilly, Maresca juga bisa memainkan Elliot Anderson, dan Enzo Fernandez sebagai 2 gelandang jangkar dalam skema 4-2-3-1, tergantung lawan yang dihadapi.

Di lini depan, Erling Haaland masih jadi andalan. Dalam 4 pertandingan, Haaland sudah mencetak 5 gol, dan hanya sekali gagal membobol gawang Bournemouth di laga pertama Liga Inggris 2026/2027. Menghadapi Manchester United, Erling Haaland diprediksi tetap jadi tumpuan Manchester City untuk mencetak gol.

Derby Manchester pun bakal jadi tantangan bagi Enzo Maresca sebagai pelatih Manchester City. Pasalnya, saat masih menjabat pelatih Chelsea, rekor pertemuannya melawan Manchester United adalah sekali imbang dan 1 kali kalah.

Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama