Menuju konten utama

Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia per Mei 2026

Rupiah hari ini ditutup di Rp17.529 per dolar AS dan masuk daftar 5 mata uang terlemah dunia, menurut laporan Forbes.

Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia per Mei 2026
Petugas menghitung uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah dilaporkan mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level historis terendah di angka Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (12/5) pagi dan ditutup pada angka Rp17.529 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring meningkatnya volatilitas di pasar keuangan global yang dipicu oleh ketidakpastian ekonomi internasional serta gejolak harga energi dan komoditas.

Pelemahan ini menimbulkan kekhawatiran di dalam negeri, terutama terkait potensi kenaikan inflasi dan meningkatnya biaya impor yang berdampak pada sektor usaha yang bergantung pada bahan baku luar negeri serta transaksi berbasis mata uang asing.

Dalam laporan yang berkembang, sejumlah analis pasar memperkirakan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek selama ketidakpastian ekonomi global belum mereda.

Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Tiffani Safinia, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terutama dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya, sehingga memperkuat posisi dolar AS secara global.

“Penguatan dolar AS masih didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang bertahan lebih lama, meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan tekanan terhadap rupiah,” ujarnya dikutip Antara (12/5/2026).

Selain rupiah, mata uang India, Filipina, Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia juga berada di bawah tekanan.

"Bank sentral akan enggan menjual cadangan devisa mereka. Oleh karena itu, kita mungkin akan melihat langkah-langkah yang lebih kreatif untuk mendukung mata uang masing-masing." kata Mitul Kotecha, kepala strategi valuta asing dan suku bunga Asia di Barclays dikutip CNA (12/5/2026).

Situasi ini juga tidak terlepas dari dampak lanjutan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi stabilitas pasar valuta asing global, termasuk di kawasan Asia yang disebut paling rentan terhadap gangguan pasokan energi.

Sekitar 80 persen perdagangan minyak melalui jalur Selat Hormuz diketahui mengarah ke Asia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung pada negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia, India, dan Filipina.

Dampak lanjutan dari gejolak ini juga dirasakan pada sektor pangan dan energi global, di mana kenaikan biaya logistik dan harga bahan bakar mulai mendorong tekanan inflasi di banyak negara.

Kenaikan harga minyak dunia turut meningkatkan biaya transportasi dan produksi barang konsumsi, yang pada akhirnya berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Sektor penerbangan pun menjadi salah satu yang paling terdampak akibat lonjakan harga bahan bakar jet, sedangkan pasar obligasi global menunjukkan volatilitas seiring penyesuaian ekspektasi suku bunga dan imbal hasil.

Dalam kondisi tersebut, para analis menilai bahwa ketidakpastian ekonomi global masih akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan mata uang, pasar keuangan, serta stabilitas ekonomi negara-negara berkembang dalam waktu dekat.

Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia

Berikut daftar 10 mata uang terlemah di dunia pada Mei 2026 seperti yang dilaporkan Forbes. Kurs yang tercantum menurut data per 12 Mei 2026.

1. Rial Iran (IRR)

Satu rial Iran saat ini bernilai $0,000001, artinya $1 setara dengan 1.311.589 rial Iran. Nilai IRR semakin anjlok akibat konflik terbaru antara Iran, Israel, dan AS.

2. Pound Lebanon (LBP)

Satu pound Lebanon bernilai $0,000011, artinya $1 setara dengan 89.283 pound Lebanon. Pound Lebanon terus tertekan akibat ekonomi yang lesu, inflasi tinggi, pengangguran, krisis perbankan, dan ketidakstabilan politik.

3. Dong Vietnam (VND)

Satu dong Vietnam bernilai $0,000038, artinya $1 setara dengan 26.333 dong. Mata uang Vietnam tertekan oleh pembatasan ekspor dan perlambatan ekspor, ditambah suku bunga AS yang tinggi dalam waktu lama.

4. Kip Laos (LAK)

Satu kip Laos bernilai $0,000046, artinya $1 setara dengan 21.928 kip. Mata uang Laos melemah akibat pertumbuhan ekonomi yang lambat, utang luar negeri yang meningkat, dan inflasi tinggi.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Satu rupiah saat ini bernilai $0,000057, artinya $1 setara dengan 17.503 rupiah. Rupiah melemah akibat kombinasi inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Satu som Uzbekistan bernilai $0,000083, artinya $1 setara dengan 12.154 som. Uzbekistan masih berjuang dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah, inflasi, pengangguran, dan korupsi.

7. Franc Guinea (GNF)

Satu franc Guinea bernilai $0,000114, artinya $1 setara dengan 8.778 franc Guinea. Negara ini dilanda inflasi tinggi, ketidakstabilan militer, dan arus pengungsi dari Liberia dan Sierra Leone.

8. Guarani Paraguay (PYG)

Satu guarani bernilai $0,000161, artinya $1 setara dengan 6.103 guarani. Mata uangnya tertekan oleh inflasi tinggi, korupsi, dan peredaran uang palsu.

9. Ariary Madagaskar (MGA)

Satu ariary bernilai $0,00024, artinya $1 setara dengan 4.178 ariary.

10. Franc Burundi (BIF)

Satu franc Burundi bernilai $0,000335, artinya $1 setara dengan 2.976 franc Burundi.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra