tirto.id - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan kondisi aktivis KontraS, Andrie Yunus (27), dalam keadaan stabil setelah menjalani serangkaian penanganan medis intensif usai disiram air keras oleh orang tak dikenal.
“Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa," kata pihak RSCM dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
RSCM memastikan penanganan medis terhadap Andrie akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan.
Wakil Koordinator KontraS itu sebelumnya dilarikan ke RSCM usai mengalami luka bakar di sekujuru tubuhnya usai menjadi korban penyiraman air keras pada Jumat (13/3/2026) dini hari.
Setiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan.
Pada pemeriksaan awal, Andrie didiagnosis mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan kimia. Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya sisi kanan termasuk mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada.
Namun, setelah evaluasi lanjutan oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), terdapat koreksi penilaian medis.
“Sesuai penilaian medis Dokter Penanggung jawab Pelayanan (DPJP) ada koreksi penilaian medis yang menyatakan bahwa rekan kami, Andrie Yunus, mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut,” tutur pihak RSCM.
Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea mata kanan. Untuk mengatasi hal ini, tim medis melakukan pembersihan jaringan yang rusak pada mata serta tindakan transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.
Saat ini, Andrie menjalani perawatan di High Care Unit (HCU) luka bakar dengan pemantauan intensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim kegawatdaruratan.
Terapi yang diberikan mencakup perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.
“Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan,” tulisnya.
RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi Andrie dengan kasus trauma kompleks serupa.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































