Menuju konten utama

Polri Diminta Telusuri Sinyal HP di Lokasi Penyiraman Air Keras

Alghiffari optimistis dalam waktu beberapa hari ke depan, pihak kepolisian dapat menemukan teduga pelaku jika melakukan pelacakan sinyal.

Polri Diminta Telusuri Sinyal HP di Lokasi Penyiraman Air Keras
Konferensi pers TAUD terkait pendampingan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Senin (16/3/2026).

tirto.id - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) meminta agar kepolisian melakukan pelacakan sinyal di lokasi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Hal ini dinilai perlu dilakukan demi mendeteksi siapa saja yang ada di sekitar lokasi saat malam kejadian.

Perwakilan TAUD, Alghiffari Aqsa, menerangkan, saat kasus penyiraman air keras Novel Baswedan metode pelacakan sinyal ini turut dilakukan. Namun, sampai saat ini, belum diketahui apakah penyidik Polda Metro Jaya sudah melakukan hal tersebut.

"Di 2017 kami juga mendapatkan informasi bahwa ada teknologi Cell Tower Dump. Cell Tower Dump itu teknologinya mereka bisa menjaring ataupun bisa mendapatkan informasi siapa saja yang berada di satu titik tertentu ataupun wilayah tertentu dan pada waktu tertentu," ucap Alghiffari dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Dia menerangkan, pelacakan sinyal ini juga dapat mengungkap apakah sebelumnya di sekitar Andrie Yunus telah ada yang mengintai. Dengan demikian, perluasan penyidikan untuk membuktikan kasus ini adalah percobaan pembunuhan berencana bisa semakin didalami.

"Misalnya jika ada orang yang berjaga-jaga ataupun mengawasi saudara Andri di sekitar LBH pada sekitar jam 11 malam, maka nomor tersebut bisa diidentifikasi oleh pihak kepolisian," kata Alghiffari.

Dia pun optimistis dalam waktu beberapa hari ke depan, bahkan kurang dari tujuh hari, pihak kepolisian dapat menemukan teduga pelaku jika melakukan pelacakan sinyal itu. Namun, Alghiffari meminta agar kepolisian tidak berhenti hanya pada pelaku di lapangan saja.

"Dan tentunya PR-nya lagi adalah siapa aktor intelektualnya?" ungkap Alghiffari.

Di sisi lain, Alghiffari mendesak agar kepolisian tidak main-main dalam mengungkap kasus ini. Dia menegaskan, kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, yang baru menemui titik terang setelah tiga tahun, tidak boleh terulang lagi.

Alghiffari menambahkan, penyidik kepolisian juga harus mengungkap siapa aktor intelektual dan pendana peristiwa ini. Sebab, dari pola yang terjadi, tidak mungkin pelaku adalah masyarakat sipil.

"Dan kami menduga pelakunya sangat-sangat sulit kita membayangkan dengan level terorganisir yang sedemikian rupa ini dilakukan oleh sipil. Jadi kami menduga ada aktor intelektual, juga ada pendananya," tutur Alghiffari.

Baca juga artikel terkait ANDRIE YUNUS AIR KERAS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher